Sukses & Hambatan-Hambatannya

images (2)Sukses menurut dunia berbeda dengan arti sukses menurut pandangan Tuhan. Sebagian besar definisi sukses yang diketahui sebagian besar orang bertentangan dengan apa yang Tuhan maksudkan dalam Alkitab.

Definisi sukses menurut Alkitab adalah keberhasilan yang terus-menerus dalam menjadi orang seperti yang dikehendaki Allah, serta dalam mencapai sasaran-sasaran yang telah kita tetapkan dengan bantuan Allah. Sukses berakar pada panggilan Tuhan terhadap kita, berakar pada hubungan kita dengan Tuhan, yang memungkinkan kita menjadi orang seperti yang dikehendaki-Nya.

Intinya, sukses dalam perspektif kerajaan sorga adalah “menjadi orang yang dikehendaki Tuhan.” Ketika Anda mengetahui tujuan-tujuan Tuhan atas hidup Anda, dan Anda hidup untuk tujuan-tujuan-Nya, maka Anda telah berhasil, Anda sukses menurut Alkitab.

Itu berarti Anda tidak harus menjadi seorang pendeta / gembala, Penginjil, atau aktifis gereja. Anda bisa sukses secara alkitabiah dalam banyak bidang pekerjaan sebagai seorang bisnismen, pengusaha, karyawan, pekerja kasar, pegawai negeri, atlit, olahragawan, dokter, guru, designer sepanjang Anda mengetahui tujuan Allah atas hidup Anda di dunia.

Akan tetapi, kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Ada prinsip-prinsip yang harus kita ketahui dan jalani. Ada hambatan-hambatan dan rintangan-rintangan yang harus kita atasi. Jika kita berhasil mengenali dan mengatasi hambatan-hambatan tersebut, jalan menuju sukses sangat terbuka lebar.

Hambatan-Hambatan Kesuksesan

Mengapakah ada orang yang gagal mencapai sasaran-saaran yang diberikan Allah, sementara yang lain tampaknya selalu sukses dalam hidupnya? Ada saja alasan serta pembenarannya. Ada yang percaya bahwa mereka tidak sukses karena latar belakang keluarganya yang sulit. Ada juga yang mengatakan tidak mendapatkan pelatihan yang sebagaimana mestinya, bantuan, atau dorongan untuk meraih sukses. Ada juga yang mengatakan kurangnya pendidikan formal, atau cacat fisik atau mental. Berbagai alasan ini bukanlah alasan sesungguhnya mengapa orang gagal mencapai sasaran-sasaran yang Allah tetapkan untuk hidup mereka. Alasan-alasan sesungguhnya mengapa orang gagal terletak di dalam dirinya sendiri.

Menyingkirkan Setiap Beban

Allah memiliki rencana dan kehendak bagi setiap orang. Ia memberikan arah kepada kita masing-masing, seperangkat sasaran, maksud/tujuan hidup. Tak ada orang yang perlu terus gagal dalam hidupnya dan bertanya.tanya. Untuk apa aku berada di sini? Kemana aku akan menuju?

Firman Allah menjadikannya sangat jelas untuk apa kita berada di sini dan kemana kita akan menuju! Kita berada di sini untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita dan melayani Dia sebagai Tuhan kita, kemanapun Ia membimbing kita. Kita ditakdirkan untuk menjadi serupa dengan karakter Kristus dan menuju ke rumah kekal dengan Bapa sorgawi kita. Lalu, mengapakah kita terkadang gagal mencapai sukses individual yang Allah tetapkan untuk kita? Ibrani 12:1-2 memberikan alasannya:

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kabar baiknya dari ayat ini adalah bahwa Anda dikelilingi oleh banyak pemberi dorongan, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada untuk tinggal bersama Tuhan. Tak terhitung banyaknya orang kudus Allah telah menjalani hidup sukses di dalam Kristus Yesus. Mereka dapat menginspirasikan Anda dan seharusnya memang demikian. Tuhan sendiri seharusnya menjadi pemberi dorongan utama kita. Katanya dalam Ibrani 13:5, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.

