AJARAN ALKITABIAH MENGENAI PENCURAHAN ROH KUDUS

     Salah satu praktek yang berkembang dalam kekristenan hari ini adalah praktek pencurahan Roh Kudus. Biasanya, acara/ibadah pencurahan Roh Kudus dilakukan oleh Pendeta-pendeta dan dalam sebuah seremonial. Pertanyaannya adalah menurut Alkitab apa itu pencurahan Roh Kudus? Apakah pencurahan Roh Kudus masih terus berlangsung hari ini ?

Berikut ini pandangan Alkitabiah mengenai Pencurahan Roh Kudus.

A. Apa itu Pencurahan Roh Kudus ?
Hal yang perlu diketahui adalah Roh Kudus merupakan Pribadi Allah yang ketiga dalam ketritunggalan-Nya. jadi, Roh Kudus itu adalah Allah, bukan energi, atau kuasa aktif Allah, Roh Kudus adalah Pribadi.
Pencurahan Roh kudus merupakan anugerah yang luarbiasa yang Tuhan berikan kepada jemaat lokal perjanjian baru. Dalam Perjanjian Lama hal ini telah Tuhan nubuatkan melalui nabi Yoel (Yoel 2:28-32 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”)
Kemudian nubuat ini digenapi dalam Kisah Para Rasul pada hari pentakosta (Kisah Para Rasul 2:17-21).
Selain dalam nubuat nabi Yoel, Tuhan Yesus juga sudah menjanjikan tentang ini dalam Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

      Jadi sudah jelas bahwa Pencurahan Roh Kudus ada tercatat di dalam Alkitab.

B. Siapa yang berhak mengadakan Pencurahan Roh Kudus?

     Hari ini banyak pendeta melakukan ibadah pencurahan Roh Kudus dan mengajarkan bahwa Roh Kudus masih terus dicurahkan. Oleh sebab itu, diadakanlah ibadah pencurahan Roh Kudus.
Dalam Alkitab sangat jelas bahwa Tuhanlah yang memiliki hak mencurahkan Roh Kudus, dan bukan manusia serta tidak diperlukan ibadah/upacara/kebaktian agar Roh tersebut dicurahkan. Dan melihat informasi di dalam Alkitab, hanya tercatat 4 kali terjadi peristiwa pencurahan Roh Kudus.
1. Di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2)
2. Di Samaria (Kisah Para Rasul 8:14-18)
3. Di Yudea (Kisah Rasul 10:44-48), Di rumah Kornelius.
4. Di Efesus (Kisah Rasul 19:1-7)
Ke-4 peristiwa ini dikerjakan oleh Tuhan sendiri dan bukan karena ada ibadah ritualistik. Pendeta yang terlalu berani mengadakan ibadah pencurahan Roh Kudus tanpa sadar mengangkat diri lebih tinggi dari Tuhan, sebab seolah-oleh karena “mereka” Roh Kudus baru dicurahkan.
Dalam peristiwa yang tercatat di dalam Alkitab, yang menumpangkan tangan adalah Rasul dan tercatat hanya dua kali yaitu di Samaria dan di Efesus. Pertanyaanya apakah hari ini perlu penumpangan tangan agar seseorang menerima Roh Kudus? TIDAK PERLU. Mengapa? Karena Roh Kudus mendiami seseorang “langsung” saat orang tersebut percaya.

C. Perlukah hari ini ibadah pencurahan Roh Kudus ?

      Setelah peristiwa di Efesus (Kisah Rasul 19) tidak ada lagi catatan bahwa ada peristiwa pencurahan Roh Kudus. Hal ini menunjukan kepada orang percaya bahwa peristiwa ini sesuai dengan pernyataan Tuhan Yesus bahwa murid-murid-Nya akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria dan ujung bumi (Kisah Rasul 1:8). Setelah Kisah Rasul 2, setiap orang percaya di Yerusalem langsung menerima Roh Kudus tanpa perlu Ibadah Pencurahan Roh Kudus. Demikian pula yang terjadi di Samaria dan Yudea. Dan akhirnya Di Efesus menjadi perwakilan Pencurahan Roh Kudus untuk “Ke Ujung Bumi”
Dalam Alkitab juga, dijelaskan bahwa Roh Kudus setelah Tuhan berikan, Dia akan diam di dalam diri setiap orang ketika percaya ( Efesus 1:13) serta Tuhan tidak pernah menarik kembali Roh Kudus tersebut sampai nanti hari pengangkatan. Oleh sebab itu, seharusnya tidak diperlukan lagi ritual pencurahan Roh kudus karena Roh Kudus diterima oleh setiap orang percaya melalui Iman (Galatia 3:2). Pencurahan Roh Kudus, tidak sama dengan pelayanan Roh Kudus di dalam diri orang percaya, pencurahan Roh Kudus adalah peristiwa sejarah untuk Grand Launching Jemaat Lokal sebagai Tiang penopang dan dasar Kebenaran menggantikan bangsa Israel oleh sebab itu pencurahan Roh Kudus tidak lagi terjadi secara terus menerus.

KESIMPULAN
Berdasarkan informasi Alkitab,
– Pencurahan Roh Kudus ada tercatat di dalam Alkitab.
– Pencurahan Roh Kudus adalah pekerjaan Tuhan dan bukan manusia.
– Hari ini tidak ada lagi praktek Pencurahan Roh Kudus sebab Roh Kudus langsung mendiami seseorang saat orang tersebut percaya.