Warga Inggris Lakukan Aborsi Karena Kelainan Minor

Berikut ini disadur dari “UK: Cleft Lip, Club Foot Abortions 10x More Than Reported,” LifeNews.com, 5 Feb. 2013.

Dalam sebuah laporan yang mengejutkan, koran London Telegraph mengindikasikan para peneliti Eropa menemukan bahwa aborsi yang dilakukan pada bayi-bayi dengan cacat ringan yang dapat dengan mudah dikoreksi oleh dokter, dilakukan 10 kali lebih sering daripada yang sebelumnya dinyatakan.

Walaupun bayi-bayi dengan kelainan tapak kaki atau sumbing dapat menjalani operasi untuk membenarkan masalah-masalah fisik tersebut, ibu-ibu dan pasangan-pasangan banyak yang melakukan aborsi ketika kondisi-kondisi ini terdiagnosis saat bayi masih dalam kandungan. Dan Eurocat, sebuah agensi yang didirikan untuk memonitor kelainan bawaan di 23 negara, mengatakan bahwa 157 bayi yang belum lahir di Inggris dan Wales, diaborsi antara tahun 2006 hingga 2010, setelah diketahui memiliki kelainan bibir sumbing. Namun, koran itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris, melalui Departemen Kesehatan, hanya mencatat 14 aborsi semacam itu. 250 bayi lainnya dibunuh melalui aborsi karena mereka memiliki kelainan tapak kaki, dan sekali lagi angka resmi di pemerintah sangatlah berbeda – suatu angka yang jauh lebih rendah.