Guru Kristen Brooklyn Dipecat Karena Berdoa

Seorang guru kristen bernama Anita Wooten-Francis (52) yang merupakan guru senior di sebuah sekolah Brooklyn, New York, Amerika Serikat dipecat tanpa alasan yang jelas. Disinyalir pemecatannya terkait dengan cara hidupnya yang terbiasa berdoa di kelas sebelum dan sesudah memulai pelajaran. Tak hanya itu, Anita juga rutin membaca Alkitab pada saat istirahat siang, memimpin guru lain dalam kelompok doa, serta memainkan musik rohani selama di luar jam sekolah.

Selama 16 tahun melakukan ritual tersebut, wanita berusia 52 tahun ini tidak pernah mengalami masalah. Namun semua berubah ketika George Andrews menjadi kepala sekolah Canarsie pada tahun 2004.

Dia berkata, Anda tidak bisa berdoa di sekolah saya. Tak hanya itu, sang kepala sekolah juga mengejek keyakinan Anita.

Anita pun akhirnya melakukan gugatan atas pemecatan yang dialami olehnya. Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Federal Brooklyn, Anita menyatakan Andrews terus menerus mengganggunya. Andrews pernah mengatakan bahwa dia sadar bahwa Anita dan penganut Kristen lainnya berdoa agar kekuatan jahat pergi dari dirinya, namun hal itu tidak akan bekerja. Contohnya saja, Andrews pernah mengkritik wanita cacat karena menggunakan lift dan menyuruhnya untuk naik tangga, demikian kata Anita. Ketika dia protes, Andrews hanya tertawa sambil berkata Mengapa kau tidak berdoa saja? Oleh Andrews Anita juga kerap dituduh mengasari murid TK. Bagaimana mungkin saya akan mengasari anak kecil? Jangankan mengasari anak, menurut Anita Alkitab yang dipegangnya pun sering jatuh karena tangannya kerap mati rasa.

Baca juga berita kristen lainnya yang berjudul Gereja Senegal Dibakar dan Gereja Anglikan Izinkan Gay Jadi Uskup.

Sumber : New York Post