Tuhan Ambil Nyawa Orang yang Tidak Ingin Tahu Kebenaran

rip

Matius 13:9-13
9  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” 10  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”   11  Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  12  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.  13  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

EXEGESISNYA

Setelah menyampaikan perumpamaan-perumpamaan, Yesus berkata, siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar! (ayat 9). Tetapi semuanya disampaikan dalam perumpamaan, yang tentu banyak pendengarnya tidak mengerti. Mereka memang bertelinga, dan mendengar, tetapi banyak yang tidak langsung mengerti.

Pada ayat 10, murid-murid-Nya lebih dari satu orang, bertanya, “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”  Mungkin murid-murid-Nya lihat orang-orang tidak mengerti, mereka bengong, karena mereka sulit memahami pengajaran yang bersifat perumpamaan. Maksud murid-muridNya, mengapakah tidak mengajar secara gamblang saja, mengapakah memakai perumpamaan?

Pada ayat 11, Tuhan menjawab pertanyaan murid-muridNya, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  Perhatikan kata “rahasia Kerajaan Sorga.”  Apa itu RAHASIA Kerajaan Sorga itu? Ini bukan Kerajaan Sorganya, tetapi RAHASIANYA. Rahasia Kerajaan Sorga sesungguhnya ialah jemaat lokal, yang pada saat itu masih dirahasiakan. Sebab jika  bangsa Yahudi menerima Yohanes sebagai Elia (Mat. 11:14), berarti akan menerima Yesus sebagai Mesias, maka bangsa Yahudi akan dianiaya selama 7 th sesuai nubuatan Daniel 9:27, dan sesudahnya Tuhan akan mendirikan Kerajaan Daud (Kis. 1:6-7).  Tujuh perumpamaan dalam Matius 13 sesungguhnya semuanya adalah mengenai jemaat lokal, yang masih bersifat rahasia. Kepada murid-muridNya diberi kesempatan utk mengerti karena mereka akan terus menerus mendengar pengajaran dari Tuhan tiga tahun lebih. Tetapi kepada orang-orang Yahudi lain tidak diberikan kesempatan seperti yang diberikan kepada murid-muridNya.

Ayat 12. Kepada orang Yahudi lain seperti yang dikatakan di ayat 12,  “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Apa yang Tuhan katakan tentang orang Yahudi? Kalau mereka mempunyai akan diberi berkelimpahan, tetapi kalau tidak punya apapun yang ada pada mereka akan diambil. Kalau tidak punya maka yang terakhir dimiliki pasti nyawa mereka, akan diambil.

Apa yang Tuhan harap dimiliki oleh orang Yahudi yang akan ditambahkan sampai berkelimpahan. Ini tentu sesuatu yang berhubungan dengan ayat 10, dimana murid-murid bertanya, mengapakah Guru mengajar pakai perumpamaan, mengapakah tidak  to the point saja?

Kelihatannya Tuhan mengajar dengan perumpamaan karena Tuhan mau menyimpan KEBENARAN seperti harta yang tersembunyi di dalam tanah atau mutiara yang tersembunyi dalam kerang di dasar laut, bukan seperti kerikil di tepi jalan. Siapapun yang ingin memperoleh KEBENARAN harus SANGAT MENGINGINKANNYA, menggali atau menyelam untuk mendapatkannya. Tentang harta terpendam dan mutiara Tuhan sampaikan dalam perumpamaan ke 5 & 6 (Mat. 13:44-46).  
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Tuhan menyembunyikan KEBENARAN di dalam tanah, yang menginginkannya harus menggalinya. Demikian juga dengan mutiara yang indah, harus dicari dengan rajin. Inilah yang membuat orang yang mencari dan menggali mempelajari bahasa asli Alkitab, mendengar banyak guru dan membaca banyak buku untuk membandingkannya. INGIN TAHU AKAN KEBENARAN YANG SEBENAR-BENARNYA, bukan mencari pembenaran. Orang yang mencari pembenaran, dimata Tuhan tidak memiliki keinginan akan kebenaran, tidak cinta kebenaran. Orang demikian Tuhan akan tuntun pada kesesatan (2 Tes. 2:9-12) dan menyebabkan mereka percaya akan dusta. Cerita kakek tua dibawa ke Sorga, anak muda dibawa ke neraka, dan berbagai dusta akan sangat dipercayai mereka. Mimpi orang juga dipercayainya, bahkan sembarangan cerita juga dipercayainya

