Kristen Alkitabiah

Artikel Kristen, Berita Kristen dan Belajar Alkitab

Berita KristenKristen

Aborsi Tahun 2024 Membunuh 45 Juta Jiwa

Aborsi disebut sebagai penyebab utama kematian manusia di seluruh dunia sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data yang dikutip dari Worldometer dan dilaporkan sejumlah media internasional, jumlah aborsi global pada 2024 diperkirakan mencapai 45,1 juta kasus, angka yang bahkan melebihi total populasi Kanada yang sekitar 40,1 juta jiwa.

Informasi ini dikutip dari artikel “Abortion” yang dimuat oleh The Bridgehead pada 6 Januari 2025, dan kemudian dilaporkan kembali oleh Breitbart. Hingga pukul 12 malam pada 31 Desember 2024, Worldometer memperkirakan sekitar 45 juta bayi yang belum lahir telah diaborsi di seluruh dunia sepanjang tahun tersebut. Angka ini digambarkan sebagai “mengerikan dan sulit dipahami” oleh para penulis artikel.

Jika dibandingkan dengan penyebab kematian global lainnya, jumlah aborsi tersebut jauh melampaui angka kematian akibat penyakit dan faktor lain. Sepanjang 2024, diperkirakan sekitar 8,2 juta orang meninggal akibat kanker, 5 juta akibat rokok, 1,7 juta akibat HIV/AIDS, 1,46 juta akibat kecelakaan lalu lintas, serta 1,1 juta akibat bunuh diri. Total seluruh kematian non-aborsi pada tahun itu diperkirakan mencapai 62,5 juta jiwa.

Dengan perbandingan tersebut, Breitbart menyimpulkan bahwa aborsi menyumbang lebih dari 42 persen dari seluruh kematian manusia pada tahun 2024. Klaim ini menempatkan aborsi sebagai penyebab kematian terbesar secara global, melampaui semua kategori penyebab kematian lainnya.

Artikel tersebut juga menyoroti minimnya perhatian media arus utama terhadap angka-angka ini. Puluhan juta anak yang disebut telah “secara fisik eksis” dikatakan telah “dimusnahkan secara fisik”, namun fakta ini jarang muncul dalam liputan luas mengenai penurunan angka kelahiran dan krisis demografi yang sedang berlangsung di banyak negara Barat dan non-Barat.

Lebih jauh, disebutkan bahwa di sejumlah negara, informasi terkait aborsi sebagai penyebab utama kematian justru ditekan. Di Prancis, otoritas regulator media ARCOM dilaporkan menjatuhkan denda sebesar €100.000 kepada stasiun televisi konservatif CNews. Denda tersebut diberikan setelah seorang presenter, Aymeric Pourbaix, menyatakan pada Februari lalu bahwa aborsi merupakan penyebab utama kematian global, merujuk pada estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan sekitar 73 juta aborsi terjadi setiap tahun.

Menurut ARCOM, pernyataan tersebut melanggar “kewajiban kejujuran dan ketelitian dalam penyajian dan pengolahan informasi”, dengan alasan bahwa “aborsi tidak boleh disajikan sebagai penyebab kematian”. Penulis artikel menilai bahwa pernyataan yang mereka anggap faktual tersebut dilarang karena bertentangan dengan ideologi dominan (Perancis melegalkan aborsi) yang, menurut mereka, turut berkontribusi pada anjloknya angka kelahiran di Prancis.

Kontroversi ini kembali memicu perdebatan global mengenai definisi kematian, kebijakan aborsi, kebebasan media, serta dampaknya terhadap krisis demografi yang kini menjadi perhatian banyak negara.

Sumber

Graphe Ministry. (2025, Desember). Bayi yang dibunuh di seluruh dunia pada tahun 2024 melebihi populasi Kanada. https://graphe-ministry.org/articles/2025/12/bayi-yang-dibunuh-di-seluruh-dunia-pada-tahun-2024-melebihi-populasi-kanada/

Way of Life Literature. (2025, December 5). Babies murdered worldwide in 2024 exceeded the population of Canada (Friday Church News Notes). https://www.wayoflife.org/friday_church_news/26-49.php