Cina Tangkap Puluhan Pemimpin Gereja, Penganiayaan Umat Kristen Meningkat
Detil penangkapan
Pendiri Zion Church, Pastor Jin Mingri (Ezra Jin), ditahan di kediamannya di Beihai, Guangxi. Dokumen yang diperoleh media menunjukkan ia sedang ditahan di Beihai City No. 2 Detention Centre dengan dugaan pelanggaran “penggunaan ilegal jaringan informasi”, pasal yang dapat membawa hukuman hingga tujuh tahun.
Penangkapan terjadi di beberapa kota besar termasuk Beijing, Shanghai, dan Shenzhen. Beberapa anggota sempat dibebaskan, namun puluhan lainnya masih ditahan dan keluarga mengeluhkan keterbatasan akses terhadap pengacara.
Latar Belakang Zion Church
Zion Church adalah salah satu gereja Protestan tidak terdaftar terbesar di China, berkembang pesat sejak 2007 dan memperluas jaringan ke puluhan kota—tercatat memiliki ribuan jemaat. Pada 2018 gereja ini sempat ditutup setelah menolak pemasangan CCTV, lalu beralih ke pelayanan daring dan pertemuan kecil.
Jawaban Pemerintah Cina dan Reaksi Internasional
Pemerintah China menerapkan kebijakan Sinicisation terhadap agama dan memperketat aturan yang mengatur aktivitas keagamaan, termasuk pembatasan ceramah daring tanpa izin. Kelompok advokasi seperti ChinaAid dan Open Doors menyebut tindakan ini sebagai gelombang penindasan agama.
Pemerintah China menjawab tindakan ini sebagai kebijakan mereka bahwa warga bebas beragama tetapi semua kegiatan harus mematuhi hukum dan diselenggarakan melalui badan resmi seperti Three-Self Patriotic Movement (Protestan) dan Catholic Patriotic Association (Katolik). Sementara itu, tokoh internasional seperti Marco Rubio (AS) dan Thomas Rachel (Jerman) mengecam penangkapan dan menuntut pembebasan.
Reaksi Jemaat
Meski menghadapi tekanan, pemimpin dan jemaat Zion menyatakan akan terus beribadah. Sejumlah pemimpin di luar negeri menyatakan keyakinan bahwa penindasan tidak akan memusnahkan gereja dan justru dapat memicu kebangkitan iman.
Penganiayaan Umat Kristen Cina Meningkat
Berdasarkan riwayat pemberitaan Internasional, penganiayaan terhadap umat kristen di Cina terus meningkat. Berbagai upaya dilakukan pemerintah Cina untuk menekan umat kristen dengan berbagai alasan, seperti gereja harus terdaftar di pemerintah, pemaksaan pelarangan CCTV di berbagai area gereja, pembatasan pembangunan gereja, upaya pengubahan isi Alkitab dan lainnya.
Berikut beberapa artikel berkaitan :
- Streaming Kebaktian Gereja Dilarang di Cina
- Penganiayaan Umat Kristen di Cina Meningkat
- Aparat Keamanan Cina Serbu Gereja
- Cina Semakin Gencar Berantas Gereja
- Gereja Sanjiang di Wenzhou Dihancurkan
Sumber:
- BBC News, “China arrested 30 Christians. Some fear it’s the start of a bigger crackdown” (16 October 2025)
- Reuters, “China detains dozens of underground church pastors in crackdown” (13 October 2025)
- Deutsche Welle (DW)/detikNews, “Puluhan Pendeta Ditahan, China Berantas Gereja Tak Terdaftar” (25 Oktober 2025)