Tag Archives: Renungan Kristen

Tebuslah waktumu

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, Paulus memberi pesan-pesan yang sungguh luar biasa bagi setiap orang yang sudah percaya. Salah satu yang menjadi pesan Rasul Paulus adalah perihal menebus waktu. Perhatikan Efesus  5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Kasih Karunia Yang Luar Biasa

John Newton

Pada tahun 1700-an, John Newton pergi berlayar bersama ayahnya dengan sebuah kapal dagang. Tak lama setelah ayahnya pensiun, Newton terpaksa bekerja di sebuah kapal perang. Akan tetapi, karena menghadapi kondisi yang tak tertahankan, ia pun melarikan diri, kemudian memohon agar dipindahkan ke sebuah kapal budak yang akan segera berlayar ke Afrika. Kemudian, Newton tanpa perasaan melakukan perdagangan manusia, dan akhirnya ia menjadi kapten kapal budaknya sendiri. Akan tetapi, pada tanggal 10 Mei 1748, hidupnya mengalami perubahan untuk selamanya. Kapalnya mengalami

Percaya dan Mengasihi

percaya-mengasihi

Apakah ketika anak kita lahir, kita akan berkata kepadanya, “Anakku, aku bersukacita atas kelahiranmu. Aku mau kamu menunjukkan kasihmu kepadaku. Untuk itu, inilah peraturan-peraturan yang harus kautaati. Kalau kamu tidak setia melakukannya, aku tidak akan mengakuimu lagi sebagai anak”? Namun, tidak sedikit orang percaya yang mengira bahwa Bapa berkata demikian ketika Dia menjadikan kita sebagai anak-Nya. Kita mengira, kita harus menaati berbagai peraturan dan kewajiban agar Bapa tetap berkenan kepada kita.

Pakis Kebangkitan

Sejenis tanaman yang disebut “resurrection fern” (pakis kebangkitan) adalah tanaman udara yang banyak terdapat di bagian tenggara Amerika Serikat, tetapi juga tumbuh sampai ke daerah New York di utara dan Texas di barat. Biasanya pakis ini menempelkan dirinya ke batang dari pohon-pohon besar seperti pohon ek, dan mengambil nutri sari dari udara dan dari kulit pohon tersebut. Ia diberi nama “pakis kebangkitan” karena Allah telah mendesainnya untuk bertahan hidup dalam periode kekeringan yang panjang dengan cara nampak seperti mati, lalu

Dunia Berpesta Di Tepi Kekekalan

Dengan sengaja membutakan diri kepada fakta bahwa umat manusia berdiri di tepi kekekalan untuk menghadap Allah, dunia menyambut Tahun Baru dengan pesta pora yang sensual. Sebuah laporan yang mencelikkan mata di Bangkok Post berjudul “Revellers Around the World Welcome 2013.” Kebanyakan ibukota berbagai negara menyelenggarakan pesta-pesta malam tahun baru yang penuh dengan alkohol dan obat-obatan, tetapi rajanya pesta terjadi di New York City, di mana kira-kira sejuta orang berkumpul dan semilyar orang lainnya menonton di televisi dan alat-alat mobile. Extravaganza

Akibat Ketidaktaatan Kepada Allah

Seorang anak dilarang makan permen oleh orangtuanya, karena sedang batuk. Namun ketika ia melihat satu stoples permen di meja makan yang warnanya begitu menarik, maka ia mulai tergoda. Ada keinginan untuk mengambil dan menikmati permen itu. Lalu ia teringat pada larangan orangtuanya. Hatinya bergumul. Ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak boleh makan permen selama masih batuk, tetapi keinginannya untuk menikmati permen tersebut ternyata jauh lebih besar dari larangan orangtuanya. Akhirnya, ia lebih memilih keinginan hatinya. Demikian juga dengan Hawa. Ia

Berhenti Berkompromi

Lagu band Seurieus Rocker Juga Manusia (2004) sangat populer pada masanya, dan judul itu sering digunakan sebagai plesetan. Dengan latah kita juga berkata: “orang Kristen juga manusia” atau “pendeta juga manusia” artinya masih rentan terhadap dosa. Di satu sisi, memang benar sebagai manusia kita tak boleh pongah karena kita masih dapat jatuh dalam dosa. Di sisi lain, kerap ungkapan itu dijadikan dalih untuk membenarkan pelanggaran. Alkitab menentang keras kompromi terhadap dosa. Keinginan daging, yang membuahkan dosa dan berbagai tindak kejahatan

Ujilah Aku Tuhan

Apabila sakit, kebanyakan kita segera pergi ke dokter untuk minta diperiksa. Kita melakukannya agar dokter menemukan penyakit kita dan memberi obat yang tepat. Namun agar obatnya tepat, penyakit-nya pun mesti jelas dulu. Dokter yang baik tidak akan asal memeriksa, juga tidak asal memberi obat. Jika asal, bisa kacau semuanya. Daud meminta Tuhan memeriksa dirinya (ayat 2). Jangan salah paham, Daud tidak bermaksud tinggi hati, pongah, atau sombong. Daud tidak menantang Tuhan seolah-olah ia tak punya salah atau mau menonjolkan kesucian