Category Archives: Tokoh Kristen

Daftar Orang Yang Hafal Alkitab

alkitab

Umat kristen berbeda dengan umat agama lainnya. Ada kalangan umat beragama yang pemimpinnya menghafalkan kitab suci nya. Bahkan ini menjadi momok, ejekan dan hinaan terhadap orang kristen. Banyak kritikan bahwa tidak ada orang kristen yang mampu menghafalkan Alkitab. Bahkan yang paling konyol, kemampuan menghafal Alkitab (atau yang disebut Injil atau Bible atau Bibel) ini disangkut-pautkan dengan “bahwa Alkitab bukan Firman Allah” sehingga sulit dihafalkan. Sebenarnya ada banyak orang yang menghafalkan Alkitab namun tidak menonjolkan diri di publik. Mungkin karena mereka

A. W. Tozer

Ketika banyak teolog dan gereja mulai menurunkan standart kebenaran dan memilih mengikuti arus postmodernisme, budaya pop dan arus pluralism, A.W. Tozer tetap berdiri tegak tanpa kompromi menyuarakan kebenaran sejati. Tozer tidak berdiam diri menyaksikan pudarnya kebenaran di zamannya. Ia terus tanpa kenal lelah menulis, menegur, menasihati, dan mengajarkan kebenaran meskipun keadaan semakin memburuk. Kebenaran-kebenaran yang harus diproklamirkan oleh gereja-gereja yang percaya Alkitab pada zaman ini, menurut A.W. Tozer. Keseluruhan hidup orang yang beriman haruslah penuh pertobatan. Pertobatan itu kosong jika

Eric Liddell

D.L. Moddy berkata, “Character is what you in the dark.” Karakter adalah siapa diri kita ditempat yang gelap. Orang yang memiliki karakter akan melakukan apa yang benar dan tetap melakukannya apapun akibatnya. Orang yang memiliki karakter akan menjadi garam dan terang dunia bagi sekitarnya tak peduli apa pun risikonya. Eric Liddell adalah orang percaya yang berasal dari Skotlandia, yang kehidupannya diceritakan dalam film “Chariots of Fire”, adalah seorang pelari yang ikut dalam Olympiade pada tahun 1924 di Paris. Beberapa bulan

MENNO SIMONS

Lima tahun setelah pulang ke desa kelahirannya, Menno Simons yang memegang posisi imam meninggalkan gereja Katolik dan bergabung dengan Anabaptist. Ia meninggalkan posisinya sebagai seorang yang dihormati, kehidupannya yang nyaman, dan menjalani kehidupan sebagai seorang buronan. Dalam suratnya kepada Gellius Faber, Menno menuliskan pengalamannya: “Maka saya, tanpa keragu-raguan, meninggalkan seluruh reputasi duniawi, nama dan popularitas, kelakuan yang tidak kristiani, misa, baptisan bayi, dan hidup yang mudah. Saya dengan sukarela menghadapi kemiskinan dan hidup susah di bawah salib Kristus yang berat.