2 Tes 2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, 10  dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka 11  Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,  12  supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Siapapun yang memiliki keinginan akan kebenaran, rasa ingin tahu akan kebenaran,  curiousity towards the truth,  maka Tuhan akan tambahkan, akan menuntunnya, hingga mendapatkan semakin banyak kebenaran. Sida-sida dari Ethiopia, Kornelius, adalah contoh orang yang mempunyai keinginan akan kebenaran. Tetapi orang-orang yang tidak mengasihi kebenaran akan disesatkan dengan dusta, dengan berbagai kesaksian yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan.

Hari ini, saat saya tulis ini, adalah hari pertama tahun 2018, tanggal 1 Januari. Saya ingin mengingatkan pembaca:

[1]. Jangan mengolok-olok pembahasan ayat-ayat Alkitab. Mengulas, menelaah, menyelidiki, mengupas ayat Alkitab harus dengan sikap ingin tahu kebenaran. Tuhan akan menuntun orang yang mau mencari kebenaran, dan menyesatkan pengolok-olok kebenaran.

[2]. Ketika membaca artikel atau pengajaran orang, Camkan, apakah itu benar atau salah. Kalau benar maka harus diakui sekalipun itu dari orang yang paling kita benci, karena itu kebenaran. Tetapi kalau salah itu harus dinyatakan salah sekalipun itu dari orang yang paling kita sayang.

[3]. Perlihatkan kepada Tuhan hati Anda yang cinta kebenaran, bukan orang yang mencari pembenaran. Caranya, hati harus berpihak pada kebenaran, bukan pada pembenaran. Artinya, berani bayar harga untuk kebenaran, berapun harganya. Dalam perumpamaan Tuhan, orang yang mendapatkannya menjual seluruh hartanya untuk membeli kebenaran. Ketika Felix Manz dapatkan kebenaran dia bayar dengan nyawanya (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Felix_Manz). Ketika Jhon Bunyan, penulis buku Perjalanan Seorang Musafir – The Pilgrimage Progress, mendapatkan kebenaran, ia bayar kebenaran dengan penjara 12th.

Ayat 13, Tuhan menyatakan alasan Ia mengajar dengan perumpamaan, yaitu untuk menaruh intan permata KEBENARAN di dalam tanah, dan mutiara yang indah di dalam kerang. Kebenaran bukan barang murahan, Tuhan tidak senang kebenaranNya diremehkan apalagi sampai dihina.

Pada akhir zaman banyak orang Kristen akan seperti gadis bodoh yang membawa pelita tetapi tanpa minyak. Banyak orang menafsirkan minyak dengan Roh Kudus, saya menilai itu salah karena Roh Kudus tidak bisa dibeli seperti minyak dalam perumpamaan ini. Cuma si Simon tukang sihir yang pernah ingin beli dari Petrus. Barang yang disuruh beli oleh manusia paling berhikmat ialah kebenaran. Amsal 23:23 “Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.”

Jadi, kalau saya boleh memberi nasehat di awal tahun 2018, carilah kebenaran maka engkau akan mendapatkannya. Ketuklah pintu kebenaran maka pintu akan dibukakan bagimu, apalagi jika Anda selalu meminta dituntun kepada kebenaran maka Anda akan diberikan hingga berlimpahan.

Penulis: Dr. Suhento Liauw (Gembala GBIA Graphe)