KJV Banyak Digunakan di Amerika

Menurut riset yang paling akhir dan menyeluruh, Alkitab King James tetap menjadi terjemahan yang paling banyak dipakai di Amerika.

Studi The Bible in American Life menemukan bahwa KJV dibaca oleh 55% orang yang mengaku pembaca Alkitab, NIV oleh 19%, New RSV 7%, Living Bible 6%, dan New American Bible 5%. Semua versi lain digabung menjadi 8% (“The Bible in American Life” oleh The Center for the Study of Religion and American Culture, 6 Maret 2014, www.raac.iupui.edu).

Di gereja-gereja, 40% memakai KJV, dan 21 % NIV. Hasil studi The Bible in American Life ini mirip dengan hasil riset American Bible Society tahun 2013, yang melakukan survei “State of the Bible” bersama Barna, yang menemukan bahwa 52% orang Amerika membaca KJV atau NKJV, dibandingkan dengan 11 persen yang membaca NIV.

Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun NIV lebih banyak terjual daripada KJV, NIV tidak banyak dipakai. Walaupun 100 tahun terakhir ini versi-versi modern diiklankan sedemikian rupa, ternyata KJV tetap kuat. Namun persentase pemakai KJV memang menurun.

Pada tahun 1995, sekitar dua pertiga orang Amerika mengklaim KJV sebagai terjemahan utama mereka (Jennifer Lowe, “Buy the Book,” Dayton Daily News, Dayton Ohio, 16 Sept. 1995, hal. 7C). Pada saat yang sama, studi The Bible in American Life menemukan bahwa 70% pembaca NIV membacanya minimal sekali seminggu, dan hanya 54% pembaca KJV membacanya minimal sekali seminggu. Ini mengindikasikan bahwa sejumlah besar pembaca KJV hanyalah orang Kristen KTP. Faktanya, jika seseorang tidak membaca Alkitab sekali seminggu, diragukan apakah ia orang Kristen lahir baru, karena salah satu ciri keselamatan adalah cinta akan Firman Tuhan.

Yesus berkata, “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah” (Yoh. 8:47).

Sumber: Way of Life