Mayoritas Korban Penganiayaan Adalah Umat Kristen

Agama kristen adalah agama termahal di dunia, untuk memeluk agama kristen tidak jarang seseorang mendapatkan penganiayaan, sikap deskriminatif dan berbagai hal negatif lain nya.

Menurut sebuah laporan terbaru salah satu organisasi Katolik Inggris, disebutkan bahwa ada tujuh puluh lima persen dari penganiayaan agama di dunia tertuju pada umat Kristen. Setelah meneliti 33 negara, cabang Inggris organisasi Aid to the Church in Need melaporkan bahwa sebagian besar penganiayaan itu terjadi di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Laporan yang berjudul “Teraniaya dan Terlupa?” itu merupakan laporan bagaimana orang Kristen ditindas karena iman mereka. Selain di Cina, Iran, Korea Utara, dan Arab Saudi, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Venezuela, Zimbabwe, dan bahkan Tanah Suci pun terdapat penganiayaan atas nama agama. Tempat penganiayaan terburuk menurut laporan itu adalah negara Mesir, Irak, Nigeria, dan Pakistan dengan penganiayaan yang meningkat, termasuk negara-negara lainnya.

“Proporsi negara yang memiliki catatan memburuknya kekerasan anti-Kristen dan intimidasi akan lebih tinggi jika bukan karena fakta bahwa dalam banyak kasus situasi bisa lebih buruk pada awal terjadi kasus-kasus tersebut,” kata laporan itu. Alasan penganiayaan terjadi sebagian besar disebabkan oleh ekstrimis Islam di Burma, India, Sri Lanka, Afrika Utara, dan sebagian Asia. Sementara itu, ada beberapa negara komunis dan ateis yang tidak senang dan menekan hak-hak agama.

Ann Widdecombe, seorang politikus Inggris terkenal yang menganut agama Katolik diangkat sebagai utusan khusus untuk kebebasan beragama Aid to the Church in Need. Dia mengatakan bahwa dia semakin kuatir oleh laporan kekerasan yang ada. Dia juga menyoroti inkonsistensi upaya pemerintah Inggris dalam melindungi hak-hak minoritas di dalam negeri dan kecenderungan menutup mata terhadap penganiayaan orang Kristen di luar negeri. “Ini saatnya untuk menjulurkan kepala kita ke atas tembok pembatas dan berbicara atas nama orang Kristiani yang menderita karena iman mereka,” katanya. Kita sebagai orang Kristen memang harus siap menderita. Sama seperti Tuhan kita yang tidak dikenal dunia dan disesah, kita harus tahu bahwa kita pun bisa ditolak seperti itu, asal teguhkanlah hatimu.

Sumber : Christian Today / Jawaban