Mezbah Doa & Sah atau Tidaknya Baptis Percik

Ada dua pertanyaan dari saya yang belum mengerti betul dan saya mohon jawabannya tolong dikirim ke email saya :

1. Saya mau membangun MESBAH DOA dirumah ? apa maksud dari kata2 tsb.

2. Apakah mandi percik belum/TIDAK sah ? apa harus mandi selam ?

Saya tunggu, terima kasih.

Tuhan Memberkati. Amin.

Dikirimkan oleh: EST (jojomu234@xxxxx)

Jawaban Cakka.web.id :

Sdr. EST,

Mezbah Doa adalah sebuah istilah yang digunakan beberapa kalangan untuk mengasosiasikan persekutuan doa dalam sebuah rumah tangga. Sehingga dalam sebuah keluarga diadakan persekutuan doa secara rutin. Namun, istilah ini hanya digunakan oleh beberapa kalangan/gereja/aliran saja, tidak semua aliran menggunakan istilah ini.

Perihal mandi percik perlu saya sampaikan bahwa penggunaan bahasa adalah sesuatu yang sangat krusial, dalam hal ini istilah yang tepat adalah “baptis”.

Secara harfiah, mandi adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh untuk membersihkan tubuh dari kotoran-kotoran yang melekat. Pengertian kata ini sangat jauh berbeda dengan kata “Baptis” atau “Percik”.

Di dalam Alkitab bahasa indonesia Terjemahan Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, kata baptis ditemukan sebanyak 90 kata, baik berupa kata dasar maupun kata berimbuhan yang merujuk kepada kata kerja, kata pasif, keterangan dan lainnya.

Sebenarnya kata “Baptis” sendiri bukanlah kosakata asli dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris, kata “Baptis” adalah sebuah bentuk kata serapan (transliterate) dari bahasa Yunani, yaitu baptizw (dibaca:baptizo) yang artinya adalah “selam/celup” atau dalam bahasa inggris sangat tepat jika menggunakan kata “immerse”.

Kata “Baptis” dalam alkitab dapat dilihat dari beberapa contoh,

Matius  3
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”

Matius 3
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya

Matius 28
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

yang jika dikaji ke dalam tulisan asli para rasul,

Matius 3
3:14 ο δε ιωαννης διεκωλυεν αυτον λεγων εγω χρειαν εχω υπο σου βαπτισθηναι και συ ερχη προς με

Matius 3
3:16 και βαπτισθεις ο ιησους ανεβη ευθυς απο του υδατος και ιδου ανεωχθησαν αυτω οι ουρανοι και ειδεν το πνευμα του θεου καταβαινον ωσει περιστεραν και ερχομενον επ αυτον

Matius 28
28:19 πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος

dalam ke tiga ayat ini yang perlu diperhatikan adalah pada penggunaan kata yang mengacu kepada “Baptis”, yaitu βαπτισθῆναι (dibaca:baptisthēnai), βαπτισθεὶς (dibaca:baptistheis) dan βαπτίζοντες (dibaca:baptizontes).

Berbeda halnya mengenai penggunaan kata “Percik” yang terdapat dalam,

Ibrani 9
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah

Ibrani 9
9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,

Ibrani 9
9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.

jika dilihat ke bahasa aslinya yang terdapat di kitab perjanjian baru (textus receptus)

Ibrani 9
9:13 ει γαρ το αιμα ταυρων και τραγων και σποδος δαμαλεως ραντιζουσα τους κεκοινωμενους αγιαζει προς την της σαρκος καθαροτητα

Ibrani 9
9:19 λαληθεισης γαρ πασης εντολης κατα νομον υπο μωυσεως παντι τω λαω λαβων το αιμα των μοσχων και τραγων μετα υδατος και εριου κοκκινου και υσσωπου αυτο τε το βιβλιον και παντα τον λαον ερραντισεν

Ibrani 9
9:21 και την σκηνην δε και παντα τα σκευη της λειτουργιας τω αιματι ομοιως ερραντισεν

dari ke tiga ayat tersebut yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kosakata yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan menjadi kata “Percik”, yaitu ῥαντίζουσα (dibaca:rhantizousa) dan ἐράντισεν (dibaca:erantisen).

Dari perbandingan beberapa ayat tersebut dapat terlihat jelas diferensiasi penggunakan kata “Baptis” dan “Percik”. Saat Yesus memberi perintah untuk “Baptis” orang percaya digunakan kata Baptizo (Baptis) bukan Rantizo (Percik).

Sehingga baptisan yang benar adalah yang seturut dengan Firman Allah yaitu “dibaptis” atau diselamkan atau dicelupkan ke dalam air dan bukan dipercikkan air.