Category Archives: Kedewasaan Iman

Pandangan yang benar VS Pandangan yang salah

1 Petrus 4:5 (TB) Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati — Bagian ayat ini memberitahu bahwa di masa depan akan ada penghakiman. Dalam penghakiman tersebut, semua orang akan mempertanggungjawabkan segala hal yang telah mereka lakukan semasa hidupnya. Kata “Mereka” yang dimaksud oleh Rasul Petrus ialah mereka yang belum

3 Jenis Manusia dalam Alkitab

1 Petrus 4:3-4 (TB)  Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.   Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah — Ayat ini berbicara mengenai

Contoh Tabur-Tuai dalam Alkitab

Ketika Alkitab mengajarkan tentang prinsip menabur dan menuai dalam kehidupan manusia, maka itu bukan teori belaka, melainkan terdapat banyak contohnya di dalam Alkitab. Prinsip tabur tuai ini adalah sebuah bukti bahwa manusia diberikan kehendak bebas, dan juga akal budi untuk memutuskan apa yang patut ditaburnya supaya suatu hari kelak ia menuai hasilnya. Tanpa akal budi manusia tidak bisa menabur, seperti burung di udara, kata Tuhan Yesus bahwa mereka tidak menabur, hanya menuai. Bukan hanya perlu akal budi, namun juga perlu

Dosa Kecil ?

Sebagai orang yang baru diselamatkan, kita sering takjub tentang kehidupan ini. Kita heran mengapa kita yang melakukan banyak hal menentang Tuhan, tetapi Allah memberi pengampunan kepada kita yang sebenarnya tidak tahu berterimakasih kepada-Nya.? Alangkah Allah yang kita layani adalah pengampun seorang pendosa seperti kita. Tetapi dengan berkata demikian kita lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan kita. Kita harus menjaga mata kita tetap tertuju kepada Allah setiap waktu. Kita harus memberi perhatian penuh kepada-Nya sebesar-besarnya. Kita harus terus-menerus hidup di dalam doa.

Kesombongan

sombong

Kesombongan adalah salah satu dosa yang memiliki akibat yang sangat menghancurkan. Banyak masalah dalam hidup kita merupakan hasil dari kesombongan dalam hidup kita, tapi terlalu banyak orang yang gagal untuk menyadari hal ini. Mereka menjadi begitu sombong atas hal-hal baik yang telah diberikan Allah kepada mereka – pekerjaan, harta, keahlian, keluarga, kedudukan, anak-anak, pendidikan, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Cara Iblis Melawan Tuhan

Setelah Tuhan kembali ke Sorga, dan pelayanan pemberitaan Injil di muka bumi diteruskan oleh para Rasul, maka pada saat itu Tuhan memakai dua alat penting untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Alat pertama ialah para Rasul yang telah dipenuhi Roh Kudus, dan alat kedua ialah orang-orang yang percaya pada pemberitaan para Rasul yang berhimpun yaitu jemaat. Dari Manusia Berpindah Ke Tulisan Kitab PL berisikan segala sesuatu tentang ibadah simbolik ritualistik lahiriah, dan pengajaran moral serta sejarah. Juga

Dua Cara Mendengar

telinga

Matius 7:24-27 Perikop ini ada juga di Lukas 6:47-49, Matius berkata-kata tentang 2 rumah di atas batu dan satunya di atas pasir. Perikop ini bagian terakhir dari khotbah di atas bukit. Maksud Yesus bukan saja supaya pengajaran-Nya itu didengar oleh murid-murid-Nya atau jemaat, namun juga supaya mereka melakukannya. Sekalipun Tuhan Yesus tidak secara eksplisit mengucapkannya, tetapi jelas bahwa yang Ia maksudkan dengan mendengar = mendengar secara benar, mendengar begitu rupa, sehingga mengerti apa yang dimaksudkan. Mendengar yang demikian biasanya memimpin

Kebenaran Alkitabiah Tentang Kemarahan

Alkitab sangat banyak berbicara tentang kemarahan. Tentu saja, bukan marah yang benar melainkan teguran tentang kemarahan yang cenderung membawa kita kearah yang tidak benar dan melangkah ke dalam kejahatan sehingga membuahkan dosa. Seringkali kita berusaha “membenarkan” diri dalam kemarahan kita dan lebih sering menuduh hal-hal lain yang salah yang membuat kita marah. Di sisi lain, kemarahan mengungkapkan  sikap hati nurani terhadap keadilan yang dilanggar di hadapan kita. Namun, kemarahan sangat mudah untuk membuat kita tergelincir ke jurang dosa kebencian, kedengkian dan

« Older Entries