Kasih Karunia Yang Luar Biasa

Pada tahun 1700-an, John Newton pergi berlayar bersama ayahnya dengan sebuah kapal dagang. Tak lama setelah ayahnya pensiun, Newton terpaksa bekerja di sebuah kapal perang. Akan tetapi, karena menghadapi kondisi yang tak tertahankan, ia pun melarikan diri, kemudian memohon agar dipindahkan ke sebuah kapal budak yang akan segera berlayar ke Afrika.

Kemudian, Newton tanpa perasaan melakukan perdagangan manusia, dan akhirnya ia menjadi kapten kapal budaknya sendiri. Akan tetapi, pada tanggal 10 Mei 1748, hidupnya mengalami perubahan untuk selamanya. Kapalnya mengalami badai yang hebat dan menakutkan. Ketika kapal itu hampir tenggelam, Newton berteriak keras-keras, “Tuhan, kasihanilah kami!”

Pada malam itu di kabinnya, ia mulai merenungkan Belas Kasih Allah. Melalui mata iman melihat akan pengorbanan Kristus untuknya, John Newton mengalami Kasih Karunia Allah yang luar biasa secara pribadi & pertemuan pribadinya dgn Allah membawa nya mengalami pengalaman yang luar biasa dalam hidupnya. Akhirnya, ia pun meninggalkan bisnis perdagangan budak dan memasuki pelayanan kristiani. Meskipun ia menjadi seorang pengkhotbah Injil, ia kemudian justru lebih dikenang karena kidung pujiannya yang disukai begitu banyak orang, yaitu lagu Amazing Grace. Lagu ini merupakan kesaksian menakjubkan dari pengalamannya sendiri.

Roh Allah menunjukkan dosa kita dan memberi kita kuasa untuk melepaskannya. Apabila kita menerima Kristus sebagai Juru Selamat, maka Dia melakukan bagi kita hal-hal yang tidak dapat kita lakukan dengan kekuatan sendiri. Itulah kasih karunia yang luar biasa.

Dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Roma 5:20)

Baca juga renungan harian lainnya yang berjudul Menabur Kebaikan dan Kisah Ben Carson.