Category Archives: Apologetika

Pengajaran Alkitab Tentang Hukuman Mati

Oleh: Dr. Norman L. Geisler. Tidak semua teolog Kristen, baik itu dari golongan konservatif,  dan injili, bersepakat atau memiliki kesamaan pandangan mengenai hukuman mati. Yang menolak hukuman mati maupun yang mendukung sama-sama mengasihi Tuhan dan menjunjung tinggi Alkitab sebagai satu-satunya sumber otoritas dari Allah. Motivasi mereka juga sama, yaitu untuk memuliakan Tuhan. Kendati demikian, kita harus memilih perpektif mana yang benar-benar mendapat dukungan kuat dari Alkitab, dan yang sesuai dengan akal sehat kita. Selama ini ada tiga pandangan dasar tentang

Jangan Biarkan Pesan Injil Kemakmuran Membodohi Kita

Pesan Injil yang bersifat populer banyak mempengaruhi orang kristen zaman sekarang ini. Pesan itu sering dinamakan Injil Kemakmuran, karena pesan tersebut menyatakan kepada orang percaya jika saja mereka mempunyai iman yang cukup, mereka bisa mendapatkan kehidupan seperti yang mereka inginkan dari Tuhan termasuk kesehatan yang baik dan kekayaan yang berarti. Akan tetapi, Injil Kemakmuran sebenarnya adalah berita buruk karena memutarbalikkan pengajaran Injil. Di bawah ini beberapa langkah untuk kita menghindari bahaya pesan Injil Kemakmuran: 1. Carilah Tuhan, bukan berkat-berkat-Nya Ya,

TEOLOGI KEMAKMURAN

Teologi Kemakmuran atau Injil Kemakmuran (Bah. Inggris: Prosperity Theology – word of Faith), yang kadang-kadang disebut juga Teologi Sukses, adalah doktrin yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses (kaya, berhasil, dan sehat sempurna) adalah tanda-tanda eksternal dari Allah untuk orang-orang yang dikasihi-Nya. Kasih Allah ini diperoleh sebagai ganjaran untuk doa atau jasa-jasa baik yang dibuat oleh seseorang. Sementara itu, penebusan dosa yang dilakukan Kristus di kayu salib bertujuan untuk memberikan berkat kesuksesan dan kesehatan (Dr. Ron L. Jones, Jesus, Money, and

6 Alasan Wanita Harus Belajar Teologi

Oleh: Jen Thorn. Seringkali obrolan di antara kaum wanita jika menyangkut tentang teologi sedikit yang tertarik. Beda halnya jika itu adalah obrolan tentang rumah tangga, pernikahan atau cara mengasuh anak. Mengapa demikian? Banyak yang berkomentar seperti: “saya tidak terlalu pintar”, “kaum pria lebih cocok bicara tentang teologi atau saya tidak perlu belajar teologi, saya cukup membaca Alkitab saja.” Akan tetapi kebenarannya adalah tidak ada siapapun yang bisa mengenal Tuhan dengan benar jika menggunakan cara sendiri. Tuhan menyatakan diri-Nya kepada yang

Bidat Saksi Yehuwa adalah Politeisme Terselubung

Oleh: Ps. dr. Dr. Steven E. Liauw Hal utama yang membedakan Saksi-saksi Yehuwa (Menara Pengawal/Watch Tower) dengan kekristenan pada umumnya adalah pengajaran mereka tentang Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Ini bukanlah isu yang kecil atau sekedar suatu topik sampingan. Kepercayaan seseorang tentang Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, adalah inti dari imannya dan akan mempengaruhi masa depannya dalam kekekalan. Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan pengajaran Alkitab mengenai hal-hal ini. Bidat Saksi-saksi Yehuwa menolak doktrin Tritunggal. Mereka menyebarkan

Apakah Teologi Itu?

