Sang Penakluk yang Brutal

genghis_khan

Genghis Khan adalah seorang komandan militer yang bisa menyatukan bangsa Mongolia lalu mendirikan Kekaisaran Mongolia. Ia menaklukkan sebagian besar wilayah Asia termasuk Tiongkok, Asia Tengah, Xia Barat, Persia & Mongolia. 

Nama aslinya: Temujin. Ia menjadi pemimpin paling brutal & tersadis di masa lalu. Hal ini dimulai dari kematian sang ayah yang tewas diracun & keluarganya dimusuhi sukunya sendiri & dianggap tidak berguna. Waktu itu ia berumur 9 thn. Ibunya hrs merawat 7 anak-anaknya sendirian.

Temujin harus berburu & mencari makan untuk bisa bertahan hidup. Masa remajanya juga sebagai budak, akhirnya ia melarikan diri.

Hal-hal inilah menjadi titik balik yang mengubah hidup Temujin menjadi brutal. Ketika menjadi pemimpin, ia menjadi penguasa yang brutal.

Meski tidak pernah ada yang menghitung berapa jumlah korban Temujin secara pasti, namun para ahli banyak yang memperkirakan totalnya mungkin +/- 40 juta jiwa melayang.

Ada 2 hal yang bisa kita petik menjadi pelajaran.

Yang pertama: kejadian buruk di masa kecil, bila tetap disimpan dalam hati. Bila tidak dibereskan dengan pengampunan, maka akan menjadi balas dendam yang lebih dahsyat. Luka batin haruss dibereskan sampai tuntas. Kalau tidak maka akan menjadi akar pahit & menimbulkan kerusuhan.

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Pelajaran yang kedua: Firman Tuhan mengatakan bhw ada penguasa yang memerintah dengan tangan besi, sehingga menjadi penderitaan buat banyak orang. Banyak jiwa yang melayang. Penguasa harus memerintah dgn baik, agar rakyat menjadi makmur & sejahtera.

Matius
20:20
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
20:21
Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
20:22
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
20:23
Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
20:24
Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
20:25
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
20:27
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Sumber: Renungan Embun Pagi. Edisi 1102, Senin, 27 Jan 2020