Ombudsman Panggil Wali Kota Bogor Terkait GKI Yasmin

Setelah sebelum nya Diani Budiarto, walikota Bogor berusaha menyingkirkan GKI Yasmin dengan pencabutan IMB GKI Yasmin dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung agar ijin GKI Yasmin dicabut namun MA tetap memenangkan GKI Yasmin kini Diani Budiarto akhirnya dipanggil oleh Ombusman Republik Indonesia.

Ombudsman Republik Indonesia memanggil Wali Kota Bogor Diani Budiarto tentu terkait kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin. Ombudsman menilai Diani sudah sangat melanggar terhadap apa yang diputuskan Mahkamah Agung terhadap kasus GKI Yasmin.

Pada tanggal 21 Juni 2011 Ombudsman mengundang Wali Kota Bogor datang ke Ombudsman pada minggu depan untuk menerima rekomendasi Ombudsman terhadap kasus pembiaran atau kesewenang-wenangan Wali Kota Bogor terhadap Gereja Yasmin.

ORI (Ombudsman Republik Indonesia) bertemu Wapres Boediono untuk menyampaikan sejumlah hasil investigasi terhadap Badan Pertanahan Nasional serta pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam pertemuan, ORI antara lain mengeluhkan sikap BPN yang tidak kooperatif.

Pemerintah Kota Bogor membekukan Izin Mendirikan Bangunan GKI Yasmin pada 2008. Pembekuan dilakukan setelah ada keberatan dan protes dari warga serta fitnah yang menyatakan bahwa ijin GKI Yasmin adalah palsu. Warga yang menyatakan ketidaksetujuan berdirinya GKI Yasmin juga mengaku tidak pernah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan atas pembangunan gereja, yang merupakan salah satu syarat penerbitan IMB.

GKI Yasmin lantas menggugat pembekuan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dan memenangi gugatan. Pemerintah Kota Bogor pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi TUN di Jakarta, yang putusannya menguatkan putusan PTUN Bandung. Kasasi diajukan oleh Pemerintah Kota Bogor ke Mahkamah Agung dan hasilnya, MA menguatkan apa yang menjadi putusan PTUN Bandung dan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta.

Hingga akhirnya Fatwa MA menunjukkan MA sudah memutuskan dengan kebenarannya bahwa ijin GKI Yasmin harus diberikan  namun kembali sikap walikota Bogor yang berusaha menyingkirkan GKI Yasmin tidak mengindahkan fatwa itu. Maka, Ombudsman-pun memanggil Diani Budiarto supaya wali kota Bogor tersebut bisa mematuhi putusan MA.

“Kalau tetap tak acuh, berarti wali kota membuktikan dirinya sendiri tidak patuh pada UU. Maka, dia tidak pantas jadi wali kota,” tutur Danang, Ketua Ombudsman Republik Indonesia.

Memang berbagai upaya untuk menyingkirkan gereja akan terus muncul di dalam negeri ini bahkan di seluruh dunia namun kita percaya penyertaan Tuhan akan selalu ada bersama setiap orang percaya meskipun gedung gereja akan terus menerus menjadi incaran para kaki tangan iblis agar tidak ada lagi. Maranatha !

Sumber : Kompas