Banyak Bicara Atau Sedikit Bicara

Suatu hari seorang murid bertanya kepada gurunya, “Guru, apakah banyak bicara itu baik? Bukankah pekerjaan sebagai guru mengharuskan seseorang untuk banyak bicara?”

Sang guru pun mengajak muridnya pergi ke sawah dan melihat banyak sekali kodok yang sedang mengeluarkan suaranya. Setelah sejenak memperhatikan kodok-kodok itu, sang guru pun berkata, “lihatlah, di segala tempat dan waktu kodok seringkali bersuara, namun apakah itu perlu untuk orang-orang yang mendengarkannya?”

Sang guru melanjutkan, apakah kamu tahu ayam jantan? Ia tidak bersuara di sembarang waktu, tapi pada pagi hari ia akan berulang-ulang tanpa bosan mengeluarkan suaranya. Bagi orang-orang, suara ayam jantan adalah pertanda bahwa pagi hari sudah tiba, dan karena itu mereka segera bangun untuk bekerja dan melanjutkan hidup. Masalahnya tidaklah terletak pada bicara banyak atau sedikit, melainkan apakah yang dibicarakan itu perlu dan bermakna atau tidak.”

Maka sang murid pun merasa pertanyaannya sudah terjawab.

Sumber: Kisah-kisah inspiratif dari negeri Cina, Lei Wei Ye

Disadur ulang oleh: Ev. Rian Basuki, S.Th.