Category Archives: Arkeologi

Peneliti : Neanderthal Dapat Membuat Api Sendiri

Para peneliti yang menyelidiki alat-alat yang dipakai oleh Neanderthal, telah menemukan bahwa mereka bisa memulai api dengan menggunakan batu api. Arkeolog, Andrew Sorensen, dari Universitas Leiden di Belanda, mengatakan, “Saya mengenali pola pemakaian seperti ini dari pekerjaan eksperimental saya dulu. … Mampu membuat api mereka sendiri memberikan para Neanderthal lebih banyak fleksibilitas dalam kehidupan mereka. Ini adalah keahlian yang telah kita duga, tetapi yang tadinya tidak kita pastikan mereka miliki”. (“Neanderthals could start their own fires”, UPI, 19 Juli 2018).

Sarang Lebah Kuno Ditemukan di Israel

Di dalam Alkitab dua puluh kali Israel digambarkan sebagai tempat yang berlimpah susu dan madu (Keluaran 4:8 dll). Banyak sejarahwan dan arkeologis modern mengartikan bahwa madu yang dimaksud ini adalah hasil dari buah korma atau buah ara, bukan madu yang dari sarang lebah. Tetapi pada bulan September 2017, para arkeolog yang dipimpin oleh profesor Hebrew University, Amihai Mazar, menemukan suatu daerah industri madu lebah berusia 2.900 tahun di Lembah Yordan di Israel utara.

Taman-Taman Kuno Ditemukan Di Petra

taman-kuno-kota-petra

Para arkeolog menyatakan bahwa mereka telah menemukan taman-taman kuno di kota Petra. Taman kuno ini memiliki sistem terowongan air. “Penggalian baru-baru ini di Petra telah menyingkapkan suatu sistem irigasi dan penampungan air yang secara mengejutkan sangat canggih, yang memungkinkan penduduk kota padang pasir itu untuk bertahan hidup – dan bahkan memelihara sebuah taman yang indah dengan air mancur, kolam-kolam dan sebuah kolam renang yang besar. Keahlian teknis dan berbagai hal wewah yang ditemukan ini bersaksi tentang kekayaan dan kegemilangan ibukota kuno

Teknologi 3D Membuktikan Alkitab Tidak Berubah Selama 2000 Tahun

gumpalan-hangus-kitab-imamat

Sebuah gumpalan terbakar yang berisi gulungan berusia 2000 tahun, selama puluhan tahun hanya disimpan di dalam ruang arkeologi Israel. Gulungan tersebut terlalu rapuh untuk dibuka. Kini teknologi pemindai yang baru telah berhasil menyingkapkan apa yang tertulis di dalamnya, yaitu bukti paling awal sebuah teks Alkitab dalam bentuk standar. Penemuan ini diumumkan di sebuah artikel jurnal Science Advances oleh para peneliti di Kentucky dan Yerusalem.