Cina Semakin Gencar Berantas Gereja

Pihak berwenang Cina di provinsi barat daya Sichuan memberikan peringatan kepada pemimpin gereja untuk menghentikan kegiatan gerejanya yang berbasis keluarga. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk otoritas Cina untuk menghentikan gereja yang tidak resmi atau yang biasa disebut gereja rumah.

“Pihak berwenang telah meminta kami untuk mengakhiri kegiatan keluarga kami (jemaat gereja), mereka menyebut pertemuan kami ilegal,” kata Pastor Li, pemimpin gereja rumah dengan 1.500 anggota yang berbasis di kota Qili, Langzhong Sichuan.

Menurut Li, pemberitahuan dari pemerintah itu dikirim ke rumah salah seorang jemaat bukan ke tempat pertemuan mereka. “Doa Pertemuan kami hari itu memiliki sekitar 20 orang percaya,” kata Li, menambahkan bahwa karena ukuran besar jemaatnya, gereja pertemuan diadakan dalam kelompok kecil di desa-desa daerah.

Pemerintah Cina akhir-akhir ini makin tegas menghentikan kegiatan gereja-gereja rumah yang diperkirakan beranggotakan 40 juta jiwa ini dan memerintah jemaat untuk bergabung dengan gereja resmi. Ini adalah upaya pemerintah untuk tetap mengontrol kegiatan gereja.

Setiap negara memiliki kebijakannya tersendiri untuk mengontrol masyarakatnya, namun sudah sepantasnya negara tidak mengatur kegiatan keagamaan, kecuali jika kegiatan keagamaan tersebut membahayakan keselamatan orang lain. Semoga umat Kristen di Cina bisa bertahan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkesan menghalangi kebebasan beragama dan beribadah ini.

Sumber: Jawaban / Persecution