Tersenyum di Tengah Sampah

Cuaca panas, debu beterbangan ditiup angin, serta asap pembakaran sampah dan pembuatan arang di Smokey Mountain, tempat pembuangan sampah terbesar di Manila, Filipina, tidak menyurutkan kegembiraan mereka. Meskipun tubuh mereka kotor karena debu, senyum tetap mengembang menghiasi wajah-wajah lugu mereka. Sebuah pemandangan yang mengenaskan, sekaligus memperlihatkan masih adanya sukacita dan harapan di tengah kesusahan dan penderitaan 1.700 keluarga miskin kota yang tinggal di tempat pembuangan sampah. Sukacita yang berasal dari dalam diri, bukan karena keadaan sekitar.

Firman Tuhan menghendaki kita bersukacita selalu, tetap berdoa, dan bersyukur di dalam segala hal. Sukacita bukan karena keadaan sedang baik, tetapi karena kebaikan Kristus Yesus semata. Berdoa tak putus bagaikan menarik napas, bukan karena butuh tetapi karena kerinduan hati. Bersyukur senantiasa, bukan hanya pada saat berprestasi, tubuh sehat, atau bisnis lancar, melainkan karena Tuhan dan kasih-Nya yang luar biasa.

Dapatkah kita menjadi seperti anak-anak, yang tetap tersenyum ceria meskipun dikelilingi sampah? Dapatkah kita tetap bersukacita, berdoa, dan bersyukur ketika keadaan tidak berlangsung seperti yang kita harapkan? Bukan berarti kita lalu pasrah dan berdiam diri menerima nasib, namun kita dapat menegakkan kepala dengan yakin bahwa dalam keadaan terburuk sekalipun, Allah tidak akan meninggalkan kita dan membiarkan kita seorang diri. Dialah pengharapan kita yang teguh.

Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

Sumber: Renungan Harian