Tag Archives: renungan

Timotius, Patuhlah !

patuh

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2) Sepulangnya semua rasul ke Sorga, maka tanggung jawab pemberitaan Injil serta pemeliharaan jemaat selanjutnya berada di tangan murid-murid para Rasul. Timotius adalah salah satu kader yang dipersiapkan oleh Rasul Paulus. Menurut sejarah, Timotius sedang menggembalakan jemaat di Efesus ketika menerima surat dari Paulus, yang diperkirakan ditulis dari pemenjaraannya di Roma. Ajaran sesat yang muncul pada saat itu

Sadrakh, Mesakh & Abednego Dari Babilonia

sadrakh mesakh abednego

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Dan 3:16-18) Amarah raja makin besar terhadap tiga pemuda ini.

Soal Tersulit

george-bernard-dantzig

George Bernard Dantzig seorang mahasiswa di University of California, Berkeley, kala itu ia terlambat untuk datang pada mata kuliah matematika, ia memasuki kelas namun ternyata teman-temannya sudah pada bubar. George melihat 2 buah soal pada papan tulis itu, ia berpikir bahwa itu pasti adalah PR yg baru diberikan oleh Profesornya, sehingga dia mencatat pada bukunya & membawanya ke rumah. Berhari-hari dia mencoba utk menyelesaikan PR tersebut, berbagai cara ia coba. Mungkin ia berpikir… “Tidak biasanya dosen memberi tugas demikian sulitnya, tapi pasti ada

Stigma Negatif

stigma-negatif-narapidana

Masyarakat cenderung menerakan stigma tertentu pada golongan orang tertentu. Orang yang pernah menginap di hotel prodeo atau lembaga pemasyarakatan, misalnya, tak ayal mendapatkan stigma negatif dan cenderung disingkiri. Tidak sedikit narapidana yang kesulitan berbaur kembali dengan masyarakat ketika masa hukumannya usai. Akibatnya, alih-alih kembali bermasyarakat secara wajar, mereka malah kembali terjerumus ke dalam dunia kriminal. Dalam kehidupan iman, menerakan stigma negatif pada orang lain adalah sikap yang tercela. Rasul Yakobus menyebutnya sebagai memandang muka, yaitu membedakan perlakuan terhadap orang lain

Kaerus, Dewa Kesempatan

Kaerus

Dalam mitologi Yunani, Kaerus atau dewa kesempatan digambarkan sebagai dewa yang paling sibuk. Selalu berlari kencang, kakinya bersayap, badan dan kepalanya licin, hanya tersisa sedikit jambulnya. Orang yang bisa menangkap jambulnya akan dianugerahi kesenangan, dikabulkan apa saja permintaannya. Sehubungan dengan kesempatan, ada orang bodoh yang menyia-nyiakan kesempatan, orang kebanyakan yang menanti kesempatan, dan orang bijak yang menyongsong kesempatan. Ada pula orang yang secara cerdik menciptakan kesempatan. Ada banyak kesempatan yang tersedia, dan kita ditantang untuk mendayagunakannya. Keadaan buruk sekalipun dapat

Pengalaman Ziklag

ziklag

Hati siapa yang tidak geram menyaksikan seluruh hartanya habis terbakar dan keluarganya ditawan musuh? Pengikut Daud marah dan kecewa. Daud pun memiliki alasan untuk kecewa. Bagaimana tidak? Selama ini ia sudah cukup menderita karena dikejar musuh. Ia sudah begitu lelah hingga akhirnya tinggal di Ziklag, sebuah tempat yang nyaman. Belum lama ia menikmati rasa aman, musuh datang dan memporakporandakan tempat itu. Rakyat marah dan melemparkan kesalahan pada Daud. Apa yang dilakukannya dalam tekanan sehebat itu? Ia justru menguatkan kepercayaannya kepada

Percaya dan Mengasihi

percaya-mengasihi

Apakah ketika anak kita lahir, kita akan berkata kepadanya, “Anakku, aku bersukacita atas kelahiranmu. Aku mau kamu menunjukkan kasihmu kepadaku. Untuk itu, inilah peraturan-peraturan yang harus kautaati. Kalau kamu tidak setia melakukannya, aku tidak akan mengakuimu lagi sebagai anak”? Namun, tidak sedikit orang percaya yang mengira bahwa Bapa berkata demikian ketika Dia menjadikan kita sebagai anak-Nya. Kita mengira, kita harus menaati berbagai peraturan dan kewajiban agar Bapa tetap berkenan kepada kita.

Baru Bisa Melihat

buta-baru-bisa-melihat

Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu senang melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya: ”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”. Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang juga ceria. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu. Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan­ itu. Mereka berdua merasa sangat risih.

Desain Ilahi Tanaman Jagung

jagung

Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan ditempatkan di suatu dunia yang telah didesain untuk kebaikannya. Bukti akan hal ini dapat ditemukan di mana-mana. Perhatikan tanaman jagung yang rendahan. Satu biji jagung biasanya menghasilkan pohon yang berisi dua batang jagung, masing-masingnya memiliki 400 hingga 600 kernel atau biji. Jadi, satu biji ini menggandakan dirinya 1000 kali lipat atau lebih dalam satu generasi. Jika kamu menanam kembali biji-biji dari satu pohon jagung, dan setiap biji itu tumbuh dewasa – setiap

Menabur Kebaikan

kebaikan

Dalam sebuah rapat, ketika berbicara tentang program sosial yang akan dilakukan oleh gereja kami, seorang majelis bertanya, “Apa untungnya kegiatan ini bagi gereja kita?” Lalu pendeta menjelaskan bahwa salah satu tujuan kehadiran gereja di dunia adalah menjadi berkat bagi orang lain, khususnya bagi orang-orang miskin. Kita tidak memikirkan keuntungan pribadi ketika melakukan pelayanan. Banyak orang Kristen yang terperangkap dalam pemikiran “memberi dan menerima”. Orang tergoda untuk memikirkan apa yang akan ia peroleh jika melakukan suatu kebaikan kepada orang lain. Akibatnya,

« Older Entries