Apakah Bukti Kepenuhan Roh Kudus adalah Rebah?

1 Sam 19:22-24

Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar yang di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: “Di mana Samuel dan Daud?” Jawab orang: “Ada di Nayot, dekat Rama.”

Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada dia pun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.

Ia pun menanggalkan pakaiannya, dan ia pun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: “Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?”

Penafsiran yang benar terhadap ayat ini :

  1. Fokus narasi yang tercatat dalam 1 Samuel 19 ialah bahwa Raja Saul yang ingin menangkap dan membunuh Daud. Sangking inginnya membunuh Daud, sampai-sampai Raja Saul harus berikhtiar (1 Sam 19:2, 10). Artinya, Raja Saul sudah bertekad bulat-bulat. Bagian ini harus diperhatikan karena kuncinya memahami narasi ada pada bagian ini.
  2. Daud bisa melarikan diri dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh Saul (1 Sam 19:10). Akhirnya Saul mengirimkan orang-orang suruhan ke rumah Daud untuk mengintai dan membunuh Daud pada waktu pagi (1 Sam 19:11). Tetapi melalui pertolongan Mikhal, isterinya, Daud bisa melarikan diri dari rencana jahat Raja Saul (1 Sam 19:11-12).
  3. Daud melarikan diri dan datang kepada Samuel di Rama dan mereka berdua pergi serta tinggal di Nayot dengan tujuan bersembunyi dari Raja Saul. Tetapi Saul memiliki mata-mata yang amat banyak, sehingga keberadaan Daud dan Samuel segera diketahui olehnya (1 Sam 19:19).
  4. Saul mengirim orang-orang utusan untuk mengambil Daud di Nayot. Tetapi ketika orang-orang utusan Saul sampai di sana dan melihat sekumpulan nabi sedang kepenuhan, mereka langsung dihinggapi oleh Roh Allah dan menjadi ikut kepenuhan (1 Sam 19:21).
  5. Raja Saul harus turun tangan sendiri untuk menangkap Daud di Nayot karena orang-orang utusannya telah gagal menangkap Daud. Saul pergi ke Rama dan memastikan kembali tentang keberadaan Daud. Ketika sedang dalam perjalanan ke Nayot, Raja Saul dihinggapi dan dipenuhi oleh Roh Allah. Barulah ketika sampai di hadapan Samuel, Raja Saul menjadi rebah sehari-harian dan semalam-malaman (1 Sam 19:23-24).
  6. Narasi ini merupakan narasi yang difavoritkan oleh Kelompok Karismatik. Kelompok Karismatik dengan terburu-buru mengklaim bahwa peristiwa Saul yang rebah sehari-harian dan semalam-malaman merupakan bukti bahwa orang yang dipenuhi Roh Kudus akan rebah. Jadi, jikalau orang Kristen hari ini sedang dipenuhi Roh Kudus, maka mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh Saul yaitu rebah.
  7. Padahal maksud Allah membuat orang-orang suruhan Raja Saul dan Raja Saul sendiri dihinggapi oleh Roh Allah dan menjadi rebah ialah agar Daud bisa luput dari penangkapan dan pembunuhan yang sudah direncakan oleh Raja Saul. Maka, dibagian selanjutnya (pasal selanjutnya) tercatat bahwa ketika Daud mengetahui bahwa Saul telah rebah/ tidak sadarkan diri, maka Daud lari dari Nayot dan pergi kepada Yonatan (1 Sam 20:1). Jadi, peristiwa “rebahnya raja Saul” dalam narasi tersebut merupakan salah satu cara yang Tuhan pakai untuk menghalangi dan juga mengagalkan rencana jahat Raja Saul untuk membunuh Daud. (Lihat kembali poin 1).
  8. Ciri dipenuhi Roh Kudus yang benar :
    “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. (Efesus 5:19).”
    Orang yang mabuk oleh anggur akan kehilangan penguasaan diri/ tidak sadarkan diri. Penuh dengan Roh Kudus dikontraskan dengan orang yang mabuk dengan anggur. Anggur membuat orang yang meminumnya menjadi mabuk dan kehilangan kesadaran diri seperti berjalan terhuyung-huyung, sedangkan penuh dengan Roh Kudus membuat seseorang tetap sadar/ memiliki kemampuan pengendalian diri secara penuh untuk mentaati dan melakukan perintah Tuhan.
  9. Dalam Alkitab tercatat bahwa Saul kepenuhan oleh Roh Tuhan sebanyak dua kali. Pertama kali tercatat dalam 1 Samuel 10 dan bagian kedua tercatat dalam 1 Samuel 19. Tentu bukan suatu kebetulan jikalau Alkitab mencatatkan dua peristiwa tersebut. Jikalau benar apa yang diklaim oleh gerakan Karismatik bahwa bukti kepenuhan Roh Kudus ialah rebah, maka semestinya dua catatan mengenai peristiwa Raja Saul yang kepenuhan akan mendukung hal tersebut (paling tidak tercatat bahwa Saul rebah).
  10. 1 Samuel 10 mengisahkan mengenai narasi Saul yang diurapi oleh Samuel menjadi raja atas Israel. Samuel menjelaskan tanda-tanda kepada Saul bahwa Allah Israel telah memilih Saul menjadi raja atas bangsa Israel (1 Sam 10:2-9). Ketika Raja Saul sampai di Gibea, maka Roh Allah berkuasa atas Saul dan dia kepenuhan. Orang-orang yang mengenal Raja Saul melihat dan mendengar bahwa Raja Saul bernubuat ketika sedang kepenuhan. Sampai-sampai mereka mempertanyakan apakah mungkin Raja Saul termasuk dalam golongan nabi. Dalam 1 Samuel 10:13 memberikan keterangan yang sangat penting, tercatat bahwa “Setelah habis ia kepenuhan seperti nabi, pulanglah ia.” Lihat, bahwa dalam kisah ini, Raja Saul tidak rebah ketika sedang kepenuhan Roh Allah (Roh Kudus).

Jikalau benar bahwa bukti kepenuhan Roh Allah ialah rebah, semestinya dua kali peristiwa Saul kepenuhan Roh Allah akan mencatatkan bahwa Raja Saul rebah. Raja Saul tidak kehilangan kesadaran ketika sedang kepenuhan (1 Sam 10:13), bahkan sesudah selesai kepenuhan, Raja Saul langsung pulang ke rumahnya.

Rebah bukanlah bukti bahwa seseorang sedang dipenuhi oleh Roh Kudus. Raja Saul dibuat rebah oleh Tuhan agar Daud bisa melarikan diri dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh Raja Saul. Ini merupakan kunci memahami narasi yang dicatatkan di atas. Jadi, klaim kelompok Karismatik mengenai bukti kepenuhan Roh Kudus adalah rebah sangat-sangat bertentangan dengan Alkitab.

Kepenuhan Roh Kudus yang benar dan sesuai Alkitab ialah orang yang bersangkutan memiliki pengendalian diri secara penuh untuk mentaati dan melakukan kehendak Tuhan, bukan rebah tak sadarkan diri seperti yang mereka yakini dan lakukan selama ini. Kalau praktek kelompok Karismatik itu benar dan sesuai dengan Alkitab, semestinya apa yang mereka yakini dan praktekkan hari ini memiliki dasar ayat di dalam Alkitab.

Pertanyaannya : Jikalau itu bukan dari Roh Kudus, berarti dari mana? Bijaklah akan hal itu.

Baca juga : Ajaran Alkitabiah Mengenai Pencurahan Roh Kudus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *