Pengaruh Buruk Televisi Meningkat

Industri hiburan modern, yang telah mendorong budaya pop Barat selama ini, sudah berada pada jalur menurun sejak awal mulanya. Setiap dekade telah menghantarkan kepada level baru degradasi moral.

Perhatikan kutipan berikut dari artikel “Children Sink into Adult Swim,” CNSNews, 19 Agustus 2011.

Setelah malam, Cartoon Network berubah – bagaikan Jekyll menjadi Hyde – menjadi Adult Swim Channel. Tetapi ini tidak terjadi di tengah malam, tetapi kini pindah ke jam tayang prima, yaitu 9 malam untuk waktu Eastern (Amerika) dan jam 8 malam waktu Central.

Bahkan sebelum itupun, Nielsen melaporkan pada tahun 2008 bahwa jaringan-jaringan TV top di Amerika untuk remaja adalah Fox, Nickelodeon, Disney – dan Adult Swim. Dalam salah satu tayangan, Robert Chicken, mempelihatkan Yesus memukuli orang dan memakai nama Allah dengan sembarangan.

Dalam sebuah survei baru terhadap 20 film animasi kabel yang paling top, Parents Television Council memberikan nilai F kepada Cartoon Networks dan blok ‘Adult Swim’-nya karena banyaknya seks, kekerasan, kata-kata kotor, dan penggunaan obat-obatan.

Menonton hanya 123 program dalam jangka waktu studi empat minggu, PTC mendokumentasikan seribu empat ratus delapan puluh tujuh contoh material yang ofensif di dalam tayangan kartun.

Rata-ratanya, para penonton muda terpapar kepada kotoran-kotoran ini setiap dua menit dan sembilan belas detik.

Ada 680 referensi atau penggambaran seksual. Kartun-kartun ini terisi penuh dengan 565 insiden bahasa kotor, banyak yang harus disensor, bahkan oleh standar hari ini yang sangat rendah. Ada 242 referensi kepada pemakaian obat terlarang.

Jika anda meragukan bahwa ini adalah usaha untuk menyuguhkan materi dewasa kepada anak-anak, perhatikan bahwa jaringan TV sering memberi rating PG (di Indonesia BO atau Bimbingan Orang Tua), atau dengan kata lain baik untuk anak di bawah 14 jika didampingi orang tua.

Jika anda berpikir, di Indonesia lebih baik karena ada lembaga sensor (KPI) namun saya katakan tetaplah waspada masih terdapat berbagai media yang dapat memberikan efek negatif seperti film yang diputar di bioskop, film dvd, serta film yang berasal dari saluran tv berlangganan.

Sumber: wayoflife.org / graphe-ministry.org