Penganiayaan Umat Kristen Di Cina Meningkat

Dikutip dari “Christian Persecution,” Christian Post, 6 Feb. 2013, bahwa ChinaAid, sebuah organisasi non-profit Kristen yang berbasis di Texas, yang memonitor kebebasan beragama di Cina, mengatakan dalam laporan tahunan 2012-nya pada hari Senin bahwa pemerintah Cina meneruskan peningkatan penganiayaan mereka terhadap orang-orang Kristen di negara itu untuk tahun yang ketujuh berturut-turut.

Laporan itu meneliti 132 kasus penganiayaan yang melibatkan 4.919 orang, dan menemukan bahwa insiden penganiayaan naik 41,9 persen dibandingkan tahun 2011. Tambahan lagi, jumlah orang yang dijatuhi hukuman dalam kasus-kasus penganiayaan agama melonjak 125 persen pada tahun 2012 dibandingkan 2011, menurut penemuan grup tersebut.

‘Jika mengikuti kemauan pemerintah Cina, tidak akan ada agama sama sekali di dalam batas wilayah mereka,’ demikian kata organisasi itu di website mereka, meresponi hasil laporan penganiayaan tahun 2012 mereka. ‘Beijing takut akan adanya otoritas yang lebih tinggi, dan mereka sangat takut kepada kelompok manapun yang mampu untuk mengorganisir massa, terutama yang berpusat pada suatu ideologi atau kepercayaan,’ mereka menambahkan.

Menurut laporan ChinaAid itu, metode-metode untuk menekan kekristenan di Cina termasuk ‘secara paksa menutup dan menyegel gereja-gereja, menekan gereja-gereja untuk bergabung dengan sistem gereja Tiga Mandiri yang resmi, menahan pemimpin-pemimpin gereja dan mengirim mereka ke kamp-kamp kerja paksa dengan alasan “dicurigai mengorganisir dan menggunakan suatu bidat untuk merongrong penegakan hukum,” dan dengan ketat membatasi penyebaran iman Kristen di kalangan murid-murid.

Baca juga penganiayaan kristen lainnya yang berjudul “Daniel Harman Dipecat Karena Menaati Alkitab“.

Sumber: STT GITS / Way of Life