Tulang Tangan Manusia Bukti Teori Evolusi Salah

Sebuah tulang tangan telah ditemukan di Kenya utara yang mengejutkan para peneliti ketika tulang itu diketahui berasal sebuah lapisan batu yang diberikan umur perkiraan 1,4 juta tahun, sehingga tulang ini menjadi tulang manusia tertua, tetapi masih cukup “muda” untuk melawan pemberian umurnya.

Jika komunitas sekuler benar dalam perkiraan mereka bahwa penemuan ini lebih tua setengah juta tahun dari fosil manusia paling awal yang diterima, maka penemuan ini mengilustrasikan betapa anatomi manusia tidak mengalami perubahan evolusioner selama masa yang panjang itu.

Diterbitkan dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), tim menggambarkan tulang manusia itu – suatu tulang dari jari ketiga – sebagai cocok dengan tangan seorang lelaki setinggi 178 cm. Mereka menulis, ‘Dalam segala hal, tulang ini mirip dengan manusia modern, baik dalam proporsi maupun morfologi.’

Tanpa mempedulikan penanggalan orang-orang sekuler yang kacau balau, berita paling signifikan dari penemuan fosil-tangan terbaru ini seharusnya adalah, bahwa tangan manusia yang paling tua yang penah ditemukan tidak menunjukkan perubahan evolusi sama sekali. Fosil Kenya ini memperlihatkan bahwa manusia berasal dari manusia.

Catatan akhir: Cara pemberian usia dalam paham evolusi tidaklah didasarkan pada ilmu pengetahuan yang kuat dan kokoh, tetapi pada berbagai asumsi untuk mempertahankan evolusi.

Sumber:  “Surprising Human Hand Bone,” Brian Thomas, Institute for Creation Research, 10 Jan. 2014