Gaya Hidup Seorang Wanita Kristen

BATASAN YANG ALKITAB BERIKAN DI DALAM MEMILIH / MENENTUKAN GAYA HIDUP SEORANG WANITA KRISTEN

Hidup dengan sopan, melakukan hal-hal terhormat, menjauhkan diri dari pesta pora, kemabukan, percabulan dan hawa nafsu (Rm. 13:13). Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menentukan apa yang kalian harus lakukan dan janganlah menuruti tabiat manusia yang berdosa untuk memuaskan hawa nafsu (Rm. 13:14)

Prinsip 3K :

1. Prinsip Kegunaan (1 Kor. 10:23) – Apakah hal itu berguna?
2. Prinsip Konstruktif (1 Kor. 10:23) – Apakah hal itu membangun?
3. Prinsip Kemuliaan Allah (1 Kor. 10:31) – Apakah hal itu mempermuliakan Allah?

Melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol. 3:23). Kita tidak mungkin melakukan sesuatu yang jahat/dosa seperti untuk Tuhan, karena Tuhan itu suci adanya.

Penekanan yang ingin diambil dari bagian ini memang hanya untuk perempuan dan hanya dalam kaitannya dengan soal berdandan dengan pantas dan sopan (Dalam Alkitab: Hendaklah kaum wanita menghias dirinya dengan sederhana dan memakai pakaian yang sopan). Dalam konteks kebaktian pun, sekalipun seorang perempuan ingin mengikuti mode yang sedang tren, tetapi harus lebih mementingkan berdandan dengan perbuatan baik, menghiasi dirinya dengan perbuatan-perbuatan yang baik – 1 Tim. 2:9-10)

Tidak ada yang salah dengan kecantikan luar kita, karena itu adalah berkat Tuhan dan harus kita syukuri. Tetapi yang ingin ditekankan oleh Rasul Petrus adalah bahwa seorang wanita Kristen harus lebih mementingkan kecantikan di dalam (inside out) daripada kecantikan di luar (1 Ptr 3:3-4) Dalam Alkitab, “Janganlah kecantikanmu hanya kecantikan luar, seperti misalnya menghias rambut atau memakai perhiasan, atau berpakaian yang mahal-mahal. Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah.”

2. Kita tidak boleh serupa/sama dengan dunia ini, sebaliknya kita harus membiarkan Allah membentuk pribadi kita menjadi baru (membiarkan Allah mentransformasi diri kita menjadi baru), supaya kita berubah (berubahlah oleh pembaharuan budimu) sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm 12:2). Hal ini berarti bahwa sebagai perempuan Kristen, kita harus memiliki standar dan gaya hidup yang berbeda dengan dunia ini.

Paulus mengatakan, “berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Kata ‘berubah’ dalam bahasa Yunaninya adalah : ‘metamorphoomai’ yang mempunyai akar kata sama dengan metamorfosis, sebuah istilah ilmu hayat dan alam yang berarti proses perubahan wujud. Sebuah ilustrasi umum untuk arti kata ini adalah proses seekor ulat yang mengalami perubahan dari binatang yang jelek menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Jadi transformasi atau perubahan tersebut adalah perubahan wujud ke tahap yang lebih baik. Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seperti bunglon yang warnanya berubah-ubah menurut lingkungannya. Jangan berusaha menyesuaikan akal budi dan sistim penilaian kita menurut kebiasaan dan standart dunia yang telah dicemari dosa.

3. Frase serupa dengan dunia dalam bahasa aslinya (Yunani ‘susche-matizesthai’) berarti bentuk luar yang selalu berubah-ubah, dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Paulus mau mengingatkan agar kita jangan mengikuti/meniru kebiasaan-kebiasaan dunia; jangan menjadi seperti bunglon yang warnanya berubah-rubah menurut lingkungannya. Sebagai perempuan Kristen kita harus memiliki ciri khas, standar dan prinsip hidup yang berbeda dengan dunia di dalam sikap, tingkah laku, gaya hidup dan pola pikir kita. Sebagai contoh, jika dunia menganggap bahwa menyontek, membolos, merokok, clubbing, narkoba, pergaulan bebas adalah hal biasa, maka tidak demikian dengan kita, karena kita memiliki standar moral yang berbeda dengan dunia.

Untuk hidup berbeda dengan dunia, maka ada hal penting yang harus kita lakukan, yaitu mentransformasi diri. Ketika transformasi/perubahan terjadi di dalam hidup kita, maka hasilnya adalah (dengan pertolongan Roh Kudus) kita akan dimampukan untuk membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Ketika kita berani hidup berbeda dengan dengan standar dunia, ketika kita mau mentransformasi hidup ke tahap/ke arah yang lebih baik, maka hasilnya adalah kita dapat mengetahui kehendak Allah di dalam hidup kita.

Penderitaan secara mental. Misalnya dikatakan sok suci, sok rohani, gak gaul, kuper (kurang pergaulan), kuno, dll.

Akan tetapi percayalah, jika kita memilih untuk hidup berbeda dengan dunia ini pasti akan ada dampak positifnya juga. Orang-orang dunia/teman kita akan merasa sungkan sekaligus respek/hormat kepada kita, karena kita memiliki prinsip dan standar hidup yang jelas sebagai perempuan.

4. Untuk dapat mempertahankan identitas kita sebagai perempuan Kristen, agar tidak terpengaruh oleh trend atau arus zaman yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, maka kita harus : Memiliki kesadaran bahwa sebagai perempuan Kristen, kita dipanggil untuk menggarami dan menerangi dunia ini.

Memiliki kesadaran bahwa Tuhan menghendaki kita untuk hidup berbeda dengan dunia ini (Jangan serupa dengan dunia ini). Hal ini berarti bahwa sebagai Perempuan Kristen kita harus berani tampil beda dalam pengertian yang baik/positif. Melihat fenomena trend/arus zaman berdasarkan Prinsip 3K (Kegunaan, Konstruktif dan Kemuliaan Allah).

oleh: Ev. Aris Lase, M. Min (Penginjil GBIA di Surabaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order