Tuhan selalu menyertai kita untuk menolong kita, mengajar kita, membimbing kita, menghibur kita dan memberdayakan kita. Ada dua hal yang spesifik yang dinyatakan sebagai hambatan terhadap upaya Anda meraih sukses: Yaitu yang pertama beban- hal hal yang mengganggu Anda, menggangu pikiran Anda, membuat Anda cemas dan frustasi dan berkecil hati. Yang kedua dosa- hal-hal yang menjerat Anda dan menyebabkan Anda melewatkan semua berkat serta peluang dari Allah. Anda harus menanggalkan keduanya. Alkitab menggambarkan tujuh hambatan terhadap sukses. Dan kita semua harus menghadapinya.

Apakah kita sebagai ibu rumah tangga, pemimpin perusahaan, pengacara, dokter, pengkotbah, guru, perlu mengatasinya. Allah akan menolong kita mengatasinya, namun Allah takkan menghilangkannya dari hidup kita jika kita sendiri tidak aktif memilih untuk melawan hal-hal yang membebani dan menghambat kita ini.

  • Hambatan rasa takut

Hambatan terhadap sukses, yang pertama dan mungkin yang paling umum adalah rasa takut. Rasa takut adalah perasaan tidak enak bahwa kita tidak memadai. Rasa takut adalah tanda bahaya yang bekerja ketika kita merasa terancam atau tiba-tiba merasa tak berdaya. Yang kita bicarakan adalah rasa takut yang menguasi, yang melumpuhkan. Paulus menulis kepada Timotius, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 timotius 1:7).

Jika rasa takut menyerang Anda, hadapilah. Tanyakanlah kepada diri sendiri, apa yang aku takuti sebenarnya? Apakah anda takut gagal yang akan membuat anda di kritik? Apakah Anda takut gagal yang akan membuat anda di tolak oleh seseorang yang anda kagumi atau kasihi ? Akuilah rasa takut itu kepada diri sendiri dan kepada Allah. Dan terkadang anda mungkin sebaiknya mengakuinya juga kepada orang lain. Lalu segeralah berpaling kepada urusan iman. Iman adalah kebalikan dari rasa takut. Iman adalah solusi bagi rasa takut. Lakukanlah hal-hal yang membagun iman Anda. Ibrani 13:6, “ Tuhan adalah penolongku, Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap Aku?

  • Hambatan Kebimbangan

Kebimbangan adalah kurangnya kepastian. Jika kita bimbang, kita menjadi tidak mantap, coba-coba, dan goyah, dalam mengejar sasaran kita. Seperti halnya terhadap rasa takut, Anda juga menghadapi kebimbangan. Anda harus bertanya, mengapa aku bimbang? Ada beberapa alasannya. Satu adalah kurang memahami bahwa Allah selalu menyertai Anda. Ingatlah akan ayat ayat ini. Filipi 4:13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku, Filipi 4:19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.

Satu lagi alasan mengapa orang bimbang adalah karena kegagalan- kegagalan di masa lalu. Mereka simpulkan bahwa karena mereka pernah gagal dimasa lalu atau mungkin bahkan berulang-ulang Allah tidak menyertai mereka dan bahwa mereka pasti akan gagal lagi. Percayalah Firman Allah. Banyak orang bimbang karena tidak percaya Firman Allah. Mereka baca Alkitab namun kemudian menyimpulkan itu bukan bagi saya tetapi itu bagi orang lain.Tetapi percayalah Firman itu adalah bagi Anda.

  • Hambatan berupa suka cari cari alasan

Suka cari-cari alasan adalah penyakit jiwa. Ini adalah penyakit suka mencari pembenaran yang berakar serta mempengaruhi seluruh hasrat orang yang bersangkutan untuk mengejar sasaran yang diberikan Allah hingga tuntas. Tak terhitung orang yang menderita penyakit rohaniah ini. Suka cari-cari alasan adalah kebiasaan memaafkan diri sendiri ketika kita tidak melaksanakan apa yang harus kita laksanakan.

