Category Archives: Pedang Roh

Adat-Istiadat Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah peristiwa yang dimulai dari Adam dan Hawa. Tuhan yang menciptakan Hawa setelah melihat Adam seorang diri, membawanya kepada Adam, menikahkan mereka, sehingga mulai saat itu mereka menjadi suami-istri. Pernikahan berikut yang kita baca di Alkitab ialah pernikahan Ishak dengan Ribka yang didapatkan pembantu Abraham dari Mesopotamia. Sebelum hukum Taurat melarang  pernikahan incest, kebanyakan pernikahan masih dilakukan di antara saudara dekat. Tentu keadaan rumah tangga yang dihasilkan lebih baik karena pasangan suami-istri sudah kenal baik, dan berlatar belakang yang

Adat Di Sekitar Acara Kematian

Kematian adalah peristiwa besar dalam kehidupan manusia. Setelah hidup bersama puluhan tahun, tiba-tiba meninggal, dan seterusnya tidak bisa berkomunikasi lagi. Oleh sebab itu peristiwa kematian biasanya sangat sedih, dan ada yang sangat menggoncangkan jiwa. Konsep Alkitab Tentang Kematian Tuhan sudah memperingatkan manusia untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, karena akan mati. Orang yang memakannya akan dihukum mati. Tetapi Hawa tidak percaya kepada Allah, melainkan lebih percaya kepada Setan, sehingga memakannya, dan memberikannya kepada suaminya. Setelah sepasang manusia

Kekristenan dan Adat Istiadat

“Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (Mat 15:2-3 ITB) Semua orang Kristen yang membaca Alkitab akan mendapatkan percakapan pertentangan antara Tuhan dengan orang Yahudi mengenai adat-istiadat. Bahkan pertentangan meruncing hingga tahap hendak membunuh Yesus Kristus karena adat-istiadat. Semua bangsa di muka bumi memiliki adat-istiadat. Karena munculnya adat sebuah suku atau bangsa itu dari sekelompok masyarakat melakukan sesuatu,

Menafsir Alkitab Dengan Benar

menafsir-alkitab

Banyak orang bertanya, mengapakah dalam kekristenan muncul banyak denominasi ? Apakah pengajaran semua denominasi kekristenan sama-sama benar ? Apakah pengajaran yang berbeda satu dengan yang lain bisa sama-sama benar ? Apakah kebenaran Alkitab adalah kebenaran absolut atau kebenaran relatif ? Orang kristen yang masih sehat pikiran pasti tahu jika Alkitab adalah firman dari Allah yang satu-satunya, maka kesimpulan yang berbeda-beda tidak mungkin sama-sama benar. Kalau begitu, berarti ada gereja yang salah dan yang benar ? Mengapakah bisa demikian? Jawabannya adalah dari

Bahaya Eskatologi Yang Salah

bahaya-eskatologi-yang-salah

Eskatologi, atau doktrin tentang akhir zaman, biasanya adalah salah satu doktrin yang banyak digemari oleh orang-orang Kristen, karena mengandung unsur misteri tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Seminar-seminar tentang “akhir zaman” biasanya banyak didatangi oleh orang-orang yang ingin memahami pengajaran Alkitab maupun yang sekedar penasaran. Ada banyak jenis Eskatologi yang diajarkan oleh berbagai aliran dalam kekristenan, yang masing-masingnya berbeda jauh dari yang lain. Namun demikian, sebagian orang Kristen merasa bahwa perbedaan dalam Eskatologi, walaupun signifikan, tidaklah terlalu penting

Hukuman Ilahi Terhadap Kejahatan Sodom dan Gomora

sodom-gomora

Alkitab menceritakan akhir tragis kota-kota di Lembah Yordan (Ulangan 29:23), yang terkenal di antaranya adalah Sodom dan Gomora. Allah menurunkan hujan belerang dan api dan menghanguskan Lembah Yordan. Abraham yang melihat dari kejauhan menggambarkannya sebagai asap dari dapur peleburan (Kejadian 19:28). Ini adalah malapetaka yang dari dulu dan sampai sekarang hanya terjadi sekali waktu itu saja. Sedemikian mengerikan penghakiman Tuhan, hingga orang pasti bertany-tanya, apakah dosa yang mengakibatkannya ? Mengapa Tuhan sampai membumihanguskan seluruh daerah itu ?

MENNO SIMONS

Lima tahun setelah pulang ke desa kelahirannya, Menno Simons yang memegang posisi imam meninggalkan gereja Katolik dan bergabung dengan Anabaptist. Ia meninggalkan posisinya sebagai seorang yang dihormati, kehidupannya yang nyaman, dan menjalani kehidupan sebagai seorang buronan. Dalam suratnya kepada Gellius Faber, Menno menuliskan pengalamannya: “Maka saya, tanpa keragu-raguan, meninggalkan seluruh reputasi duniawi, nama dan popularitas, kelakuan yang tidak kristiani, misa, baptisan bayi, dan hidup yang mudah. Saya dengan sukarela menghadapi kemiskinan dan hidup susah di bawah salib Kristus yang berat.