Warga Australia Tolak Pernikahan Sesama Jenis

Dalam sebuah petisi yang diambil di Australia, lebih dari 52.000 warga Australia, kebanyakan pemilih beragama Kristen sudah meneken petisi untuk senat agar mempertahankan definisi pernikahan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan.

Dalam wawancara dengan Xinhua pada Sabtu (27/8/2011), Managing Director Lobi Kristen Brigadir Jenderal Jim Wallace mengemukakan hal itu. “Pemilih beragama Kristen mendukung pernikahan tradisional yakni antara seorang lelaki dengan seorang perempuan,” kata Wallace. Lebih lanjut, Wallace menambahkan dukungan itu penting untuk menunjukkan kalau orang Australia percaya pernikahan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan penting bagi sebuah komunitas.

“Kelahiran seorang anak bisa terjadi lantaran pernikahan lelaki dengan perempuan,” katanya menambahkan. Sementara itu, lebih dari 50 pemimpin gereja, pada Rabu (24/8/2011), mengeluarkan pernyataan agar tak ada perubahan dalam Undang-undang Pernikahan. Menurut data Biro Sensus Statistik pada 2006, 12,7 juta warga Australia atau setara dengan 64 persen dari jumlah penduduk, menyatakan diri memeluk agama Kristen.

Tuhan menciptakan wanita untuk menikah dengan pria, jadi jika ada hukum manusia yang mengubahnya maka mereka menentang Allah. Untuk saat ini kita bersyukur masih ada negara-negara yang menentang pernikahan sesama jenis meskipun beberapa negara besar sudah melegalisasikannya. Biarlah kehendak Tuhan yang jadi atas dunia ini.

Sumber: Kompas