Tag Archives: kristen iran

Umat Kristen Iran Dicambuk Karena Perjamuan

perjamuan-tuhan

Sebuah pengadilan Iran pada bulan Oktober 2013 menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak 80 kali untuk empat umat Kristen Iran karena meminum anggur dalam ritual perjamuan. Padahal, Pemerintah Iran tidak melarang penggunaan anggur untuk keperluan ritual agama. Keempat warga Kristen Iran ini disidang di kota Rasht pada 6 Oktober lalu dan vonis dijatuhkan pada 20 Oktober. Keempatnya masih memiliki 10 hari untuk mengajukan banding. Keempat orang itu adalah Behzad Taalipasand, Mehdi Reza Omidi, Mehdi Dadkah, dan Amir Hatemi. Mereka juga dihukum karena

Iran Penjarakan 7 Umat Kristen

dr_richard_d_lumsden

Pihak berwenang di Iran menangkap tujuh orang Kristen dalam serangan gereja pada hari Jumat (12/10), padahal 8 bulan lalu pihak berwenang Iran sudah menahan lima mualaf Kristen dari provinsi yang sama, dan mereka akan menghadapi pengadilan pada Senin (15/10). Menurut laporan Christian Solidarity Worldwide (CSW), pada jumat malam aparat keamanan menyerbu sebuah gereja rumah dari denominasi Gereja Iran di kota Shiraz, dan menahan tujuh orang Kristen. Ketujuh orang tersebut diidentifikasi sebagai Mohammad (Vahid) Roghangir, Suroush Saraie, Roxana Forughi, Eskandar Rezaie,

Pengacara Youcef Nadarkhani Dipenjarakan

Laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan menyatakan bahwa Mohammad Ali Dadkhah, pengacara pembela Youcef Nadarkhani, dihukum penjara sembilan tahun dengan tuduhan menentang keamanan nasional dan menyebarkan propaganda. Menurut The American Center for Law and Justice (ACLJ) yang mengikuti perkembangan kasus Youcef Nadarkhani, Dadkhah yang tidak memungut sedikit bayaran pun kepada Nadarkhani ini dituduh bersekongkol dengan kliennya. “Di dalam dunia dimana penganiayaan berdasarkan iman makin meluas, kita juga harus berdiri bagi mereka yang membela kebebasan utama kita,” kata Tiffany Barrans, Direktur Hukum

Gembala Youcef Nadarkhani Dibebaskan

Seorang gembala sidang Iran, Youcef Nadarkhani, yang awalnya dijatuhi hukuman mati di negara asalnya karena iman kristianinya, dibebaskan dari tuduhan murtad dan dibebaskan dari pemenjaraan. Nadarkhani, 32 tahun, dipenjarakan tiga tahun dan menantikan eksekusi mati karena menolak untuk menyangkal iman Kristen-nya. Tuduhan terhadap dia diturunkan menjadi “menginjil orang-orang Muslim,” yang dapat dikenai hukuman tiga tahun penjara. Dia dibebaskan setelah menjalani waktu penahanan tersebut, menurut American Center for Law and Justice, sebuah grup pengamatan yang berbasis di Washington, yang telah berkampanye

Iran: Sangkali Imanmu atau Mati !

Gembala sidang di Iran, Yousef Nadarkhani menghadapi hukuman mati kecuali ia menyangkali imannya kepada Kristus, demikian dikonfirmasi oleh sebuah vonis tertulis dari Mahkamah Agung negara tersebut. Baptist Press melaporkan tanggal 8 Juli 2011 bahwa orang-orang Kristen di Iran tidak setuju dengan pelaporan berita bahwa hukuman mati terhadap Nadarkhani telah dibatalkan. Organisasi hak asasi manusia Christian Solidarity Worldwide melaporkan tanggal 14 Juli bahwa vonis tertulis dari pengadilan telah dikeluarkan, mengkonfirmasi bahwa Nadarkhani menghadapi hukuman mati kecuali jika ia menyangkali imannya. Vonis

Mayoritas Korban Penganiayaan Adalah Umat Kristen

Agama kristen adalah agama termahal di dunia, untuk memeluk agama kristen tidak jarang seseorang mendapatkan penganiayaan, sikap deskriminatif dan berbagai hal negatif lain nya. Menurut sebuah laporan terbaru salah satu organisasi Katolik Inggris, disebutkan bahwa ada tujuh puluh lima persen dari penganiayaan agama di dunia tertuju pada umat Kristen. Setelah meneliti 33 negara, cabang Inggris organisasi Aid to the Church in Need melaporkan bahwa sebagian besar penganiayaan itu terjadi di Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Laporan yang berjudul “Teraniaya dan

Iran Menangkapi Lusinan Orang Kristen

Disadur dari International Christian Concern, 7 Januari 2011, Iran dilaporkan telah menangkap lusinan orang-orang Kristen, banyak di antara mereka bertobat dari Islam, dalam suatu operasi yang dimulai bulan Desember lalu. Seorang pejabat Iran menuduh kelompok-kelompok Injili Protestan melakukan serangan budaya. Kelompok-kelompok Kristen di dalam Iran mengatakan bahwa Kementerian Bimbingan Islam di negara tersebut juga telah menyerang lusinan orang Kristen yang mereka tuduh melakukan aktivitas kristenisasi. “Petugas-petugas keamanan yang bersenjata masuk ke rumah-rumah Kristen secara paksa, menyerang mereka secara fisik dan