Category Archives: Devotional

Tebuslah waktumu

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, Paulus memberi pesan-pesan yang sungguh luar biasa bagi setiap orang yang sudah percaya. Salah satu yang menjadi pesan Rasul Paulus adalah perihal menebus waktu. Perhatikan Efesus  5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Bejana Pecah di Tangan Tuhan

Kintsukuroi adalah seni memperbaiki bejana/vas yang rusak dg pernis dan bubuk emas. Kesenian ini berasal dari Jepang dan berawal ketika seorang penjunan melihat banyak vas yang bagus, tetapi pecah sehingga dianggap tidak berharga dan dibuang. Melihat hal itu, si penjunan mengumpulkan pecahan2 tersebut dan diperbaikinya dg menyatukan pecahannya. Menariknya, ia tidak menutupi kerusakannya. Ia justru menyatukannya dengan pernis dan bubuk emas sehingga menonjolkan bagian yang rusak dg emas dan membuat bejana itu lebih indah dari sebelumnya.

Rahasia Terbesar Kekuatan Doa

Rahasia terbesar berdoa dengan kuasa adalah apa yang Rasul Yohanes catatkan dari pengalamannya sendiri yang penuh sukacita dalam 1 Yohanes 3:22. “Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.“ Perhatikan kata-kata yang indah tersebut: “apa saja yang kita minta, kita memperolehnya.” Renungkan hal ini! Tidak ada satu doa pun, besar ataupun kecil, yang tidak terjawabkan. Lalu perhatikan alasannya: “Karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang

Apa Nilai Musik Dalam Teori Evolusi?

Berikut ini dari CreationMoments.com, 8 September 2017: “Alkitab memberitahu kita bahwa generasi-generasi awal manusia sudah mulai menciptakan musik. Sampai dengan generasi kedelapan manusia, Yubal, seorang anggota generasi tersebut, dapat hidup dari membuat alat-alat musik. Namun demikian, dari sisi evolusionis, kemampuan musik sepertinya tidak membawa keuntungan apa-apa untuk bertahan hidup. Namun, otak manusia mencadangkan sumber daya yang cukup banyak untuk memproses musik. Kecintaan kita pada musik sudah terpatri dalam otak kita. Setiap dari organ pengindera kita adalah penting untuk dapat menikmati

8 Aktivitas Orang Percaya Sebelum Hari Pengangkatan

Hari pengangkatan, merupakan salah satu hari yang selalu dinanti-nantikan oleh umat percaya di  seluruh dunia. Hari pengangkatan disebut juga sebagai hari Tuhan menjemput umat perjanjian baru di awan-awan (1 Tesalonika 4:17). Sebelum hari itu tiba, sebagai orang percaya Tuhan menghendaki kita melakukan banyak hal dan bukan hanya berdiam diri menunggu hari itu tiba. Dalam artikel ini, beberapa aktivitas penting yang harus kita lakukan sebelum hari pengangkatan itu. 1. Harus menghadiri pertemuan-pertemuan Jemaat Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan

Solusi Depresi

   Berikut ini disadur dari komentari John Phillips atas Mazmur 119: “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Maz. 119:25).   Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur berada dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia terjerembab, muka pada tanah. Dia telah kehabisan akal dan kehabisan sumber daya. Pada titik ini masyarakat kita pastinya menasihatkannya untuk menemui seorang psikiatris, mencari pertolongan profesional.     Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Ia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan membuka masalah-masalahnya,

Richard Lumsden, Seorang Profesor Atheis yang Menjadi Kristen

dr_richard_d_lumsden

Richard Lumsden, Ph.D. (1938-97), adalah seorang atheis Darwinian pada awalnya. Namun, akhirnya dia menjadi seorang Kristen yang percaya Alkitab pada puncak karirnya. Kepercayaannya ini timbul setelah penyelidikan secara ilmiah yang muncul dari pertanyaan mahasiswinya. Lumsden adalah seorang professor parasitologi dan biologi sel, yang juga seorang dekan S2 di Tulane University. Dia telah mendidik 30 orang menjadi Ph.D , menerbitkan ratusan paper ilmiah dan juga pemenang hadiah tertinggi dalam bidang parasitologi.

Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

Church

Kompromi terhadap kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental (bertambah perlahan). Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi teguran terhadap dosa dan kesalahan, membangun khotbah-khotbah yang dangkal, mengurangi tuntutan dari Firman Allah, dan mulai menyepelekan hal-hal kecil dari kebenaran. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh

« Older Entries