Empat Gerakan Berbahaya Dalam Gereja

Gereja terus-menerus disusupi oleh berbagai ajaran dan pemahaman yang terlihat “baik”, padahal bila dikaji dengan benar berbagai paham dan pandangan ini merusak dan menghancurkan gereja secara perlahan. Mengubah kebenaran Firman Tuhan yang Absolut menjadi relatif.

Ev. Rian Basuki, S.Th. memaparkan bahwa saat ini ada empat gerakan berbahaya dalam gereja yang dapat merusak kebenaran Firman Tuhan dan menghancurkan gereja sebagai persekutuan orang percaya secara rohaniah.

“Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” (Mazmur 11:3)

1. Gerakan Calvinistik: menghancurkan doktrin keselamatan, dengan mengajarkan bahwa, manusia sudah ditetapkan dari kekekalan, mana yang masuk sorga dan mana yang masuk neraka. Jika demikian untuk apa ada kehendak bebas, untuk apa bertobat dan percaya, dan untuk apa memberitakan injil? Jelas ini pengajaran yang tidak logis dan bertentangan dengan banyak ayat Alkitab.
2. Gerakan Karismatik: menghancurkan doktrin Alkitab, dengan mengajarkan wahyu lisan (nubuatan, bahasa roh, mimpi, penglihatan dll). Jelas pengajaran ini konsekuensinya menjadikan Alkitab sebagai salah satu firman Allah, bukan satu-satunya firman Allah.
3. Gerakan Oikumene/Ekumene: menghancurkan doktrin Gereja, dengan mengajarkan, “kasih menyatukan, doktrin menghancurkan/memisahkan”. Jika demikian doktrin yang Alkitabiah pasti terabaikan, dan digantikan dengan “kasih yang munafik.” Bagaimana gereja dapat menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran? tidak mungkin!!! Yang terjadi adalah Gereja sebagai “tiang penopang dari dasar ketidakbenaran.”

4. Gerakan Contemporer Cristian Music (CCM): menghancurkan generasi muda gereja, dengan mengajarkan berbagai jenis musik duniawi (Rock, Jazz, Dangdut dll) masuk ke dalam gereja. Jika demikian tidak mungkin gereja semakin rohani/Alkitabiah, yang pasti gereja akan semakin duniawi/tidak Alkitabiah.

Awasilah gereja anda, jangan sampai disusupi oleh berbagai gerakan yang menyesatkan! “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tesalonika 5:21).

MARANATHA

Ditulis oleh: Ev. Rian Basuki, S.Th.