Desain Ilahi Tanaman Jagung

Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan ditempatkan di suatu dunia yang telah didesain untuk kebaikannya. Bukti akan hal ini dapat ditemukan di mana-mana. Perhatikan tanaman jagung yang rendahan. Satu biji jagung biasanya menghasilkan pohon yang berisi dua batang jagung, masing-masingnya memiliki 400 hingga 600 kernel atau biji. Jadi, satu biji ini menggandakan dirinya 1000 kali lipat atau lebih dalam satu generasi. Jika kamu menanam kembali biji-biji dari satu pohon jagung, dan setiap biji itu tumbuh dewasa – setiap pohon menghasilkan dua batang dengan rata-rata 500 biji per batang (2.000 x 500) – anda mendapat satu juta biji jagung. Dan itu barulah generasi kedua. Dan jika satu juta biji itu ditanam kembali dan setiap pohonnya menjadi dewasa, anda akan mendapatkan satu milyar biji jagung hanya dalam tiga generasi! Ini adalah contoh betapa berlimpahnya Allah telah memberkati dunia ini demi manusia.

“Sedemikian hebatnya kemampuan reproduksi DNA, terutama pada tanaman-tanaman produksi primer yang harus menghasilkan biomassa jaringan makanan yang cukup agar semua konsumen – termasuk kita manusia – dapat bertahan hidup” (Kenneth Poppe, Exposing Darwinism’s Weakest Link, hal. 33). Jagung memiliki sifat dapat mem-polinasi diri sendiri, jadi dalam setiap pohonnya ada bunga jantan dan bunga betina. Yang betina adalah batang yang memiliki benang-benang halus keluar dari bagian atasnya (bunga ini sebenarnya terdiri dari kernel, yang adalah ovule, dan benang-benang itu, yang adalah stigma). Setiap biji jagung secara individu dibuahi oleh satu benang, yang tertutupi oleh rambut-rambut yang halus dan lengket yang menangkap sari (pollen). Bunga-bunga jantan melepaskan sari pollen mereka ke udara. Ketika disebarkan, pollen ini akan jatuh ke daerah sekitar 5-20 meter dari pohon jagung itu. Jadi, selalu dianjurkan untuk menanam jagung dalam bentuk blok, bukan strip-strip panjang. Munculnya benang-benang halus dan tersebarnya pollen memperlihatkan lagi kehebatan intelijensi sang Pencipta yang telah memprogram DNA tumbuh ini. Peristiwa ini harusnya dilakukan dengan timing yang sangat tepat. Pollen biasanya akan jatuh sekitar dua atau tiga hari sebelum munculnya benang halus, dan berlangsung terus selama lima sampai delapan hari. Penyebaran pollen berkaitan dengan cuaca. Jika iklim terlalu kering atau terlalu basah, penyebaran akan berhenti, dan lanjut lagi ketika suhu optimal. Dengan jalan itu, jarang sekali sari pollen akan terbawa pergi oleh hujan, karena memang tidak dilepaskan jika udara basah. Ini adalah proses-proses luar biasa yang memungkinkan jagung berkembang dengan baik demi kepentingan manusia.

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (Maz. 104:24).

Sumber: Way of Life / STT GITS