Perayaan Paskah di Cirebon Dibubarkan Paksa

Dikutip dari Tempo Interaktif, 16 Mei 2011, acara ucap syukur sekaligus perayaan Paskah di Cirebon dibubarkan paksa sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) Senin 16 Mei 2011. Perayaan yang dilakukan di Gedung Gratia Cirebon itu diikuti sekitar 6.000 jamaah yang sebagian besar terdiri dari anak usia SD hingga SMA.

Namun sekitar pukul 18. 15 WIB ormas Gapas yang terdiri sekitar 20 orang dipimpin Andi Mulya mendatangi gedung tersebut. Mereka pun langsung menghardik panitia penyelenggara dan mengatakan jika kebaktian di gedung Gratia tersebut tidak memiliki izin.

Namun saat seorang panitia, Stefanus, memberitahu jika mereka sudah memberitahukan acara tersebut ke polisi, akhirnya Andi Mulya pun menelpon polisi dan meminta agar acara tersebut dibubarkan.

Polisi yang datang ke lokasi setelah melakukan dialog akhirnya meminta agar perayaan tersebut bubar untuk keamanan. “Ini ada apa? Kok bisa banyak polisi ya?” tanya Hermanus, 8, seorang peserta yang ikut perayaan paskah bersama tersebut dengan wajah bingung.

Stefanus menjelaskan jika pihaknya sudah memberitahukan ke polisi tentang acara yang mereka lakukan malam ini. “Ini bukan kebaktian. Tapi perayaan dan ucap syukur kita kepada Tuhan. Jadi mohon dibedakan antara perayaan dan kebaktian,” katanya. Acara ini wujud ucap syukur ujian nasional telah berakhir. Ketua Gapas, Andi Mulya, berkeras jika yang dilakukan malam ini merupakan kebaktian. “Masa kebaktian tidak ada izinnya?” tanyanya.

Sedangkan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Asep Edi Suhaeri yang datang ke lokasi mengakui jika panitia sudah memberitahukan pelaksanaan acara tersebut kepada polisi. “Mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan,” katanya. Namun, kata dia, demi menjaga suasana daerah, akhirnya acara itu pun dibubarkan.

Sungguh luar biasa iblis bekerja. Akhirnya pemerintah ini pun secara perlahan akan dikuasai oleh mereka yang dipakai oleh iblis untuk menekan dan menindas umat kristen di negeri ini. Kegiatan ibadah bersama dengan mudah ditentang, pembangunan gereja semakin sulit (baca:Ratusan Kekerasan Atas Nama Agama Tercatat di Tahun 2010), gereja yang sudah ada bisa dibongkar, sebuah tanda dimana kedatangan Tuhan semakin dekat.

Tetaplah berjaga – jaga. Maranatha !