Pernikahan yang Dipertahankan, Membawa Kebahagiaan

pernikahan

Para peneliti menemukan bahwa mayoritas pasangan yang tidak bahagia ketika anak pertama mereka lahir, sudah merasa terpenuhi kebahagiaannya sepuluh tahun kemudian.

Riset yang dibiayai oleh Marriage Foundation ini menemukan bahwa 68 persen pasangan yang tetap bersama (mempertahankan pernikahannya) setelah kelahiran anak pertama mereka melaporkan bahwa diri mereka bahagia 10 tahun kemudian. Lebih lanjut lagi, 27% mengatakan mereka ‘sangat bahagia’, dan memberi nilai tujuh (dari maksimum tujuh) kepada hubungan mereka.

Harry Benson, dari Marriage Foundation, mengatakan: ‘Bertentangan dengan pandangan umum, tetap tinggal di dalam pernikahan yang tidak bahagia bisa jadi adalah hal terbaik yang anda lakukan. Kebanyakan pernikahan memiliki momen-momen tidak bahagianya, tetapi terkecuali kasus-kasus yang untungnya jarang di mana hubungan itu mengalami penindasan (abuse), kebanyakan pasangan dapat menyelesaikan kesulitan-kesulitan itu dan menjadi bahagia belakangan.’

Para ahli hubungan pernikahan mengkonfirmasi penemuan studi-studi sebelumnya yang mengindikasikan bahwa para pasangan yang rutin memiliki waktu malam sendiri bersama pasangan, akan lebih tidak mengalami rusaknya hubungan.

Sir Paul Coleridge, seorang mantan Hakim Pengadilan Tinggi, dan juga pendiri Marriage Foundation, mengatakan: ‘Dengan rusaknya keluarga – terutama dalam sepuluh tahun pertama – mencapai tingkat tertinggi, riset yang menghancurkan mitos-mitos ini sangatlah penting. …. Bicaralah dengan siapapun yang memiliki hubungan yang memuaskan 20an tahun, dan mereka akan memberitahu anda bahwa itu harus dibangun dengan usaha yang rajin dan sensitif oleh kedua pihak. Mempertahankan hubungan anda terus berjalan adalah faktor yang jauh paling penting dalam perkembangan anak anda.’

Diterjemahkan oleh : dr. Steven E. Liauw, S. Ked., M.D., M.Div., D.R.E., Th. D.

 

Editorial :
Baca juga tulisan KristenAlkitabiah.com yang lain, yang berjudul “3 Prinsip Alkitab Dalam Mengubah Sebuah Pernikahan“.

 

Sumber :

Sabur, R. (8 Februari 2017). Staying in an unhappy marriage could be the best thing you do, new study suggests. http://www.telegraph.co.uk/news/2017/02/08/staying-unhappy-marriage-could-best-thing-do-new-study-suggests/

Cloud, D. (February 17, 2017). Friday Church News Notes Volume 18, Issue 7. https://www.wayoflife.org/friday_church_news/18-07.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order