KESALAHPAHAMAN TENTANG TEOLOGI Teologi itu membosankan, ruwet, dan memecah-belah. Begitulah anggapan sebagian orang ketika mendengar kata teologi. Bahkan ada yang menyebut teologi sebagai racun yang harus disingkirkan dalam pertumbuhan iman. Kesalahpahaman tentang teologi adalah akibat dari prilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai teolog dan pengajaran-pengajaran yang menyimpang dan aneh yang diajarkan juga oleh mereka. Jika saja pengertian tentang teologi sesuai dengan arti sebenarnya, maka teologi akan dicintai dan diburu orang. Seperti doa Yesus untuk mereka yang menyalibkan

APAKAH KEBENARAN ITU ?

Apakah kebenaran itu? Pilatus bukan orang yang pertama yang menanyakan pertanyaan ini, sampai saat ini suara itu masih terdengar dimana-mana (Yoh. 18:37). Pencarian Kebenaran merupakan hal yang membingungkan banyak orang, tetapi kebenaran merupakan hal yang terbaik di dalam dunia. Anehnya, kita sering bersikap ambivalen terhadap kebenaran. Kita mencari-cari kebenaran, namun kita takut terhadapnya. Di satu sisi kita ingin mengejar kebenaran kemanapun kebenaran membawa kita; di sisi yang lain kita melawan ketika kebenaran itu mulai membawa ke tempat yang tidak kita

10 ALASAN MEMPERCAYAI ALKITAB

1. KEJUJURANNYA Alkitab sungguh jujur. Ketika manusia menulis biografi tentang pahlawan-pahlawannya, seringkali ia akan menghilangkan atau memperlembut kesalahan-kesalahan mereka; tetapi Alkitab memperlihatkan kualitas ilahinya dengan menyatakan manusia sebagaimana adanya. Bahkan orang-orang yang terbaik dalam Alkitab sekalipun digambarkan lengkap dengan segala kesalahan mereka. Kita diberitahu dengan jelas tentang pemberontakan Adam, kemabukan Nuh, perselingkuhan Daud, kesesatan Salomo, ngambeknya Yunus, penyangkalan Petrus akan tuannya, perselisihan Paulus dan Barnabas, ketidakpercayaan para murid akan kebangkitan Yesus Kristus, dan juga dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan gereja-gereja mula-mula. Alkitab

Menghakimi Atau Tidak Menghakimi?

Oleh: dr. Dr. Steven Enstein, Th.D. Salah satu hal yang sering saya dengar dari orang-orang Kristen, ketika saya sedang berdiskusi Alkitab dengan mereka, terutama ketika saya menunjukkan kesalahan mereka, adalah seruan: “Jangan menghakimi!” Gereja-gereja yang mengaku Alkitabiah, sering dicap sebagai gereja yang “menghakimi gereja lain.” Tuduhan ini akhirnya menjadi sesuatu yang klise, dan menjadi jalan lari bagi mereka yang sudah merasa doktrin atau ajaran mereka tersudutkan oleh ayat-ayat Alkitab, atau yang tidak berminat sama sekali untuk menyelidiki kebenaran dari Kitab

10 Pertanyaan Kunci yang Biasa Diajukan Oleh Orang-Orang yang belum bertobat

By Dr. Norman Geisler & David Geisler. 1. Tidak masalah apa yang Anda percayai selama Anda tulus, berniat baik dan tidak menyakiti orang. Jawab: Orang dapat melakukan sesuatu dengan niat baik tanpa menyadari bahwa ia sedang melakukan kekeliruan. Percaya dengan tulus pada sesuatu yang tidak bisa dibuktikan bukanlah tindakan yang bijak dalam bidang kehidupan mana pun, apalagi untuk hal yang berakibat abadi. Misalnya kita bisa bertanya, “Apa yang Anda maksud dengan niat baik? Apakah niat baik menjamin hasil akhirnya pasti

« Older Entries Recent Entries »