Category Archives: Renungan

Sistem Keagamaan Merupakan Musuh Kekristenan Alkitabiah yang Sejati

Ciri utama sebuah negara gereja dan/atau sebuah gereja negara sering kali terungkap ketika seseorang mempelajari sejarah gereja. Hukuman-hukuman yang paling tak berbelas kasihan dan kejam telah diciptakan oleh pengadilan-pengadilan yang tidak Alkitabiah ini. Dalam banyak kejadian, mereka melaksanakan hukuman-hukuman ini dengan keganasan yang sama kejamnya, jika tidak lebih kejam daripada keganasan sistem politik agama-agama penyembah berhala. Setiap tantangan atau ancaman terhadap otoritas yang mereka tetapkan sendiri akan ditanggapi baik dengan serangan verbal maupun serangan fisik dengan semangat yang paling curang

Ia Membunuhku dengan Firman dari MulutNya

Morgan Edwards dilahirkan pada tanggal 9 Mei 1722 dan tumbuh dewasa pada masa pemerintahan George I (1714-27) dan George II (1727-60). Kedua raja ini “secara pribadi mendukung agar bukan hanya kebebasan beragama dapat diterapkan sejauh yang mungkin dicapai pada hari ini, namun juga dapat memperluas wilayah cakupannya.” 1 Trevethin Parish, di Monmouthshire, Wales, tempat Morgan Edwards dilahirkan, memiliki hubungan dengan Inggris dan Wales, dan banyak orang berbicara baik bahasa Inggris maupun Wales. Gereja tersebut [Trevethin Parish] juga telah menjadi salah

Sumber Berkat Rohani

Sekolah Minggu pertama di Amerika didirikan pada bulan September 1799 di Pawtucket, Rhode Island, dan selama dua puluh lima tahun sekolah itu dijalankan seperti sekolah harian biasa setiap hari Minggu dengan penggunaan buku-buku ejaan sebagai perlengkapan murid-muridnya. Akhirnya, gembala-gembala jemaat mulai membayangkan potensi Sekolah-sekolah Minggu yang berorientasikan pada hal-hal rohani, dan rangkaian pelajaran dialihkan kepada Firman Allah. Sekolah Minggu menjadi alat yang efektif bagi penginjilan. Kita hanya bisa mengira-ngira, apa jadinya Kekristenan hari ini tanpa Sekolah-sekolah Minggu lokal! Sekolah Minggu

Sebuah Rantai Emas para Pekerja Kristen

Kesinambungan iman tidak akan pernah dihargai secara utuh oleh kita hingga nanti dalam kemulian kita menyembah di hadapan Tuhan dan mengamati pengestafetan kebenaran dari “iman ke iman.” Reverend Hezekiah Smith, pemimpin yang cakap dari kaum Baptis Amerika di masa awal, dipimpin ke dalam iman dalam Kristus oleh Reverend John Gano di New York City pada awal tahun 1740. Pada tanggal 14 Juni 1770, Reverend Hezekiah Smith dipanggil untuk membaptiskan Reverend Eliaphalet Smith, mantan gembala Presbyterian. Reverend Eliaphalet Smith telah menjadi

Apa Yang Kau Lihat Sayang ?

Pada zaman dahulu hiduplah dua orang jenderal perang besar, Cyrus dan Cagular. Cyrus adalah raja Persia yang terkenal, sedangkan Cagular adalah kepada suku yang terus menerus melakukan perlawanan terhadap serbuan pasukan Cyrus yang bertekat menguasai seluruh Persia. Pasukan Cagular mampu merobek-robek kekuatan pasukan tentara Cyrus, sehingga membuat Cyrus berang karena ambisinya untuk menguasai perbatasan daerah Selatan selalu gagal. Akhirnya, Cyrus mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya, mengepung daerah kekuasaan Cagular, dan melalui pertempuran yang dahsyat berhasil merontokkan pasukan Cagular serta menawan Cagular

Tersenyum di Tengah Sampah

Cuaca panas, debu beterbangan ditiup angin, serta asap pembakaran sampah dan pembuatan arang di Smokey Mountain, tempat pembuangan sampah terbesar di Manila, Filipina, tidak menyurutkan kegembiraan mereka. Meskipun tubuh mereka kotor karena debu, senyum tetap mengembang menghiasi wajah-wajah lugu mereka. Sebuah pemandangan yang mengenaskan, sekaligus memperlihatkan masih adanya sukacita dan harapan di tengah kesusahan dan penderitaan 1.700 keluarga miskin kota yang tinggal di tempat pembuangan sampah. Sukacita yang berasal dari dalam diri, bukan karena keadaan sekitar.

Seandainya Tidak Tuhan Tolong

sadrakh mesakh abednego

Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18) Kita tentu setuju bahwa iman itu penting untuk berdoa secara efektif (Markus 11:4). Namun, tidak sedikit orang yang berdoa dengan tidak yakin. Atau, sebaliknya, ada pula yang berdoa dengan begitu ngotot, seakan-akan mewajibkan Allah menjawab doanya. Untuk tidak tergelincir ke dalam salah satu dari dua ekstrem itu, kita dapat belajar dari doa penuh

Awas ! Injil Tipu Muslihat

Manusia pada dasarnya diciptakan sebagai mahkluk berpengertian, berkesadaran diri dan berkehendak bebas. Dengan demikian manusia bukan hanya bisa menyembah apa saja yang disukainya, bahkan bisa menciptakan sesuatu untuk disembah dirinya dan manusia lain. Dan manusia bukan hanya bisa percaya kepada ajaran yang salah,bahkan juga mampu membelokkan ajaran yang benar atau menciptakan ajaran yang sesat untuk diikuti manusia lain. Ketika murid-murid Tuhan ingin tahu tanda-tanda kedatangan Sang Guru, Tuhan Yesus menjawab dengan menempatkan intensitas penyesatan sebagai tanda utama kedatanganNya, dengan berkata

Hanya Satu Jalan

hanya-satu-jalan

“Guru agama saya di SMP mengajarkan bahwa semua agama itu sama, dan Alkitab itu berisi banyak dongeng. Padahal itu adalah sekolah Kristen, ” kata seorang pengusaha sukses yang juga majelis di gereja kami. “Memang saya lahir dalam keluarga Kristen, dan hidup saya juga benar menurut standar moral dan etika. Saya bahkan tidak merokok. Saat itu saya merasa tidak memerlukan Yesus.” Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk membaca Alkitab. Ia terhenyak oleh pengakuan Yesus tentang diri-Nya sendiri. Yohanes 14:6 menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Allah tanpa melalui

Timotius, Patuhlah !

patuh

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2) Sepulangnya semua rasul ke Sorga, maka tanggung jawab pemberitaan Injil serta pemeliharaan jemaat selanjutnya berada di tangan murid-murid para Rasul. Timotius adalah salah satu kader yang dipersiapkan oleh Rasul Paulus. Menurut sejarah, Timotius sedang menggembalakan jemaat di Efesus ketika menerima surat dari Paulus, yang diperkirakan ditulis dari pemenjaraannya di Roma. Ajaran sesat yang muncul pada saat itu

« Older Entries