Ingatlah Anak-Anak Skewa

Ketika bacaan Alkitab anda sampai di Kisah Para Rasul 19:13-20 ada dua kemungkinan yang dapat anda lakukan, yaitu melanjutkan ke perikop berikutnya atau mengaitkan peristiwa di dalam perikop ini ke situasi masa kini. Saya memilih opsi yang kedua.

Saya tidak mengabaikan kisah Rasul Paulus yang luarbiasa yang menjadi teladan serta inspirasi iman namun Anak-anak Skewa ini perlu diperhatikan karena ada pelajaran berharga di dalamnya, setidaknya saya dan anda tidak jatuh ke dalam lubang yang sama dengan mereka. Siapakah Anak-anak Skewa ini? Dalam perikop ini, kita menemukan informasi yang luar biasa bahwa mereka adalah anak dari Imam kepala Yahudi. Artinya, orangtua dari anak-anak ini memiliki pengaruh besar dalam masyarakat dan agama Yahudi.

Ada beberapa poin penting yang dapat menjadi peringatan kepada kita mengenai anak-anak Skewa ini.  

Pertama, Agama tidak menjamin seseorang hidup dalam terang. Perhatikan anak-anak skewa yang merupakan anak dari imam kepala yahudi, seharusnya mereka adalah agamais yang taat tetapi faktanya berbeda. Mereka memilih untuk menjadi pembangkang. Sihir merupakan satu dari sekian yang menjadi kejahatan di hadapan Allah (Keluaran 22:18, Yesaya 47:12-15). Hidup dalam masyarakat yang agamais tidak menjamin bahwa semuanya adalah agamais. Demikian pula di dalam kekristenan hari ini, setiap pengikut Kristus harus menyadari bahwa tidak semua yang mengajarkan nilai-nilai “Kristen” adalah benar-benar kristiani. Bertindaklah seperti apa yang disampaikan oleh Firman Tuhan “cerdik seperti ulkar dan tidak berbahaya seperti merpati.

Peringatan kedua adalah perhatikan bagaimana mereka menjadikan nama Yesus sebagai sebuah mantera sihir. Perhatikan kata mereka dalam ayat 13 “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”  Bagi sebagian pengkhotbah kesalahan anak-anak skewa adalah Karena mereka tidak melakukannya dalam iman atau karena berdasarkan iman Rasul Paulus. Tetapi jika diperhatikan dengan baik konteksnya maka kita dapat mengetahui bahwa mereka menggunakan nama “Yesus” sebagai mantera ajaib untuk mengusir setan. Pelajaran berharga untuk hari ini bagi pengkhotbah yang begitu berkobar-kobar menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan, untuk mengadakan KKR kesembuhan dll, saya bisa pastikan bahwa mereka adalah anak-anak skewa modern yang dibalut nama “Yesus”.

Peringatan ketiga adalah yang dilakukan oleh anak-anak Skewa merupakan usaha menghalangi pemberitaan Injil. Walapun mereka menyerukan nama Yesus, tetapi jelas bahwa yang dimaksud adalah Yesus yang lain. Demikian juga dengan pengkhotbah-pengkhotbah hari ini yang menjadikan nama “Yesus” sebagai mantra untuk kesembuhan, untuk mengusir setan dan lain-lain, mereka sesungguhnya bukan untuk memajukan pemberitaan Injil yang benar dan murni, melainkan untuk mengacau dan menghalanginya. Tidak ada Injil yang benar dalam pemberitaan-pemberitaan anak-anak skewa modern ini bahkan kita bisa menilainya melalui akal sehat yang diberikan Tuhan.

Ditulis oleh : Eliyusu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *