Author Archives: Eliyusu Zai

Solusi Depresi

   Berikut ini disadur dari komentari John Phillips atas Mazmur 119: “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu” (Maz. 119:25).   Tidak diragukan lagi bahwa sang pemazmur berada dalam cengkeraman depresi yang mendalam. Dia terjerembab, muka pada tanah. Dia telah kehabisan akal dan kehabisan sumber daya. Pada titik ini masyarakat kita pastinya menasihatkannya untuk menemui seorang psikiatris, mencari pertolongan profesional.     Pemazmur membuat usulan yang berbeda. Ia berkata kepada Tuhan, “hidupkanlah aku.” Dia memang akan membuka masalah-masalahnya,

Kristus yang Tidak Berdosa

yesus-tidak-berdosa

“Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Rom. 1:4). Berikut ini digabungkan dari komentari John Phillips di Roma 1 dan Matius 5: “Ungkapan ‘Roh kekudusan’ mengindikasikan bahwa Tuhan Yesus menjalani hidup yang berkemenangan atas dosa, dan sungguh, hidup-Nya kudus sempurna.

Apakah Kolose 1:15 dan Wahyu 3:14 Mengajarkan Bahwa Yesus Adalah Ciptaan?

siapakah-yesus

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain (2 Petrus 3:15-16).

Kemerosotan Gembala kepada Kompromi

Church

Kompromi terhadap kebenaran tidak terjadi sekaligus. Ia bersifat inkremental (bertambah perlahan). Dalam kasus seorang gembala sidang, hal ini dapat dilihat dari khotbah-khotbahnya, bagaimana ia secara perlahan mengurangi teguran terhadap dosa dan kesalahan, membangun khotbah-khotbah yang dangkal, mengurangi tuntutan dari Firman Allah, dan mulai menyepelekan hal-hal kecil dari kebenaran. Alkitab mengatakan bahwa pengkhotbah haruslah menyatakan kesalahan, menegor dan menasihat (2 Tim. 4:2), untuk menasihati dengan segala kewibawaan (Tit. 2:15), dan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Dia diharuskan untuk memberitakan seluruh

Alasan Membaca Alkitab dan Bahaya Bagi yang Tidak Membaca Alkitab

alkitab

Berikut ini disadur dari buku J.C. Ryle, How Readest Thou? Tentang mengapa perlu membaca Alkitab. Pertama, karena tidak ada pengetahuan yang secara absolut dibutuhkan manusia untuk keselamatan, kecuali pengetahuan akan hal-hal yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Kedua, tidak ada buku yang eksis yang ditulis dengan cara seperti Alkitab. Ketiga, tidak ada buku yang eksis yang mengandung hal-hal yang sedemikian penting seperti dalam Alkitab. Keempat, tidak ada buku yang eksis yang telah menghasilkan efek-efek yang sedemikian luar biasa bagi manusia seperti Alkitab.

Kecanduan Komputer

Berikut ini disadur dari “Computer Crystal Meth: How Screens Are Killing Kids’ Minds and Souls,” The New American, 13 Sept. 2016: “Ini adalah kisah yang menyedihkan tetapi sering terjadi tentang kecanduan. Sepenuhnya kecanduan, John mulai mengabaikan dan melepaskan diri dari aspek-aspek kehidupannya yang lain. Perilakunya memburuk, dan hubungan inter-personalnya menjadi rusak. Tetapi John bukan kecanduan obat atau alkohol, dan dia juga bukan pria tengah baya. Dia adalah seorang anak enam tahun – dan obat yang membuat dia kecanduan adalah iPad.

Dosa Kecil ?

Sebagai orang yang baru diselamatkan, kita sering takjub tentang kehidupan ini. Kita heran mengapa kita yang melakukan banyak hal menentang Tuhan, tetapi Allah memberi pengampunan kepada kita yang sebenarnya tidak tahu berterimakasih kepada-Nya.? Alangkah Allah yang kita layani adalah pengampun seorang pendosa seperti kita. Tetapi dengan berkata demikian kita lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan kita. Kita harus menjaga mata kita tetap tertuju kepada Allah setiap waktu. Kita harus memberi perhatian penuh kepada-Nya sebesar-besarnya. Kita harus terus-menerus hidup di dalam doa.

Ateisme = Pemuja Kematian

Ada banyak orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada, tetapi ada juga yang beranggapan sebaliknya. Jumlah orang yang tidak mengaku adanya Tuhan atau sering di sebut ateis biasanya sedikit, tidak lebih dari 4% dari populasi dunia. Para penganut ateis menemukan tujuan di dalam kehidupan ini dengan menyerang kebenaran Injil. Ateis sangat berlawanan dengan apapun yang berhubungan dengan Tuhan dan bahkan kebencian mereka melakukannya di luar akal sehat. Salah satu kesalahan mereka yang paling menyedihkan adalah menanami perasaan yang mendalam akan

Apakah kita saling mengenal saat di sorga ?

Sering orang bertanya “Akankah kita saling kenal di surga seperti kita saling mengenal di bumi ini? Pertanyaan ini sering terlintas di pikiran kita saat kita mencoba merenungkan tentang sorga. Paulus menulis kepada jemaat di Korintus dan mengatakan (1 Kor 13:12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal”. Berikut ini, saya menyampaikan

« Older Entries