Apakah kita saling mengenal saat di sorga ?

Sering orang bertanya “Akankah kita saling kenal di surga seperti kita saling mengenal di bumi ini? Pertanyaan ini sering terlintas di pikiran kita saat kita mencoba merenungkan tentang sorga.

Paulus menulis kepada jemaat di Korintus dan mengatakan (1 Kor 13:12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal”.

Berikut ini, saya menyampaikan alasan-alasan bahwa kita tentu masih saling mengenal ketika di sorga.

Pertama, yang paling penting untuk kita ketahui bahwa tubuh jasmani kita di bumi akan berbeda ketika di surga. Di tubuh sekarang ini hanyalah tubuh sementara untuk tempat tinggal roh dan jiwa kita ketika kita masih tinggal di dunia ini. Ini adalah tubuh daging dan darah, tubuh yang fana dan dibatasi oleh waktu. Saat waktunya tiba, kita akan mengalami namanya kematian dan tubuh ini akan membusuk dan menjadi debu tanah.

Kedua, tubuh kita akan mengalami beberapa perubahan karena kita tidak bisa ke surga dengan tubuh sekarang ini. Paulus mengatakan 1 Kor 15:50 “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Semuanya akan diubahkan saat terjadi pengangkatan. Selanjutnya, Paulus berkata dalam 1 Cor 15:51-53 ”Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati”. Hari kebangkitan yang dahsyat, setiap tubuh orang percaya akan diubah menjadi yang tidak binasa tubuh rohani yang kekal seperti tubuh Yesus ketika Dia bangkit dari kematian (1 Yoh 3:2)

Ketiga, sejak tubuh rohani yang baru akan menjadi kekal, kita tidak akan sakit dan mati, juga sejak itu, kita akan hidup selamanya dan tidak dibatasi oleh waktu, artinya kita tidak akan memiliki umur lagi.

Keempat, bagaimana kita akan saling mengenal? Kita akan saling mengenal dengan cara pelayanan kita, mahkota akan diberikan dan orang akan tahu jika kita berjalan di dalam Tuhan, melayani Yesus, setia sampai mati, pengkhotbah, pengajar, memenangkan jiwa bagi Yesus, menghadiri pertemuan jemaat, dan hal-hal lainnya yang berkenaan dengan pelayanan yang diwajibkan bagi kita. Kita akan saling mengenal di surga melalui karakter rohani. Dalam masa tujuh tahun kesusahan, terhadap orang-orang kudus Rasul Yohanes menulis “…karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Wahyu 14:13

Kelima, orang akan mengenal kita di surga. Adam dan hawa tidak saling melihat satu sama lain di taman Eden, tetapi mereka saling mengenal (Kej 3:5-7) ketika Samuel dipanggil kembali dari kematian dalam tempat rohnya, Saul mengenalnya (I Samuel 28). Ketika orang kaya melihat Lazarus dalam rohnya di pangkuan Abraham, orang kaya itu mengenalnya (Lukas 16:9-31)

Keenam, bagaimanakah ini bisa terjadi?  Ingatkah anda ketika petrus, Yakobus melihat Musa dan Elia dalam roh kemuliaan di gunung dari perubahan? (Matius17:1-13) mungkin ada bertanya-tanya, bagaimana mungkin murid-murid mengenal mereka? Padahal Musa dan Elia telah mati dan terangkat ratusan tahun lalu. Gambar, video dan rekaman masih belum ada. Saya tidak memiliki penjelasan lain selain itu adalah pewahyuan dari Roh Kudus. Tetapi, saya ingin melihat ke depan ketika Kristus melaksanakan perkawinan anak domba yaitu dengan jemaat-Nya, ini sebuah penyatuan yang akan nyata antara Yesus dan gereja-Nya dan pendapat pribadi saya bahwa Roh Kudus akan memberikan kuasa kepada jemaat dan membuat jemaat mengetahui segala sesuatu yang kita tidak punya sekarang dan tidak tahu. (wahyu 19:7-9)

Kesimpulannya, saya percaya bahwa kita akan mengenal setiap orang yang kita sayangi yang selamat di surga dan mereka mengenal kita juga. Saya melihat itu sebagai hadiah dari kasih karunia dan karya dari Roh Kudus. Namun yang utamanya adalah sudahkah kita memiliki Iman yang benar dan mencari kebenaran Ilahi itu dengan tulus hati dan dengan sungguh-sungguh? Mari kita renungkan lagi kerohanian kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order