Gereja Sehat Vs Gereja Sesat

Pada saat ini semakin sulit membedakan gereja manakah yang benar-benar dibangun untuk melayani Allah, umat kristen yang suam-suam kuku mudah terkecoh oleh berbagai pelayanan mereka yang palsu. Tepat seperti apa yang dituliskan dalam Matius 7:22-23, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?¬†Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!””.

Dituliskan oleh Ev. Rian Basuki, S.Th. beberapa cara mudah mengidentifikasi gereja-gereja yang tersesat ke dalam pengajaran yang salah.

Ciri-ciri Gereja Sehat :

1. Percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Allah yang absolut/pasti dan tanpa salah (2 Tim. 3:16). Tidak boleh di tambah maupun dikurangi, baik secara tertulis maupun lisan (Ams. 30:5-6; Yer. 20:2; Pengkhotbah 3:14; Mat. 5:18; Why 22:18-19).
2. Keselamatan/kepastian masuk sorga adalah kasih karunia melalui iman di dalam Yesus Kristus, dan bukan melalui perbuatan atau perantara lain (Ef. 2:8-9; Kis. 4:12; Yoh. 3:16; 14:6).
3. Percaya bahwa gereja bersifat lokal dan independen (Mat. 16:18; 18:15-20; 1 Kor. 12:12-31). Berfungsi sebagai agen penyelamatan (Markus 16:15; Roma 10:13:15), pemuridan (Mat. 28:19-20; 1 Tim. 4:6), dan tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3:15).
4. Menjangkau jiwa-jiwa melalui kebenaran yang Alkitabiah, bukan dengan hal materi, jasmani dan duniawi.

Ciri-ciri Gereja Sesat:

1. Percaya otoritas lain di luar Alkitab (extra biblical authority). Ada wahyu tambahan secara tertulis maupun lisan (nubuatan, bahasa roh, mimpi, penglihatan dll). Luar biasanya lagi katanya, “saya mendengar langsung suara Tuhan dan diajar Tuhan langsung.”

2.Percaya di luar Yesus Kristus ada keselamatan. Baptisan, perjamuan kudus, rajin melayani/perbuatan baik dapat menyelamatkan.

3. Percaya gereja bersifat universal/katolik/am (kepausan/sinode).

4. Menjangkau jiwa-jiwa dengan hal-hal materi, jasmani dan duniawi (teologia sukses, dengan pertunjukan entertainment, menggembar-gemborkan “di sini ada mujizat, ada berkat”).

Semoga tulisan ini berguna bagi anda.

Ditulis oleh: Ev. Rian Basuki, S.Th.