Seorang Nabiah Kharismatik Mengetik Dalam Bahasa Roh

Seorang nabiah Kharismatik, Juanita Bynum, bukan saja berbicara dalam “bahasa roh”, dia bahkan mengetik dalam “bahasa roh” di halaman Facebooknya.

Pada tanggal 17 Agustus, dia mengetik doa berikut, “Kami memanggilMu Yesus. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!!NDHDIUBGUGTRUCGNRTUGTIGRTIGRGBNRDRGNGGJNRIC. Engkaulah penolong kami dan harapan kami. RFSCNGUGHURGVHKTGHDKUNHSTNSVHGN Engkau Allah. Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!”

Bynum tidak menjawab pertanyaan dari The Christian Post mengenai komunikasi yang aneh ini (“Televangelist Juanita Bynum Raises Brows with “Tongues’ Prayer,” Christian post, 31 Agustus 2011).

Ini adalah contoh-contoh kekonyolan yang adalah bagian dari paket Pantekosta sejak permulaan gerakan ini di pergantian abad ke-20. Bahasa lidah ditenggarai muncul di Bethel Bible School yang dipimpin oleh Charles Parham di Topeka, Kansas, pada bulan Januari 1901, dimulai oleh seorang mahasiswi bernama Agnes Ozman.

Seorang wartawan Topeka State Journal mencatat “bahasa roh” yang diucapkan seorang mahasiswi lain, Lilian Thistlewaite. Bunyinya seperti ini: “Euossa, Euossa, use rela sema calah mala kanah leulla ssage nalan. Ligle logle lazie logle. Ene mine mo, sah rah el me sah rah me” (Topeka State Journal, 9 Januari 1901).

Walaupun “bahasa roh”-nya Thistlewaite masih lebih meyakinkan daripada punya Juanita Bynum, keduanya hanyalah cerocosan tak berarti. “Ligle logle lazie logle” dan “ene mine mo” persis adalah tipe-tipe “bahasa roh” yang saya dengar berulang-ulang di berbagai pertemuan Pantekosta dan Kharismatik di berbagai belahan dunia (di Indonesia mungkin lebih mirip “sikalabalaba…sikalabalaba”), tetapi semuanya adalah komat kamit tak jelas.

Bahasa lidah dalam Alkitab adalah bahasa sebenarnya (bahasa dari daerah lain) yang secara ajaib dapat dipakai oleh orang-orang yang belum pernah mempelajari bahasa tersebut. Inilah yang kita lihat terjadi pada hari Pentakosta, dan kejadian itu adalah suatu mujizat yang besar.

Pada tahun 1914, Charles Shumway dengan teliti mencari bukti untuk membuktikan bahwa “bahasa roh” kaum Pantekosta awal tersebut adalah bahasa yang sebenarnya, tetapi dia gagal menemukan bahkan satu orang pun yang dapat membuktikan klaim-klaim yang dibuat (James Goff, Jr. Fields White Unto Harvest, 1988, hal. 76).

Setelah meneliti “bahasa roh” yang diucapkan di Azusa Street mission yang dipimpin oleh William Seymour, pemimpin Holiness, W. B. Godbey menyimpulkan bahwa ucapan-ucapan itu bukanlah bahasa (G. F. Taylor, The Spirit and the Bride, 1907, hal. 52).

Banyak ahli bahasa yang telah mencapai kesimpulan yang sama. William Samarin, profesor linguistik di Universitas Toronto, merangkumkan penelitian dia selama 5 tahun sebagai berikut: “Glossolalia memang mirip dengan bahasa dalam hal-hal tertentu, tetapi ini hanyalah karena pengucapnya ingin agar yang diucapkannya itu mirip bahasa. Namun walaupun ada kemiripan-kemiripan superfisial, glossolalia secara mendasar BUKANLAH bahasa” (Tongues of Men and Angels, 1972, hal. 227).

Kunci yang mendasar untuk mengerti bahasa lidah dalam Alkitab adalah menyadari bahwa bahasa lidah adalah tanda bagi bangsa Yahudi yang tidak percaya (1 Kor. 14:20-22). Dalam kitab Kisah Para Rasul, ketika bahasa lidah dipraktekkan, ada orang Yahudi yang hadir. Topik ini dibahas dalam buku The Pentecostal-Charismatic Movement: The History and the Error oleh David Cloud, dan juga buku Glossolalia oleh Dr. Steven Liauw.

Cakka.web.id : Bagi mereka yang tidak mengasihi Allah sungguh-sungguh tidak ada keinginan hatinya untuk mempelajari kebenaran Firman Allah, mereka menganggap mengikuti pembelajaran Alkitab di gerejanya sudah cukup. Mereka tidak mau belajar melebihi apa yang tersedia di gerejanya, sehingga jika pengajaran sesat menyusup dengan segala bentuk hal-hal yang “rohaniah”, mereka menyukainya dan menganggapnya dari Allah dan menyenangkan Allah. Bahkan meskipun Firman Allah sendiri yang mengatakan, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (I Tes 5:21)”, mereka akan tidak akan melakukannya oleh karena kebebalan hatinya untuk lebih menyukai apa yang mereka anggap rohaniah (II Timotius 4:3-4).

Bahasa roh adalah sebuah hal yang menarik, sebuah konsep ibadah yang baru hadir menjelang abad ke-20. Bahkan para rasul tidak menuliskan sedikitpun mengenai bahasa roh, namun Lembaga Alkitab Indonesia mengubah apa yang seharusnya dituliskan sebagai bahasa lidah (γλωσσαις, dibaca:glossais) menjadi bahasa roh.

Bukankah Allah adalah sempurna dan tanpa kesalahan ? Jika begitu, bukankah sebagai seorang yang benar-benar mengasihi Allah kita tidak boleh mengubah apa yang telah Allah firmankan ?

Mereka yang mengubah isi Firman Allah dan mengajarkannya kepada orang lain, mereka adalah penyesat-penyesat (Matius 7:21-23; II Timotius 4:2).

Lebih dari itu, mereka yang mempelajari Firman Allah sungguh-sungguh mengetahui benar bahwa bahasa lidah, nubuatan, dan karunia pengetahuan sudah dihentikan seturut selesainya Firman Allah dituliskan (I Korintus 13:8-10).

Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
(Amsal 16:25)

Sumber: graphe-ministry.org / wayoflife.org

Baca juga artikel terkait bahasa roh / bahasa lidah di dalam tulisan yang berjudul Bahasa Roh / Bahasa Lidah ? dan Bahasa Lidah/Bahasa Roh (Tongue Speaking).