Jangan pernah coba-coba menyalahkan orang lain atas kegagalan Anda. Itu termasuk pasangan anda, boss Anda, Sahabat Anda, Pendeta Anda atau siapapun yang anda jumpai. Allah telah memberi Anda karunia-karunia rohaniah dan talenta yang Ia kehendaki Anda gunakan, tanpa banyak alasan. Tak ada alasan untuk tidak pergi ke gereja, baca Alkitab, berdoa, membagi iman, atau mengasihi orang lain dengan murah hati.

  • Hambatan berupa suka menunda-nunda

Suka menunda- nunda artinya hingga besok sesuatu yang Anda tahu harus Anda laksanakan hari ini. Seringkali alasan menunda-nunda yang tampak adalah rasa takut, bimbang, atau berbagai alasan lainnya, padahal inti dari sifat menunda-nunda adalah kurangnya motivasi. Ada dua tipe orang yang terutama cenderung menunda-nunda.

Yang pertama adalah orang yang perfeksionis. Seorang yang perfeksionis bukanlah orang yang mengerahkan segala kemampuannya dalam segala tugas yang dilaksanakannya. Seorang perfeksionis merasa terdorong untuk melakukan segalanya dengan sempurna.. Seorang perfeksionis seringkali menyelesaikan suatu tugas dengan lebih lama ketimbang yang seharusnya karena berupaya membuat setiap tugas detilnya sempurna.

Tipe orang yang kedua yang cenderung menunda-nunda adalah penghindar ketidaknyamanan. Orang ini tahu bahwa mencapai suatu sasaran menuntut upaya, tenaga, dan menolak kesenangan kedagingan. Penghindar ketidaknyamanan lebih suka santai ketimbang meningkatkan upaya yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran. Apakah Anda diperbudak oleh perfeksionisme? Apakah Anda berusaha menghindar dari ketidaknyamanan? Jika ya, Anda perlu memohon kepada Tuhan agar membebaskan Anda dari perfeksionisme.

Tak ada orang yang sempurna kecuali Allah. Ia tidak berharap Anda sempurna. Ia tahu segala tentang ketidaksempurnaan Anda, namun ia memilih untuk tinggal di dalam Anda dengan kuasa Roh kudus untuk menolong Anda mengatasi ketidaksempurnaan Anda. Karya penyempurnaannya adalah karyaNya, bukan karya Anda.

  • Hambatan ketamakan

Ketamakan adalah keinginan yang tidak puas-puasnya untuk mendapatkan lebih banyak ketimbang yang dibutuhkan. Tak ada puas-puasnya. Orang yang tamak tidak pernah merasa cukup. Jika Anda memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi kaya atau mendapatkan banyak uang, Anda perlu bertanya kepada diri sendiri, mengapa, mengapa Anda ingin kaya? Apakah agar dapat menyombongkan diri? Apakah agar dapat memaksakan kehendak dan pengaruh terhadap orang lain? Alasan-alasan ini tidaklah sejalan dengan Firman Allah. Bagaimanakah ketamakan menjadi batu sandungan dalam mencapai sasaran-sasaran? Kecendurangannya begini.

Ketamakan timbul di dunia alami, dunia indera, dunia materi, dunia keuangan. Orang yang tamak menginginkan satu dolar lagi, satu setelan jas lagi, satu kecap lagi, satu apapun lagi yang diinginkannya. Dan semakin ia kejar satu hal lagi, semakin ia kurang memperhatikan soal-soal rohaniah. Upayanya mengejar dunia alami mengalahkan hasratnya untuk mengejar hal-hal menyangkut Allah. Hasrat Tuhan adalah agar kita kembangkan suatu kerinduan yang terus meningkat untuk menjadi serupa dengan Kristus dan untuk melakukan hal-hal yang dikehendaki Tuhan.

Kebanyakan hal yang dikehendaki Tuhan akan membimbing kita untuk membangun roh ketimbang memuaskan daging. Jatuh ke dalam ketamakan artinya berlawanan arah dengan apa yang dikehendaki Allah. Alkitab sangat menentang ketamakan. Yesus mengajarkan , “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu (Luk 12:15) . Ketamakan tidak cocok dengan karakter umat kristiani. Kita harus secara aktif memilih untuk membuangnya dari hidup kita.

