Tag Archives: Santapan Rohani

Tebuslah waktumu

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, Paulus memberi pesan-pesan yang sungguh luar biasa bagi setiap orang yang sudah percaya. Salah satu yang menjadi pesan Rasul Paulus adalah perihal menebus waktu. Perhatikan Efesus  5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Tersenyum di Tengah Sampah

Cuaca panas, debu beterbangan ditiup angin, serta asap pembakaran sampah dan pembuatan arang di Smokey Mountain, tempat pembuangan sampah terbesar di Manila, Filipina, tidak menyurutkan kegembiraan mereka. Meskipun tubuh mereka kotor karena debu, senyum tetap mengembang menghiasi wajah-wajah lugu mereka. Sebuah pemandangan yang mengenaskan, sekaligus memperlihatkan masih adanya sukacita dan harapan di tengah kesusahan dan penderitaan 1.700 keluarga miskin kota yang tinggal di tempat pembuangan sampah. Sukacita yang berasal dari dalam diri, bukan karena keadaan sekitar.

Seandainya Tidak Tuhan Tolong

sadrakh mesakh abednego

Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18) Kita tentu setuju bahwa iman itu penting untuk berdoa secara efektif (Markus 11:4). Namun, tidak sedikit orang yang berdoa dengan tidak yakin. Atau, sebaliknya, ada pula yang berdoa dengan begitu ngotot, seakan-akan mewajibkan Allah menjawab doanya. Untuk tidak tergelincir ke dalam salah satu dari dua ekstrem itu, kita dapat belajar dari doa penuh

Hanya Satu Jalan

hanya-satu-jalan

“Guru agama saya di SMP mengajarkan bahwa semua agama itu sama, dan Alkitab itu berisi banyak dongeng. Padahal itu adalah sekolah Kristen, ” kata seorang pengusaha sukses yang juga majelis di gereja kami. “Memang saya lahir dalam keluarga Kristen, dan hidup saya juga benar menurut standar moral dan etika. Saya bahkan tidak merokok. Saat itu saya merasa tidak memerlukan Yesus.” Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk membaca Alkitab. Ia terhenyak oleh pengakuan Yesus tentang diri-Nya sendiri. Yohanes 14:6 menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Allah tanpa melalui