Tag Archives: Wanita Kristen

Para Wanita dalam Pekerjaan Tuhan

Kaum perempuan sangatlah penting bagi pekerjaan Tuhan. Mereka tidak dipanggil untuk menjadi pemimpin jemaat (1 Timotius 2:12), tetapi mereka bisa melakukan banyak hal untuk pekerjaan Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh almarhum R. G. Lee, “…kami dengan senang membuat pernyataan bahwa ada bunga-bunga yang paling indah dan paling wangi yang tumbuh di kebung Allah, dan ada buah-buah yang paling manis dan ranum yang matang di ladang rohani Allah, yang ada di sana karena iman wanita, kasih wanita, doa wanita, kesalehan wanita,

Gaya Hidup Seorang Wanita Kristen

BATASAN YANG ALKITAB BERIKAN DI DALAM MEMILIH / MENENTUKAN GAYA HIDUP SEORANG WANITA KRISTEN Hidup dengan sopan, melakukan hal-hal terhormat, menjauhkan diri dari pesta pora, kemabukan, percabulan dan hawa nafsu (Rm. 13:13). Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menentukan apa yang kalian harus lakukan dan janganlah menuruti tabiat manusia yang berdosa untuk memuaskan hawa nafsu (Rm. 13:14) Prinsip 3K : 1. Prinsip Kegunaan (1 Kor. 10:23) – Apakah hal itu berguna? 2. Prinsip Konstruktif (1 Kor. 10:23) – Apakah hal itu

Kisah Ester Ahn Kim

Jika Anda sudah tahu akan dijebloskan ke dalam penjara untuk waktu yang lama, apakah yang akan Anda lakukan? Sebagian orang mungkin ingin memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menikmati hal-hal yang disenangi. Ester Ahn Kim, seorang kristiani di Korea, tahu bahwa ia pasti dipenjara karena ia menolak bersujud dalam kuil yang dibangun penjajah di negaranya. Menariknya, sebagai persiapan, ia melatih diri untuk menghafal lebih dari seratus pasal Alkitab, karena tahu ia tak akan diizinkan menyimpan Alkitabnya. Tuhan memakai kesiapannya untuk membawa

Peran Wanita Dalam Jemaat

Dalam filosofi Yunani, Plato dan Aristoteles mewakili pandangan kuno yang memandang wanita sebagai makhluk yang tidak setara dengan laki-laki, yang tidak dianggap lebih baik dari benda atau harta yang dapat dipakai oleh laki-laki. Dan bukan hanya kebudayaan Yunani, tetapi banyak kebudayaan yang menganggap derajatnya lebih rendah dari laki-laki. Namun itu semua merupakan kebudayaan yang tidak takut akan Allah dan tidak mengenal Hukum-Nya. Hal demikian adalah hal yang paling bertentangan dengan pengajaran Alkitab. Alkitab tidak pernah menganggap wanita sebagai kaum yang