Category Archives: Devotional

Solusi Depresi

   Berikut ini disadur dari komentari John Phillips atas Mazmur 119: “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Maz. 119:25).   Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur berada dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia terjerembab, muka pada tanah. Dia telah kehabisan akal dan kehabisan sumber daya. Pada titik ini masyarakat kita pastinya menasihatkannya untuk menemui seorang psikiatris, mencari pertolongan profesional.     Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Ia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan membuka masalah-masalahnya,

Richard Lumsden, Seorang Profesor Atheis yang Menjadi Kristen

dr_richard_d_lumsden

Richard Lumsden, Ph.D. (1938-97), adalah seorang atheis Darwinian pada awalnya. Namun, akhirnya dia menjadi seorang Kristen yang percaya Alkitab pada puncak karirnya. Kepercayaannya ini timbul setelah penyelidikan secara ilmiah yang muncul dari pertanyaan mahasiswinya. Lumsden adalah seorang professor parasitologi dan biologi sel, yang juga seorang dekan S2 di Tulane University. Dia telah mendidik 30 orang menjadi Ph.D , menerbitkan ratusan paper ilmiah dan juga pemenang hadiah tertinggi dalam bidang parasitologi.

Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

Church

Kompromi terhadap kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental (bertambah perlahan). Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi teguran terhadap dosa dan kesalahan, membangun khotbah-khotbah yang dangkal, mengurangi tuntutan dari Firman Allah, dan mulai menyepelekan hal-hal kecil dari kebenaran. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh

Dilahirkan Kembali

Yohanes 3:3-5 “Yesus menjawab, kata-Nya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.’ Kata Nikodemus kepada-Nya: ‘Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?’ Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah.’” Orang Kristen pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “Dilahirkan kembali” atau yang sering juga disebut

Aku Bukan Yang Dulu Lagi

Habis gelap, terbitlah terang Pagi itu, 18 Agustus tahun 2000, saya terbangun dari tidur. Sejenak saya memandangi sekeliling kamar, dan menyadari ada sesuatu yang berbeda pada diri saya. Bukan karena kokok ayam di halaman samping asrama, bukan pula karena kicauan burung dari atas dahan pohon sawo di depan asrama, ataupun karena sinar mentari yang masuk menerobos jendela kamar pagi itu! Melainkan saya merasakan sesuatu yang baru yang sungguh-sungguh belum pernah saya rasakan sebelumnya. Karena malam sebelumnya, 17 Agustus, sekitar jam

Dosa Kecil ?

Sebagai orang yang baru diselamatkan, kita sering takjub tentang kehidupan ini. Kita heran mengapa kita yang melakukan banyak hal menentang Tuhan, tetapi Allah memberi pengampunan kepada kita yang sebenarnya tidak tahu berterimakasih kepada-Nya.? Alangkah Allah yang kita layani adalah pengampun seorang pendosa seperti kita. Tetapi dengan berkata demikian kita lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan kita. Kita harus menjaga mata kita tetap tertuju kepada Allah setiap waktu. Kita harus memberi perhatian penuh kepada-Nya sebesar-besarnya. Kita harus terus-menerus hidup di dalam doa.

Kesombongan

sombong

Kesombongan adalah salah satu dosa yang memiliki akibat yang sangat menghancurkan. Banyak masalah dalam hidup kita merupakan hasil dari kesombongan dalam hidup kita, tapi terlalu banyak orang yang gagal untuk menyadari hal ini. Mereka menjadi begitu sombong atas hal-hal baik yang telah diberikan Allah kepada mereka – pekerjaan, harta, keahlian, keluarga, kedudukan, anak-anak, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Bantal Lembut untuk Hati dan Tubuh yang Menderita

Kebenaran yang dijelaskan jauh berbeda dengan kebenaran yang dialami. Salah satu bagian yang paling sering dikutip dalam Alkitab adalah Roma 8:28-29: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Apakah ada orang Kristen

Kebenaran Alkitabiah Tentang Kemarahan

Alkitab sangat banyak berbicara tentang kemarahan. Tentu saja, bukan marah yang benar melainkan teguran tentang kemarahan yang cenderung membawa kita kearah yang tidak benar dan melangkah ke dalam kejahatan sehingga membuahkan dosa. Seringkali kita berusaha “membenarkan” diri dalam kemarahan kita dan lebih sering menuduh hal-hal lain yang salah yang membuat kita marah. Di sisi lain, kemarahan mengungkapkan  sikap hati nurani terhadap keadilan yang dilanggar di hadapan kita. Namun, kemarahan sangat mudah untuk membuat kita tergelincir ke jurang dosa kebencian, kedengkian dan

« Older Entries