Category Archives: Bibliologi

Gereja Alkitabiah & Musiknya

music

Musik memberikan pengaruh terhadap mahluk hidup. Apakah pengaruh musik terhadap kita ? Bagaimana mengidentifikasi musik yang baik bagi kita ? Seringkali timbul pertanyaan bagi mereka yang memahami psikologi. Bagaimanakah musik yang baik dan musik yang tidak baik ? Disisi lain banyak juga yang berkomentas, bukankah sebenarnya semua musik sama saja ? Misalnya, nada C di musik satu sama dengan nada C di musik yang lain. Bukankah baik buruk pengaruh musik tergantung pada orang yang menyukainya ? Bagaimana jawabannya ? Benarkah

9 Fakta Tentang Neraka

Dalam Alkitab kita bisa mengetahui bagaimana Neraka itu. Dalam mitos dan kepercayaan lain Neraka digambarkan secara salah dan menipu. Pertama, Neraka adalah tempat api tidak terpadamkan (Matius 3:12, Matius 13:41-42, Markus 9:43) Kedua, Neraka adalah tempat munculnya kenangan dan penyesalan. Dalam kasus orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31), orang kaya dalam kondisi tersiksa mengingat bahwa ada keluarganya dalam kondisi yang sama dengan dia.

Distorsi Terhadap Injil

     Sama seperti perintah Tuhan/Firman Tuhan yaitu Alkitab, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi, (Lihat Wahyu 22:18-19) demikian juga terhadap Injil tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi.      Sederhananya, Kita diselamatkan karena Pertobatan dan percaya kepada Yesus Kristus yang sudah menebus kita. Lihat Markus 1:15. Dan inilah berita Injil yang disampaikan oleh para Rasul, contohnya Rasul Paulus (Kisah Rasul 20:21, Kisah Rasul 16:30-31) dan injil adalah sesuatu yang kompleks dimulai dari yang sederhana ini.    

Alasan Membaca Alkitab dan Bahaya Bagi yang Tidak Membaca Alkitab

alkitab

Berikut ini disadur dari buku J.C. Ryle, How Readest Thou? Tentang mengapa perlu membaca Alkitab. Pertama, karena tidak ada pengetahuan yang secara absolut dibutuhkan manusia untuk keselamatan, kecuali pengetahuan akan hal-hal yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Kedua, tidak ada buku yang eksis yang ditulis dengan cara seperti Alkitab. Ketiga, tidak ada buku yang eksis yang mengandung hal-hal yang sedemikian penting seperti dalam Alkitab. Keempat, tidak ada buku yang eksis yang telah menghasilkan efek-efek yang sedemikian luar biasa bagi manusia seperti Alkitab.

12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar

Cukup banyak buku bagaimana cara menafsir Alkitab yang Baik dan benar, mulai dari tulisan Hasan Sutanto, dosen SAAT yang sekarang mengajar di TTC, juga beberapa penulis luar negeri. Sekarang saya mau berbagi, dari apa yang saya baca melalui buku tulisan Dr. Suhento Liauw, Gembala GBIA Graphe dan Rektor STT Graphe atau GITS Jakarta Utara. Dr. Suhento Liauw dalam bukunya Cara menafsir Alkitab dengan Tepat dan Benar (Hermeneutika) memberikan 12 poin Penting untuk diingat dan diterapkan dalam Menafsir Alkitab. Apa saja ke-12 Prinsip

Makna Kebangkitan Kristus, yang berhubungan dengan Doktrin – doktrin penting kekristenan

1 Korintus 15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 1. Kebangkitan Yesus berhubungan dengan ajaran Kristologi – Ajaran tentang Kristus Kebangkitan tersebut menyatakan identitas diri Yesus Kristus. Seluruh pendiri agama, betapapun besarnya mereka itu, mereka memiliki nasib dan kondisi yang sama: mereka semua berada di dalam kuburan. Tetapi Yesus Kristus, Ia mengosongkan kuburan. Kematian tidak dapat menghentikanNya. Ini membuktikan ke-TuhananNya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan satu-satunya Tuhan. Kebangkitan Yesus membuktikan

APAKAH KEBENARAN ITU ?

Apakah kebenaran itu? Pilatus bukan orang yang pertama yang menanyakan pertanyaan ini, sampai saat ini suara itu masih terdengar dimana-mana (Yoh. 18:37). Pencarian Kebenaran merupakan hal yang membingungkan banyak orang, tetapi kebenaran merupakan hal yang terbaik di dalam dunia. Anehnya, kita sering bersikap ambivalen terhadap kebenaran. Kita mencari-cari kebenaran, namun kita takut terhadapnya. Di satu sisi kita ingin mengejar kebenaran kemanapun kebenaran membawa kita; di sisi yang lain kita melawan ketika kebenaran itu mulai membawa ke tempat yang tidak kita

10 ALASAN MEMPERCAYAI ALKITAB

1. KEJUJURANNYA Alkitab sungguh jujur. Ketika manusia menulis biografi tentang pahlawan-pahlawannya, seringkali ia akan menghilangkan atau memperlembut kesalahan-kesalahan mereka; tetapi Alkitab memperlihatkan kualitas ilahinya dengan menyatakan manusia sebagaimana adanya. Bahkan orang-orang yang terbaik dalam Alkitab sekalipun digambarkan lengkap dengan segala kesalahan mereka. Kita diberitahu dengan jelas tentang pemberontakan Adam, kemabukan Nuh, perselingkuhan Daud, kesesatan Salomo, ngambeknya Yunus, penyangkalan Petrus akan tuannya, perselisihan Paulus dan Barnabas, ketidakpercayaan para murid akan kebangkitan Yesus Kristus, dan juga dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan gereja-gereja mula-mula. Alkitab

Manfaat & Metode Menghafalkan Firman Tuhan

Bagi sebagian orang, menghafalkan firman Tuhan nampaknya begitu tidak menarik. Cobalah minta mereka menghafalkan ayat-ayat Alkitab; mereka akan terlihat segan melakukannya. Mengapa begitu? Barangkali mereka berfikir, pekerjaan menghafal itu seperti kegiatan menghafal sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah. Itu kegiatan yang menuntut kerja keras, tidak menarik, membosankan, dan manfaatnya terbatas. Sering juga ada yang melontarkan alasan bahwa daya ingatnya sudah tidak tajam lagi. Bagaimana kalau saya menawarkan sejuta rupiah kepada Anda bagi setiap ayat yang anda hafalkan dalam jangka

Apa Alkitab Itu?

Guru besar Yale University, William Lyns Phelps, mengatakan, “Peradaban kita didirikan di atas fondasi Alkitab. Sebagian besar gagasan kita, kearifan kita, falsafah kita, sastra kita, seni kita, hukum kita berasal dari Alkitab dari pada berasal dari panduan buku-buku lain.” Ahli falsafah besar asal Inggris, John locke, yang tulisan politiknya memberi saham besar kepada demokrasi Amerika, pernah berkata, “Alkitab merupakan salah satu berkat paling besar yang Tuhan karuniakan kepada manusia.” (William J. Federer, America`s God and Country: Encyclopedia for Quatations). Etimologi

« Older Entries