Kuasa Dibalik Perkataan Kita

 

1.  Perkataan kita berkuasa karena kita segambar dan serupa dengan Allah

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang (amsal 16:24)

Perkataan kita memiliki kuasa yang nyata. Allah bahkan berbicara untuk menjadikan semuanya dengan berkata-kata ( berfirman ) di dalam kuasa firman-Nya. Kita adalah  bagian gambar dan rupa-Nya karena itulah kita memiliki kuasa dalam perkataan kita. Sebab melalui perkataan kita dapat melakukan melebihi sekedar menyampaikan informasi saja. Manusia adalah satu-satunya ciptaan di planet ini yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata. Kondisi ini unik dan merupakan kekuatan yang luar biasa yang dihadiahkan Allah bagi manusia. Perkataan memiliki kuasa untuk menghancurkan atau membangun kembali ( Amsal 12:6 )

2.   Perkataan kita memiliki kuasa karena ada dampak

Amsal 12 :18 “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”

Perkataan dapat menolong kita untuk mencapai tujuan kita atau justru membawa kita pada kehancuran yang mengerikan.

Amsal 15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.”

Setiap apa yang kita katakan memiliki konsekuensi. Kita dapat membawa sebuah inspirasi dan kebahagiaan kepada yang lainnya melalui ucapan kita atau kesedihan  dan luka hati kepada yang lain karena perkataan kita. Oleh sebab itu, kita harus lebih berhati-hati tentang apa yang hendak kita katakan. Jika kita berkata dalam kata-kata yang terburu-buru/ceroboh maka tidak ada nilai yang memcerminkan hal baik yang akan keluar melainkan hasilnya adalah efek yang negative. Seringkali kita berkata salah mengenai suatu hal karena kita tidak memikirkan sejenak apa yang hendak kita ucapkan.

3.    Perkataan kita memiliki kuasa karena dapat mengubah keadaan

Amsal 17:27 “Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin”.

Jika kita tidak berkata-kata dengan hati-hati seorang kepada yang lain, akan mengakibatkan kita tidak akan berkomunikasi dengan mereka ke depannya. Untuk menambah nilai komunikasi dalam percakapan kita kita dapat menambah sedikit hal-hal ringan seperti humor dan tawa. Amsal 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Adalah paling penting untuk memilih subject dari percakapan kita menurut apa yang hendak kita bicarakan seperti waktu dan tempat yang berbeda dalam percakapan. Kata-kata adalah hal penting karena kita akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Tuhan. ( Matius 12:36-37 ) inilah satu hal memngapa kita harus berpikir dua kali sebelum mengatakan apapun.!

Paulus menulis untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak sehat yang keluar dari mulut kita tetapi untuk menolong dalam membangun satu dengan lainnya sesuai dengan kebutuhan juga sesuai apa yang mereka dengar ( Efesus 4:29) Paulus juga memperingatkan pentingnya kita saling memberkati dengan ucapan kita.

Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa perkataan kita adalah luapan dari hati ( Mat 12:34-35). Perkataan kita harusnya menghormati Tuhan., dan mencerminkan hubungan kita dengan-Nya. Dalam Yakobus 3, dengan jelas dituliskan bawah lidah kita bagaikan api , kata-kata jahat dan penuh dengan bisa racun (Yak 3:6)

Dalam kita, ada kata-kata yang merusak dan itu bisa dipakai oleh iblis untuk menjatuhkan kita dan orang lain di sekeliling kita. Olrh sebab itu sangat penting sekali untuk tetap berhati-hati dalam mengatakan sesuatu dan adalah langkah yang baik sebelemu mengatakan sesuatu menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu.

Marilah kita memilih kata-kata kita dengan bijak sebab apa yang telah kita ucapkan tidak akan dapat ditarik kembali.

Roma (8:12-14 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Petrus mengatakan kepada kita untuk selalu mempersiapkan diri dalam memberi jawaban mengenai pengharapan yang kita miliki namun dengan sopan dan lemah lembut.

Pembaca yang terkasih, tidak banyak waktu bagi manusia untuk hidup di planet ini. Kerusakan ini disebabkan karena dosa dan penghakiman Tuhan sebab apa yang telah Ia katakan mengenai manusia yang jatuh ke dalam dosa tidak dapat ditarik kembali.

Namun, kehidupan kekal di surga menanti kita yang berada di dalam Tuhan dan kehidupan kekal di Neraka bagi mereka yang menolak-Nya. Itulah sebabnya, jika engkau memohon pengampunan kepada Kristus supaya dosamu diampuni dan menyerahkan kepada-Nya akan segala keadaanmu maka engkau akan hidup bersama dengan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Please arrange the below number in decreasing order