Doa Menjembatani Keterbatasan Manusia dengan Ketidakterbatasan Allah

tangan_berdoa

Menurut Buku Catatan Pengadilan dari Chesterfield County, Virginia, nomor 5, halaman 400, David Tinsley ditahan pada tanggal 4 Februari, 1744. Dakwaan-dakwaannya adalah sebagai berikut :
David Tinsley diserahkan dengan dakwaan berkumpul dan berkhotbah kepada orang-orang di berbagai waktu dan tempat di negeri ini sebagai seorang pengkhotbah Baptis, dan David mengakui di pengadilan bahwa ia telah berbuat demikian.

Oleh karena itu atas pertimbangan pengadilan bahwa tindakannya itu sama dengan merusak kedamaian dan perilaku baik, diperintahkan agar ia memberikan jaminan untuk menjaga kedamaian dan untuk menjaga kelakuan yang baik selama satu tahun yang mengakibatkan dia didenda sebesar 50 pound dan dua jaminan dengan masing-masing denda sebesar 25 pound .”¹

Pernyataan pengadilan mengenai peristiwa ini mengindikasikan bahwa pada waktu itu adalah suatu kejahatan untuk menjadi seorang Baptis dan mengkhotbahkan Injil Yesus Kristus. Pada tanggal 4 maret di tahun yang sama itu, Archibald W. Roberts didakwa karena menggunakan lagu-lagu himne dan puisi daripada mazmur Daud setelah perjamuan dan penguraian Firman Tuhan. Negara dan gerejanya menggunakan setiap cara untuk mengekang suara dari para penginjil Baptis tersebut yang memproklamirkan pesan kasih karunia Allah.

Tinsley ditahan selama empat bulan dan enam belas hari, dan selama waktu itu, ia bersama dengan teman-temannya yang juga dipenjarakan, berkhotbah kepada kerumunan yang berkumpul melalui jeruji penjara. Para petugas Chesterfield memperdebatkan apa yang sebenarnya kata hukum dalam kasus ini sementara Tinsley merana dalam penjara. Ia memohon dalam suratnya kepada saudara-saudara seimannya di asosiasi yang berkumpul di Hall’s Meeting House di Halifax County, pada Sabtu kedua di bulan Mei 1774.

Catatan asosiasi mengatakan hal berikut mengenai permohonan Tinsley, sebagiannya : “Hati saudara-saudara seimannya dipengaruhi karena penderitaan mereka, sehingga disetujui untuk mengadakan konstribusi untuk membantu mereka. Sebuah ketetapan telah dibuat untuk menjadikan Sabtu kedua dan Sabtu ketiga di bulan juni ini sebagai hari publik berpuasa untuk berdoa bagi “para penganiaya yang buta ini, dan untuk dibebaskannya saudara-saudara seiman kita.”²

Uang yang telah dikumpulkan itu dikirimkan, terbungkus dalam sebuah saputangan, kepada Patrick Henry, yang dipekerjakan untuk memperjuangkan kebebasan para pengkhotbah. Uang tersebut dikembalikan oleh patriot mulia itu, namun ia tetap mengetengahi perkara mereka. Ketika sebuah tembok didirikan di depan jeruji penjara untuk menghalangi para pengkhotbah mengajar orang-orang di luar penjara itu siap mendengarkan. Persekutuan ini, terbentuk dari semua yang terlibat, menjadi terkenal dengan sebutan “brigade bandana (saputangan).”

Sungguh sebuah saputangan yang bersejarah! Tidak pernah ada bendera yang memberikan sinyal atau menjadi tanda untuk sebuah perkara yang lebih layak atau berkibar di hadapan sekelompok oranag yang terpenjara yang lebih mulia. Berdoa dan berpuasa sangatlah efektif. Hari Tinsley dilepaskan adalah mendekati atau bahkan tepat di hari puasa kedua. Doa adalah rantai yang menghubungkan dunia dan Sorga, keterbatasan manusia dengan ketidakterbatasan Allah. Bukan saja David Tinsley dilepaskan pada waktu itu, tetapi rangkaian-rangkaian pemenjaraan segera berakhir. Hanya dua penahanan lagi yang diketahui terjadi di seluruh koloni itu dan Persemakmuran Virginia – satu di tahun 1775 dan yang lainnya di tahun 1778.

Selama masa pemenjaraan ini, banyak orang yang penasaran pergi ke penjara untuk mendengar dan mengolok-olok pengkhotbah-pengkhotbah ini, namun mereka justru berhasil diyakinkan tentang dosa mereka oleh pesan kebenaran yang disampaikan oleh para pengkhotbah itu. Sejumlah besar orang diselamatkan dan menjadi orang Baptis, dan beberapa menjadi pengkhotbah-pengkhotbah Baptis.

¹ Lewis Peyton, _Imprisoned Preachers and Religious Liberty in Virginia (Lynchburg Va. : J. P. Bell Co., 1938), hal. 441-446.
² Ibid.

Sumber: Buku Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis

Renungan Tambahan Dr. Suhento Liauw (Gembala GBIA Graphe):

  1. Iblis tak akan pernah berhenti mengganggu pemberitaan Injil yang benar. Jika pemberitaan Injil yang salah justru akan mendukungnya. Pemakaian kekuasaan negara adalah salah satu cara yang iblis paling suka karena cukup efektif, maka akan selalu dipakainya ulang.
  2. Doa adalah satu-satunya cara yang anak-anak Tuhan bisa lakukan terlebih ketika menghadapi kekuasaan pemerintahan. Ketika berhadapan dengan kekuasaan, tak ada cara lain selain lapor kepada yang lebih berkuasa.
  3. Berdoa dan memberi adalah bukti perhatian yang bisa menggugah hati Tuhan.