  • Hambatan Dosa

Kata lain dari hambatan ini adalah pelanggaran terhadap hati nurani. Hati nurani anda berfungsi sebagai sistem tanda bahaya internal dalam roh dan jiwa Anda. Hati nurani Anda memperingatkan Anda akan bahaya perilaku atau bahaya moral yang dapat membawa kepada kehancuran. Orang yang sengaja melanggar hati nuraninya berulang-ulang mengeraskan hatinya terhadap kesadaran serta kebencian terhadap dosa. Paulus memperingatkan Timotius, “Ada orang yang akan murtad… oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memaki cap mereka (1Timotius 4:1-2). Semakin seseorang dengan sengaja melanggar hati nuraninya dan meneruskan berbuat dosa, semakin ia tidak menghargai tanda-tanda peringatan nuraninya. Akhirnya, ia takkan mengalami lagi peringatan apapun dalam batinnya menyangkut dosa. Kemampuan membedakan yang jahat dari yang baik menjadi rusak.

Dapatkah seseorang mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan Allah untuk hidupnya jika hati nuraninya telah menjadi tumpul dan berulang kali ia berbuat dosa? Tidak. Upaya melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan seseorang adalah kebalikan dari upaya mengejar kehendak daging. Untuk menetapkan sasaran-sasaran yang kudus dan mengejarnya dengan penuh antusiasme, seseorang harus bersedia menjauhkan dirinya dari dosa dan menolak setiap pencobaan untuk berbuat dosa.

  • Hambatan kemalasan

Dalam Alkitab, malas itu bertentangan dengan rajin. Orang yang malas berupaya hidup dengan upaya sesedikit mungkin, sesedikit mungkin kreativitas dan tenaga, dan sesedikit mungkin keterlibatan dengan orang lain.

Mengejar sasaran-sasaran yang kudus membutuhkan tenaga. Membangun hubungan yang kudus membutuhkan upaya. Orang yang malas tidak mau menawarkan dirinya kepada orang lain atau untuk mengejar sasaran.-sasaran. Tiga kebohongan yang dipercayai orang malas.

  1. Anda bisa bekerja dengan lebih cerdik, bukannya lebih keras. Tak ada sasaran yang layak dicapai, setiap sasaran menuntut kerja keras, kerja lembur, belajar keras.
  2. Jangan biarkan orang lain memanfaatkan Anda. Berilah seminimal mungkin, kalau tidak, orang akan memanfaatkan Anda. Allah menghendaki kita melibatkan diri dengan orang lain dan bersikap murah hati terhadap mereka. Hanya ketika kita memberikan yang terbaiklah kepada orang lain, kita memposisikan diri untuk menerima yang terbaik dari Allah.
  3. Untuk apa repot-repot. Rileks saja. Nikmatilah hidup. Tuhan tentunya menghendaki kita menikmati hidup, namun rasanya Ia menghendaki kita untuk membaui bunga mawar itu sementara kita mengolah kebunnya. Alkitab memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang malas. Amsal 18:9 : Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Masa Depan Menakjubkan

Kita telah diberikan janji menakjubkan dan kehadiran Roh kudus yang tinggal di dalam diri kita untuk memungkinkan kita mencapai segala yang Allah tetapkan bagi kita. Roh kudus akan membantu kita mengatasi berbagai hambatan ini jika kita minta tolong kepadanya. Namun Roh kudus takkan melawan kehendak pribadi kita kecuali kita mengundangnya untuk menolong kita. Mintalah agar Tuhan membantu Anda maju terus dalam hidup Anda dan kejarlah sasaran-sasaran Anda. (alki.tombuku@yahoo.com)

By Dr. Charles Stanley

(President In Touch Ministry, Gembala Gereja Baptis Pertama di Atlanta, Georgia, USA, Penulis lebih dari 30 judul buku terlaris di dunia, yang banyak memenangkan penghargaan, dan terpilih sebagai Hamba Tuhan yg paling berpengaruh di Amerika Serikat dalam dua dekade ini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order