Paus Fransiskus Mendeklarasikan : Penyembahan Maria Tidaklah Opsional, Maria Harus Disambut ke dalam Hidup Kita

Artikel dan gambar disadur dan diterjemahkan dari “Pope Francis Declares In Mass On Tuesday That Worshipping Mary Is ‘Not Optional’ And That She ‘Provides All Blessings’ As The Mother Of God”  (https://www.nowtheendbegins.com/pope-francis-declares-in-mass-tuesday-worshipping-mary-not-optional-she-provides-all-blessings-catholic-church/). Jorge Bergoglio, yang juga dikenal sebagai ‘Paus Fransiskus,’ memimpin para Roma Katolik, pada hari Selasa lalu, untuk memperingati sebuah hari raya yang disebut “The Solemnity of Mary, Mother of God.” Di dalam peringatan tersebut ia mengekspresikan harapan bahwa Maria akan “melindungi” umatnya selama tahun baru, dan mengklaim bahwa dalam masa-masa kesusahan, manusia bukan saja seharusnya “menatap ibu kita tersebut,” tetapi juga mengizinkan Maria menatap mereka, karena dia adalah “kehidupan kita, kebaikan kita dan pengharapan kita.”

Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa sebelum saya diselamatkan, saya adalah seorang Roma katolik selama 30 tahun hidup saya. Saya mengenyam 12 tahun pendidikan di sekolah Katolik, diajar oleh para suster dan imam, dan menjadi seorang putra altar selama 3 tahun, dengan setia menghadiri misa dan menyembah Maria dan Yesus, dengan urutan seperti itu, seperti sebagaimana saya diajarkan. Lalu saya diselamatkan, dipenuhi oleh Roh Kudus, membuka Alkitab, dan rasa mual karena telah dibohongi selama tahun-tahun itu menerpa saya.

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”(Yoh. 14:6).

Coba lihat foto Paus Fransiskus sedang menyembah di hadapan patung “sang ibu dan anak”, perhatikan dengan baik. “Yesus” Roma Katolik digambarkan sebagai bayi kecil yang lemah yang memerlukan ibunya untuk berfungsi. Maria digambarkan bagi kita sebagai “mediatrix semua kasih karunia,” padahal tidak ada lagi yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Tidak ada seorang pun, satu manusia atau oknum pun dalam Alkitab, yang pernah berdoa kepada Maria. Tidak ada satu orang pun yang dalam Alkitab mencoba berbicara kepada Maria setelah dia meninggal. Tidak ada satu orang Kristen pun tercatat yang meminta sesuatu kepada Maria, bahkan selama ia masih hidup. Lebih lanjut lagi, pada hari Pentakosta Maria ada di ruang atas bersama 120 murid lainnya, tetapi ia hadir sebagai seorang murid biasa, sebagai partisipan yang tidak bersuara. Tidak tercatat ia menyumbangkan input apapun.

“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi”(Wah. 17:4-5).

Satu-satunya tempat anda akan menemukan “Maria” yang Paus Fransiskus tuntut untuk disembah oleh 1,4 milyar pengikutnya adalah dalam tulisan-tulisan Gereja Katolik. Menurut Alkitab, Maria tidak bisa mendengarmu, tidak bisa menolongmu, dan kecuali Tuhan Yesus berbohong di Yohanes 14:6, Maria juga sama sekali tidak punya kemampuan untuk menyelamatkanmu. Menyembah Maria akan memimpinmu ke satu tempat, dan satu tempat saja, yaitu neraka. Sebagai seorang mantan Roma Katolik, walaupun saya penuh kemuakan dengan Pelacur Roma di Wahyu 17 dan 18, saya penuh empati dan kasihan dengan 1,4 milyar jiwa yang terhilang yang tertangkap dalam jaringnya yang mematikan.

Kepada semua Roma Katolik, yang akan berdalih atau berkomentar bahwa “kami tidak menyembah Maria, kami hanya menghormatinya,” anda bisa berhenti memakai alasan itu sekarang. Paus-paus Katolik (termasuk Fransiskus) berulang kali dengan tindakan dan kata-kata mereka memimpin dalam penyembahan terhadap Maria, termasuk Selasa kemarin itu. Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah adalah mengakui dulu bahwa ada masalah. Alktiab hanya memperlihatkan kepada kita satu Juruselamat, Yesus Kristus, dan Dia, selain dari dalam triunitasNya dengan Bapa dan Roh Kudus, tidak memerlukan bantuan jenis apapun dari siapapun juga.

“Kiranya Maria, Bunda Allah, melindungi dan mendampingi kita selama tahun baru dan membawa damai sejahtera Anaknya ke dalam hati kita dan ke dunia,” demikian kicau Bergoglio pagi ini, yang diresponi dengan 62.000 like, sampai dengan penerbitan ini.

Bergoglio menyampaikan komentar-komentar tambahan selama misa di Basilika St. Petrus di Roma, tempat ia menyampaikan khotbah untuk hari raya, yang diperingati setiap 1 Januari, sebagai oktaf Natal, dalam kalender liturgi Roma Katolik.

