Tanaman Bereaksi Terhadap Kondisi Sekitar

tanaman

Jika suatu tumbuhan bisa melihat, apa yang akan ia lihat? Ilmuwan-ilmuwan kini telah menemukan dan menjadi takjub bahwa tumbuh-tumbuhan ternyata bisa melihat dan bereaksi terhadap lingkungan mereka, sama seperti binatang!

Tumbuhan memerlukan cahaya untuk fotosintesis. Mereka bertumbuh ke arah cahaya. Tetapi, bukan ini yang dimaksud oleh para ilmuwan ketika mereka berbicara tentang penglihatan pada tanaman. Mereka telah menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan memiliki suatu sistem tambahan yang memungkinkan mereka untuk bereaksi terhadap sekitar mereka. Tanaman memiliki pori-pori, yang disebut stomata. Stomata mengizinkan karbon dioksida masuk ke dalam tanaman tersebut, dan oksigen keluar, sementara fotosintesis berlangsung. Stomata akan tetap tertutup dalam kondisi kurang cahaya, atau ketika harus dilakukan penghematan air. Lebih banyak stomata yang terbuka, maka semakin cepat fotosintesis terjadi, dan semakin cepat tanaman itu bertumbuh.

Tanaman juga kehilangan air lebih cepat ketika stomata terbuka lebar. Walaupun baik cahaya biru maupun merah dipakai untuk fotosintesis, para ilmuwan telah menemukan bahwa sel-sel yang membuka dan menutup stomata, hanya merespon terhadap cahaya biru. Jumlah cahaya biru yang tersedia akan mengaktifkan sebuah pompa dalam sel-sel tanaman yang membuat mereka membengkak, lalu stoma tersebut akan terbuka. Proses yang luar biasa ini melibatkan pemompaan proton untuk menghasilkan listrik.

Dalam suatu eksperimen, para ilmuwan menggandakan lebih dari dua kali lipat laju pertumbuhan bunga anggrek dengan cara menyediakan cahaya biru yang lebih untuk membuka stomata-nya.

Dalam kemampuan tumbuh-tumbuhan untuk menyadari dan bereaksi terhadap lingkungan mereka, kita dapat melihat cara lain lagi tumbuh-tumbuhan memuliakan Pencipta mereka dan menunjukkan bahwa mereka bukanlah benda hidup yang sederhana yang kebetulan saja muncul.

Sumber: Creation Moments, 28 Mei 2020
Diterjemahkan oleh: Graphe Ministry