Gereja Nigeria Diserang Kelompok Bersenjata

Kelompok bersenjata di negara bagian Yobe, Nigeria, menembak mati sedikitnya enam jemaat gereja. Tentara dan pejabat setempat mengatakan para pelaku kemudian membakar gereja tersebut. Hingga saat ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Kelompok milisi Islam Boko Haram sejak 2010 menjadikan gereja-gereja di utara Nigeria sebagai sasaran kekerasan. Upaya mereka memaksanakan hukum syariah di wilayah itu telah menewaskan ratusan orang. Kelompok itu juga melakukan serangkaian serangan bom di berbagai provinsi di Nigeria sejak Natal 2011, termasuk dua serangan saat misa Natal yang menewaskan 40 orang.

Aksi terorisme yang kejam

Ketua kelompok pegiat HAM Jaringan Keadilan, Zakari Adamu, mengatakan pada BBC bahwa pelaku juga menyerang rumah-rumah umat Kristiani pasca penembakan di gereja.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa pendeta gereja, yang merupakan cabang dari Gereja Evangelist Afrika Barat (ECWA), termasuk diantara korban tewas.

Juru bicara militer Eli Lazarus mengatakan pada kantor berita Reuters seorang pelaku penembakan telah ditangkap dan keamanan ditingkatkan untuk menenangkan warga.

Mereka tidak bisa mengatakan berapa pelaku yang terlibat dalam serangan itu atau apakah mereka terlibat dalam organisasi tertentu.

Kekerasan ini terjadi di hari yang sama Paus mendoakan kedamaian di Nigeria, menyebut “aksi terorisme yang kejam” yang seringkali menimpa umat Nasrani.

Kepala Asosiasi Kristen Nigeria di Yobe, Idi Garba, mengatakan pada AFP bahwa banyak jemaat ECWA yang “masih hilang.”

Ia mengatakan bahwa sejumlah jemaat yang tinggal di dekat gereja “meninggalkan rumah mereka saat serangan terjadi dan diduga bersembunyi di hutan.”

Nigeria adalah negara terpadat di Afrika merupakan produsen minyak terbesar. Sebagian besar rakyat yang tinggal di selatan beragama Kristen sedangkan di utara mayoritas beragama Islam.

Sumber: detiknews / bbc