12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar

Cukup banyak buku bagaimana cara menafsir Alkitab yang Baik dan benar, mulai dari tulisan Hasan Sutanto, dosen SAAT yang sekarang mengajar di TTC, juga beberapa penulis luar negeri. Sekarang saya mau berbagi, dari apa yang saya baca melalui buku tulisan Dr. Suhento Liauw, Gembala GBIA Graphe dan Rektor STT Graphe atau GITS Jakarta Utara. Dr. Suhento Liauw dalam bukunya Cara menafsir Alkitab dengan Tepat dan Benar (Hermeneutika) memberikan 12 poin Penting untuk diingat dan diterapkan dalam Menafsir Alkitab. Apa saja ke-12 Prinsip tersebut? Berikut dengan penjelasan singkat:

1. Memperhatikan Kesatuan Alkitab,

2. Wahyu Progresif (Progresive Revelation),
Siapapun yang gagal melihat Progresivitas (perkembangan) Wahyu Tuhan dalam Alkitab Akan Gagal Menafsirkan Topik Utama Alkitab (doktrin Keselamatan). Ia juga akan gagal melihat Perkembangan Tata Ibadah dari Ibadah Simbolik ke Ibadah hakekat (Dalam Roh dan Kebenaran), Akibat selanjutnya ialah, Akan tersisa bentuk-bentuk Ibadah Simbolik dan Ritual dalam Gerejanya. Camkanlah!

3. Perbedaan Aprroach/pendekatan dalam Dispensasi Zaman,

Ada Masa/Dispensasi Tidak Bersalah (The Dispensation of Innocency), Dispensasi Suara Hati (The Dispensation of Conscience), Dispensasi Kepemimpinan Manusia (The Dispensation of Civil Government), Dispensasi janji/Kepemimpinan Para Bapa leluhur (The Dispensation of Promise, or Patriarchal Rule) / Masa Keimamatan Ayah, Dispensasi Hukum Musa (The Dispensation of Mosaic Law)/Masa Hukum Taurat, Dispensasi Kasih Karunia (The Dispensation of Grace)/Masa Gereja, Dispensasi Kerajaan Seribu Tahun (The Dispensation of the Millenium). Umumnya para Teolog Dispensasi menerima 7 dispensasi dengan istilah yg kurang lebih sama.

4. Pahami Prinsip koin dengan Kedua sisinya,
Yesus Kristus adalah 100% (sepenuhnya Tuhan) dan juga 100% Manusia. Ini adalah Kebenaran Alkitab, bukan Kebenaran yang dibuat manusia. Walaupun sulit untuk dipahami, namun kita menerimanya.

Demikian juga dengan Kedaulatan Tuhan yang adalah 100% dan Tanggung Jawab Manusia yang juga 100%. Gagal memahami Kebenaran ini akan menyebabkan Kesalahan dalam Penafsiran. Saksi Yehuwa (dulu bernama Saksi Jehova) gagal memahami yang pertama, sedangkan calvinis/reformed dan Arminianis Gagal Memahami yang Kedua. Camkanlah!

5. Pahami Plan A dan Plan B,
Sifat Tuhan tidak pernah berubah, namun Program Tuhan bisa berubah. Setelah menciptakan Alam Semesat Tuhan melihat Semuanya Baik dan beristirahat. Tetapi karena manusia Jatuh ke dalam Dosa, Maka Tuhan bekerja Lagi (Yoh 5:17) Untuk Menyelamatkan Manusia.

Gagal melihat perubahan Program Tuhan akan menyebabkan Gagal Melihat Perbedaan Israel dengan Gereja.

6. Memahami Berbagai Disiplin Ilmu Teologi,
Hasil Penafsiran yang Tep[at dan Benar Pasti Tidak Saling bertenatangan. Tiap-tiap topic Doktrin harus berkesinambungan. Kalau Doktrin Keselamatan kita menyimpulkan bahwa kita diselamatkan Hanya Dengan bertobat dan Percaya, maka Tidak perlu ditambah dengan Baptisan, Perjamuan, dan lain sebagainya.

Dan juga Tidak Boleh memakai Istilah Perjamuan Kudus karena Tidak ada perjamuan yang Menguduskan melainkan Perjamuan Tuhan yang diperintahkan untuk mengingat Tuhan.

7. Menafsir secara Literal, Grammatikal, dan Historikal,

Ingat Prinsip ini: TAFSIRKAN SECARA LITERAL JIKA MASIH BISA SECARA LITERAL, kecuali TIDAK MASUK AKAL SECARA LITERAL, BARULAH MEMAKAI CARA ALEGORIKAL.

Literal artinya sesuai dengan arti kata paling dasarnya.
Grammatikal artinya sesuai dengan grammar atau tata-bahasa

Historikal artinya memperhatikan konteks sejarah/ Historis pada masa penulisan.

8. Memperhatikan Konteks,
Perhatikan Konteks Jarak/Lokasi, Topik, Waktu

9. Kualitatif Sebuah Ayat,
10. Memperhatikan Gaya Bahasa,
11. Memperhatikan Adat-istiadat,
12. Lambang dan Perumpamaan

Dengan ke-12 Prinsip ini diharapkan kita mampu menafsir Alkitab dengan Benar dan Tepat! Selamat Belajar Alkitab!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order