“Terutama dalam waktu-waktu kesusahan, ketika kita terjebak oleh simpul-simpul kehidupan, sepantasnya kita mengangkat mata kita kepada sang ibu kita,” dia nyatakan, menurut Catholic News Agency dan sebuah video yang diposting ke Youtube oleh Vatican News. “Namun pertama, kita harus membiarkan diri kita ditatap oleh sang ibu kita.”

“Mata sang ibu kita tahu bagaimana membawa terang ke setiap sudut yang gelap; di segala tempat mereka memercikkan harapan,” lanjut Bergoglio. “Sambil ia menatap kita, ia berkata, ‘Teguhlah, anak-anakku; saya ada di sini, ibu kalian!’”

Dia menyatakan bahwa tatapan keibuan Maria membantu orang-orang untuk “bertumbuh dalam iman,” dan membuat mereka tetap “berakar dalam Gereja, tempat persatuan lebih penting dari kebhinekaan.”

“Betapa banyak penyebaran dan kesendirian di sekeliling kita. Dua terkoneksi seluruhnya, namun juga terlihat terputus seluruhnya. Kita perlu mempercayakan diri kita kepada ibu kita,” kata Bergoglio. “Maria adalah penyembuh dari kesendirian dan penyebaran. Dia adalah ibu penghiburan. Dia berdiri bersama orang-orang yang sendirian. Dia tahu bahwa kata-kata saja tidak cukup untuk menghibur; dibutuhkan kehadiran. Dan dia hadir sebagai ibu kita.”

“Bunda kita ini tidaklah opsional; dia harus disambut ke dalam hidup kita,” kata Paus Fransiskus kepada orang-orang yang berkumpul. “Dia adalah ratu damai, yang menang atas kejahatan dan memimpin kita ke jalan kebaikan.”

Sang Paus menunjuk kepada Salve Regina, yang dikenal juga sebagai “Salam, Ratu Suci,” yang menyebut Maria sebagai “kehidupan kita.” Dia mengakui bahwa kata-kata dari lagu tentang Maria ini terdengar berlebihan karena Kristus adalah kehidupan kita, tetapi ia mengatakan bahwa Maria “sedemikian dekatnya bersatu” dengan Kristus dan umatNya, sehingga “kita tidak dapat berlaku lebih baik selain dari meletakkan tangan kita ke dalam tangannya, dan mengakui dia [Maria] sebagai kehidupan kita, kebaikan kita, dan pengharapan kita.”

“Salam, ratu suci, ibu pengampunan / salam kehidupan kami, kebaikan kami, dan pengharapan kami / kepadamu kami berseru,” demikian dilantunkan oleh para Katolik di Salve Regina, yang juga dinyatakan sebagai doa terakhir dalam rosario.

Ia lalu menaikkan sebuah doa kepada Maria dalam kata-kata penutupnya. “Peganglah tangan kami, Maria. Bergantung padamu, kami akan melewati selat-selat sejarah dengan aman,” doa Bergoglio. “Pimpin kami dengan tangan untuk menemukan kembali ikatan-ikatan yang menyatukan kami. Kumpulkan kami di bawah jubahmu dalam kelembutan kasih sejati, tempat keluarga manusia dilahirkan. Kami terbang kepada perlindunganmu, bunda Allah yang suci.”

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, hari raya The Solemnity of Mary, Mother of God, awalnya adalah hari raya yang memperingati Penyunatan Kristus, sebelum diganti pada tahun 1974 oleh Paus Yohanes VI. “Perayaan ini, yang dipasangkan ke 1 Januari, sesuai dengan semua liturgi kuno kota Roma, dimaksudkan untuk merayakan bagian yang dimainkan Maria adalah misteri keselamatan ini,” tulis Yohanes XI. “Ini juga dimaksudkan untuk meninggikan kehormatan tunggal yang dibawakan oleh misteri ini bagi ‘sang bunda kudus . . . yang melaluinya kita didapatkan layak . . . untuk menerima sang Pemula kehidupan.’”

“Ini juga adalah kesempatan yang cocok untuk pemujaan yang diperbaharui terhadap Raja Damai yang baru lahir, untuk mendengarkan sekali lagi kabar baik para malaikat, dan untuk meminta kepada Allah, melalui ratu damai, akan hadiah perdamaian,” katanya.

Hari tersebut dikenal sebagai “Hari Perdamaian Dunia,” oleh karena alasan itu. Bergoglio memberikan tweet pada hari Minggu, “Kiranya Yesus, Maria, dan Yusuf memberkati dan melindungi semua keluarga di seluruh dunia, supaya kasih, sukacita, dan damai sejahtera dapat memerintah dalam mereka.” Tweet tersebut menghasilkan 72K like.

(Editor: salah satu penyimpangan terbesar di dalam Katolik adalah peng-agung-an Maria sampai dilabeli ratu sorga dan bunda segala bangsa. Sebaik-baiknya ada hidup secara katolik, sebagus-bagusnya karakter anda di dalam Katolik, pada akhirnya akan membawa anda kepada kebinasaan. Seruan Alkitab sangat jelas, … “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.….. Wahyu 18:4)

Sumber: www.nowtheendbegins.com; www.christiannews.net